Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Sindrom Bayi Terpapar Fentanyl Mirip Bayi Tak Dapat Memproduksi Kolesterol

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Desember 2023 13:06 1:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Desember 2023 13:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebuah hasil studi yang dimuat Genetics in Medicine Open mengidentifikasi sindrom baru pada bayi yang terpapar fentanyl dari ibunya, yang mirip kelainan pada bayi yang tubuhnya tidak dapat memproduksi kolesterol.

Bayi-bayi itu antara lain memiliki postur tubuh pendek, kepala kecil dan anomali kongenital seperti sumbing, kaki pengkor, dan kelainan pada genetalia, lansir Independent Selasa (12/12/2023).

Kelainan seperti anyaman di antara jari kaki, ibu jari yang pendek dan lebar, serta hanya satu lipatan di telapak tangan juga telah diidentifikasi.

Sindrom baru yang dialami bayi-bayi ini adalah bagian dari krisis fentanyl (fentanil) yang meluas di Amerika Serikat.

Ketua Komite Urusan Luar Negeri di majelis rendah parlemen AS (US House of Representatives) Michael McCaul mengatakan setiap hari hampir 200 warga Amerika kehilangan nyawa disebabkan fentanyl, menyebutnya sebagai “epidemi narkotika paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat.”

Baca Juga

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor
Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat
Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya
Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

Semakin banyak orang yang menggunakan dan sekarat akibat obat tersebut setiap tahun, dan sindrom terkait fentanyl pada bayi merupakan dampak terbaru dari krisis ini.

Erin Wadman, seorang konselor genetik di Nemours dan penulis utama penelitian ini, mengatakan bahwa dia pertama kali menemukan kemungkinan sindrom baru tersebut ketika melakukan pemeriksaan pada bayi-bayi yang memiliki cacat bawaan sepanjang Agustus 2022.

“Saat saya duduk menemui pasien, dan saya merasa, wajah ini terlihat sangat familier. Kisah ini terdengar sangat familier. Dan saya berpikir kenapa pasien ini mengingatkan saya kepada pasien-pasien yang saya temui sebelumnya pada tahun itu dan pada kesempatan lain.” kata Wadman dalam wawancara dengan NBC.

“Ketika itulah saya tersadar, kami kemungkinan menjumpai sesuatu yang serius dan besar di sini.”

Penelitian yang dilakukan Wadman dan rekan-rekannya awalnya memusatkan perhatian pada enam bayi di Nemours Children’s Hospital di Delaware, dan kemudian empat kasus serupa diidentifikasi oleh dokter lain dalam laporan studi itu.

Pada awalnya, gejala yang dialami para bayi mengingatkan Wadman dan kolega-koleganya pada sindrom Smith-Lemli-Opitz, suatu kondisi kelainan genetik yang menghalangi tubuh memproduksi kolesterol, yang sangat penting untuk fungsi sel agar berjalan normal dan untuk pembentukan otak.

Akan tetapi, dalam kasus bayi terpapar fentanyl ini tidak ditemukan penyebab genetik yang sama seperti penderita sindrom Smith-Lemli-Opitz. Hal ini memicu peneliti untuk membuat hipotesis bahwa ibu bayi itu menggunakan fentanyl semasa hamil.

Mereka menulis di dalam laporan tersebut bahwa dimungkinkan fentanyl telah mengganggu produksi kolesterol di dalam tubuh bayi semasa mereka di dalam kandungan.

Semua bayi dalam studi itu dites positif terpapar fentanyl, tetapi peneliti mengatakan bahwa mereka tidak dapat memastikan adanya hubungan antara sindrom tersebut dengan fentanyl disebabkan ada obat-obatan lain yang juga dikonsumsi ibu selama kehamilan.

Peneliti juga menegaskan diperlukannya penelitian lanjutan untuk membuktikan hipotesis mereka, seperti memastikan bahwa cacat pada bayi itu tidak berasal dari jenis narkoba jalanan lainnya atau sesuatu yang tercemar fentanyl yang dikonsumsi ibu selama kehamilan.

Mereka juga ingin mengetahui mengapa, pada sebagian kasus di mana seorang wanita hamil menggunakan fentanyl, bayi mereka tidak mengalami gejala yang sama.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bayifentanilfentanyl
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengungsi Rohingya Masuk Aceh, Layakkah Diterima?
Tulisan selanjutnya biden, penindasan muslim uighur Presiden AS Joe Biden: Saya Seorang Zionis dan Mencintai Netanyahu   

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Iptekes

Satu dari Tiga Orang Belanda Tidak Sadar Dirinya Diabetes

12 Februari 2026 18:16
BeritaIptekes

WHO: Kasus di India dan Bangladesh Risiko Penyebaran Virus Nipah Rendah

12 Februari 2026 15:28
Iptekes

WHO: Daging Olahan Termasuk Sosis dan Bacon Masuk Karsinogen Pemiku Kanker

11 Februari 2026 21:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?