Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Duta Besar Taliban Afghanistan Tiba di China

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Desember 2023 11:02 11:02 am
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Desember 2023 11:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Duta besar yang dikirim pemerintah Taliban Afghanistan ke China sudah tiba di Beijing pada hari Jumat (1/12/2023), kata Kementerian Lua Negeri Afghanistan.

Sebelum diutus menjadi kepala perwakilan diplomatik Afghanistan di China, Bilal Karimi merupakan juru bicara Taliban salah satu wilayah yang dikontrol kelompok itu dan dia bekerja bawah arahan jubir utama, Zabihullah Mujahid, yang dekat dengan pemimpin tertinggi Taliban.

Bilal Karimi adalah duta besar Afghanistan pertama yang ditunjuk sejak Taliban merebut kekuasaan di Kabul dua tahun lalu menyusul angkat kakinya pasukan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Dia ditugaskan untuk membangun hubungan dengan Tiongkok dan menarik Afghanistan keluar dari isolasi internasional.

Karimi, yang tidak memiliki pengalaman diplomasi, diperkirakan berusia 20-an akahir atau awal 30-an. Menurut pernyataan Taliban, ketibaannya di Beijing disambut oleh utusan khusus China untuk urusan Taliban di Kementerian Luar Negeri, Yue Xiaoyong.

Kredensial Katimi akan diserahkan kepada Presiden China Xi Jinping dalam sebuah seremoni khusus.

Baca Juga

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Karimi memuji kebijakan positif Beijing terhadap Kabul, terutama karena tidak melakukan intervensi terhadap masalah dalam negeri Afghanistan, dan mengatakan bahwa negara tersebut adalah tetangga yang baik.

Sebelumnya pemerintahan Taliban mengatakan akan memasukkan Afghanistan ke dalam Belt and Road Initiative (BRI), rangkaian mega proyek infrastruktur dari Asia ke Amerika Latin untuk memperluas hubungan perdagangan China dengan berbagai negara di dunia.

Tidak ada negara, termasuk China, yang secara resmi mengakui pemerintahan Taliban, sejak mereka kembali ke puncak kekuasaan menyusul penarikan pasukan Amerika Serikat dan sekutunya serta Ashraf Ghani, presiden Afghanistan kala itu, melarikan diri ke luar negeri.

Namun pada bulan September, China menjadi negara pertama yang secara resmi mengirimkan duta besarnya ke Kabul.

Sebelum ini untuk mengurus kedutaan Afghanistan di Beijing Taliban mengirimkan seorang charge d’affaires, yang tidak harus menyerahkan kredensial ke negara tuan rumah.

Taliban telah berusaha menguasai kedutaan-kedutaan besar Afghanistan selama dua tahun terakhir, terkadang secara terbuka menegur staf mereka karena tidak mau bekerja sama.

Di India, Kedutaan Afghanistan ditutup pekan lalu karena kurangnya dukungan dari New Delhi dan tidak adanya pemerintahan yang sah yang diakui internasional di Kabul.

Abbas Stanikzai, wakil menteri luar negeri Taliban, pekan ini mengatakan kepada lembaga penyiaran pemerintah RTA bahwa sejumlah negara tidak ingin kedutaan Afghanistan dibuja disebabkan pertimbangan politik atau adanya tekanan dari Amerika Serikat. Beberapa kedutaan, termasuk yang di India, bersikap menentang pemerintahan Taliban.

“Kita ada konsulat di Mumbai dan Hyderabad. Mereka aktif dan berhubungan dengan Kementerian Luar Negeri dan setiap hari memberikan pelayanan konsuler,” kata Stanikzai kepada RTA. “Setelah dua atau tiga hari, kedutaan akan dibuja lagi dan memberikan layanan.”

Taliban kerap mengeluh karena pemerintahannya di Afganistan tidak diakui oleh dunia internasional.

Mereka tidak serta-merta dapat mengisi kursi Afghanistan di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang saat ini masih diisi oleh orang-orang dari era pemerintahan yang disokong Barat.

Awal pekan ini Taliban juga menyuarakan protes karena tidak diundang untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi iklim COP28 di Dubai.

National Environmental Protection Agency of Afghanistan mengatakan bahwa mereka sebenarnya sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti acara tersebut, tetapi ternyata tidak diundang.

Padahal, misi PBB di Afghanistan hari Jumat mengatakan bahwa negara itu termasuk dalam 10 negara paling rentan dan paling tidak siap untuk menghadapi dampak perubahan iklim.

Keengganan kebanyakan komunitas internasional untuk bekerja sama dengan pemerintahan Afghanistan saat ini berakar dari sikap Taliban yang tidak mau memberikan kesempatan bersekolah, bekerja dan beraktivitas di luar rumah bagi kalangan perempuan.

Taliban merupakan satu-satunya pemerintahan di dunia yang tegas melarang perempuan untuk melanjutkan pendidikan lebih dari kelas enam sekolah dasar dan melarang mereka untuk mengunjungi taman atau tempat rekreasi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanchinaDuta BesarTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kru American Airlines Meminta Seorang Penumpang Sembunyikan Sweter ‘Palestina’ saat Perjalanan
Tulisan selanjutnya Pesan Tawanan Hamas ke Netanyahu: “Kamu Bunuh Anak-Istriku, Bawa Mereka Pulang!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?