Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Simbol Perlawanan Palestina, Keffiyeh Laku Keras di AS

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 7 Desember 2023 12:54 12:54 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 7 Desember 2023 15:00
Bagikan
Kafiyeh
Bagikan

Hidayatullah.com – Semakin banyak warga Amerika yang mengenakan keffiyeh, syal bermotif khas yang merupakan simbol identitas Palestina, untuk menuntut gencatan senjata atas pemboman tanpa pandang bulu yang dilakukan “Israel” di Gaza, atau untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap perjuangan Palestina.

Syal bermotif khas yang merupakan simbol identitas serta perlawanan Palestina, keffiyeh, semakin digemari oleh warga Amerika.

Mereka menggenakan keffiyeh untuk menunjukkan dukungan terhadap perjuangan Palestina, atau untuk menuntut gencatan senjata atas pemboman tanpa pandang bulu yang dilakukan “Israel” di Gaza

Penjualan keffiyeh melonjak sejak perang brutal Zionis “Israel” dimulai pada bulan Oktober, kata sejumlah penjual keffiyeh di AS. Bahkan ketika keffiyeh disita secara paksa oleh aparat keamanan di beberapa aksi protes dan para pemakainya melaporkan menjadi sasaran pelecehan verbal dan fisik, permintaan malah semakin banyak.

“Itu seperti sebuah saklar lampu. Tiba-tiba saja, ratusan orang mengunjungi situs secara bersamaan dan membeli apa pun yang mereka bisa,” kata Azar Aghayev, distributor AS untuk Hirbawi, perusahaan yang dibuka pada tahun 1961 dan merupakan satu-satunya produsen keffiyeh yang tersisa di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

“Dalam dua hari, stok yang kami miliki habis, dan bukan hanya habis, tapi juga terjual habis.”

Hirbawi, yang telah mematenkan mereknya, menjual keffiyeh secara internasional melalui situs webnya di Amerika Serikat dan Jerman dan di Amazon. Semua 40 variasi di situs web AS, yang mencakup banyak warna cerah serta warna hitam dan putih tradisional, telah terjual habis, kata Aghayev.

Baca juga: Pakai Keffiyeh, Tiga Pemuda Keturunan Palestina di AS Ditembak

Penjualan unit syal keffiyeh telah meningkat 75 persen dalam 56 hari antara 7 Oktober dan 2 Desember di Amazon.com dibandingkan dengan 56 hari sebelumnya, demikian data dari perusahaan analisis e-commerce Jungle Scout menunjukkan.

Pencarian untuk “syal Palestina untuk wanita” meningkat 159 persen dalam tiga bulan hingga 4 Desember dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya; pencarian untuk “syal militer shemagh,” “keffiyeh palestina” dan “keffiyeh” masing-masing meningkat 333 persen, 75 persen, dan 68 persen.

Keffiyeh, dengan pola jaring ikannya, merupakan hal yang umum di seluruh dunia Arab, dengan akarnya yang berasal dari tahun 3100 SM. Keffiyeh pertama kali digunakan sebagai simbol perlawanan Palestina selama Pemberontakan Arab tahun 1936 melawan kekuasaan Inggris dan kemudian menjadi topi khas pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina, Yasser Arafat.

Meskipun Hirbawi adalah produsen yang paling terkenal, banyak produsen lain termasuk pengrajin kecil dan besar menjual keffiyeh versi mereka sendiri.

Para pendukung Gaza di Amerika Serikat telah dihadapkan pada ancaman dan serangan sejak kampanye militer “Israel” dimulai, di tengah meningkatnya Islamofobia. Antisemitisme juga mengalami peningkatan di tengah perang yang sedang berlangsung.

Hazami Barmada, 38 tahun, seorang mantan pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tinggal di Virginia, mengenakan syal baru-baru ini ketika ia melakukan protes di luar Gedung Putih dan di kawasan Georgetown, Washington, untuk mendukung gencatan senjata di Gaza.

Mengenakan syal tersebut terasa seperti “negara adidaya,” katanya, yang menghubungkannya kembali dengan warisan Palestina dan menawarkan hubungan simbolis dengan anak-anak di Gaza. Namun, ia juga percaya bahwa hal itu juga mengundang pelecehan verbal. “Saya mengambil risiko yang sudah diperhitungkan,” kata Barmada.*

Baca juga: Pakai Sorban Palestina, Aktor Inggris Ditahan Aparat Saudi saat Umroh

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jalur GazaKeffiyehPerang Palestina-IsraelSyal Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dor! Dosen Kulit Putih Bunuh 3 Orang di Universitas Nevada Las Vegas
Tulisan selanjutnya Di Depan Netanyahu, Mantan Tawanan Al-Qassam Mengaku lebih Aman dengan Hamas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

Berita
3 September 2026 14:11
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?