Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pakar Militer: Pasukan Al-Qassam Belum Turun, ‘Israel’ Tak akan Mampu Lenyapkan Hamas

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 13 November 2023 08:22 8:22 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 13 November 2023 08:06
Bagikan
Pakar stategi militer Mayor Jenderal Fayez Al-Duwairi tentang kekuatan Brigade Al-Qassam
Bagikan

Hidayatullah.com—Pakar stategi militer Mayor Jenderal Fayez Al-Duwairi, mengatakan bahwa 70% dari total kekuatan milisi pejuang Brigade Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) baru dikerahkan sebagian,  dalam menghadapi tentara penjajah yang merambah ke beberapa wilayah di Jalur Gaza bagian utara.

Al-Duwairi,  analisis militer di TV Al-Jazeera mengatakan, pasukan penyerang di Kota Gaza belum berpartisipasi dalam pertempuran tersebut, merujuk pada Brigade Shuja’iya dan Al-Tuffah, yang merupakan salah satu brigade cadangan di unit Al-Qassam.  Sedang Brigade lain yang belum memasuki pertempuran darat, bersama dengan brigade Tal Al-Zaatar dan Jabalia Al-Balad.’

TV Al-Jazeera menayangkan klip video Brigade Al-Qassam & 'pqsukan sandal jepit' klip video yang berhasil menarhet kendaraan lapis baja zionis #Israel di wilayah Al-Tawam dan Beit Hanoun di Jalur #Gaza utara. "Allahu Akbar! Kata pejuang#IsraelTerroris #IsraelCriminalWar pic.twitter.com/BRgjmXk7gK

— Hidayatullah.com (@hidcom) November 11, 2023

Pakar militer tersebut menunjukkan bahwa BShujaiya dan Al-Tuffah bertanggung jawab atas penangkapan tentara Zionis Israel Shaul Aaron dalam agresi terhadap Gaza pada tahun 2014. Mereka ini dikenal keberanianya menghadapi pasukan khusus Zionis dari Brigade “Golani” katanya dikutip Palestine Information Centre (PIC), Ahad (13/11/2023).

Al-Duwairi mengatakan, bahwa pasukan Al-Qassam dan faksi perjuangan pembebasan Palestina lainnya di Jalur Gaza masih kompak dalam menjalankan peran mereka dengan sangat baik setelah 15 hari perang darat yang dilancarkan penjajah, meskipun ada rasa sakit, kehancuran dan pengepungan.

Dia menekankan bahwa kelompok perlawanan terlihat baik-baik saja dan memiliki banyak keunggulan di lapangan. Ia menambahkan bahwa tentara penjajah dan para pemimpinnya tidak akan mampu mengalahkan atau melenyapkan Hamas sebagaimana bualan mereka.

Baca Juga

Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB

Struktur Brigade Qassam

Al-Duwairi mencontohkan, organisasi Brigade Al-Qassam didasarkan pada brigade dan batalion, dan pembangunan batalion tersebut bervariasi dari satu lokasi ke lokasi lain. Ia mencontohkan, Pasukan Al-Qassam dibangun atas dasar geografis, seperti Jalur Gaza, yang dibagi menjadi beberapa wilayah dan masing-masing wilayah dialokasikan satu batalion dan kadang-kadang satu brigade.

“Meski hal ini tidak konsisten dengan standar global, karena standar ini bersifat spesifik, hanya ada di Gaza,” ujarnya.

Menurutnya, ada 12 batalion Al-Qassam, terlepas dari jumlah dan komponennya – menurut Al-Duwairi – yang mengatakan bahwa beberapa dari mereka terlibat dalam perang total dan menentukan dengan pasukan penjajah yang menyerang dari utara dan selatan, dan satu lagi sebagian terlibat dalam bentrokan parsial.

Menurut pantauan Duwairi, brigade yang telah terlibat penuh sejak 15 hari operasi darat adalah: Batalion Pantai, Batalion Tal al-Hawa, Batalion Jabalia-Beit Lahia Barat, dan Batalion Beit Hanoun.

Menurut Al-Duwairi, brigade-brigade ini setara dengan 35% dari total pasukan Al-Qassam, yang mereka semua terlihat masih kompak, menjaga komando dan kendali, dan mencegah pasukan pendudukan mencapai keberhasilan.

Adapun brigade keterlibatan parsial, menurut pakar militer itu adalah: Brigade Syekh Radwan, Brigade Zaytoun, Brigade Jabalia, dan Brigade Beit Lahia, sebagaimana ia tunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan tempur yang tinggi dan 30 hingga 50% dari kekuatan mereka digunakan untuk melawan tentara penjajah yang didukung peralatan canggih mayoritas negara Barat.

Al-Duwairi mencontohkan, terdapat pasukan cadangan strategis di Brigade Al-Qassam yang diwakili oleh: Brigade Rafah, Brigade Khan Yunis, dan Brigade Al-Wusta, yang terbagi menjadi Deir Al-Balah, Al-Nuseirat, Al-Bureij, dan Al-Maghazi.

Dia mencatat bahwa brigade-brigade ini merupakan 30% dari total kekuatan Brigade Al-Qassam, yang konsisten dengan konsep militer bahwa pasukan cadangan harus berjumlah 30% dari total.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Brigade Al-QassamHAMASHeadlineisraelJenderal Fayez Al-Duwairipakar militerpalestinaPejuang Pembebasanpembebasan PalestinaZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sebanyak 11.100 Orang Gugur dalam Serangan Keji Zionis ‘Israel’ di Gaza lebih Sebulan  
Tulisan selanjutnya Menlu Retno Marsudi: Muhammad Hussein, Berhasil Dievakuasi dari Gaza Selatan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Perdana Menteri Qatar Al-Thani
Berita

Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi

Berita
1 Oktober 2026 12:29
Bulldozer, Masjid, dan Bayang-Bayang Israel di India
Iseng Buat Gambar Buaya di Waduk Pakai AI Pria di Singapura Terancam Penjara
Singapura Perketat Aturan Kelas Pelajaran Agama Islam
Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar

Terbaru

  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
  • Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
  • Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
  • Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal
  • Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester
  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas

4 Oktober 2026 14:46
Berita

Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal

4 Oktober 2026 14:22
Yahudi Inggris
Berita

Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester

4 Oktober 2026 13:54
Berita

Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis

3 Oktober 2026 20:41
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?