Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Mantan Perwira Angkatan Darat Prancis: Kehancuran ‘Israel’ Sudah Amat Dekat

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 Desember 2023 11:00 11:00 am
Ahmad
Dipublikasikan 21 Desember 2023 11:10
Bagikan
Mantan perwira Angkatan Darat (AD) Prancis, Kolonel (Purn) Alain Corvais
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang mantan perwira Angkatan Darat Prancis meramalkan kehancuran ‘Israel’ sudah sangat dekat, mengingat peristiwa yang dialami Gaza sejak pecahnya “Operasi Taufan (Banjir) Al-Aqsha” pada 7 Oktober 2023.

Kolonel (Purn) Alain Corvais, mengatakan dalam klip video di media social baru-baru ini bawah peristiwa tragis yang terjadi saat ini di Palestina adalah awal dari berakhirnya ‘Israel’.

“Pembantaian yang tidak manusiawi hingga mencabut penduduk Gaza bahkan Tepi Barat menunjukkan bahwa negara tanpa hukum ini tidak punya masa depan sejak didirikan,” katanya dikutip laman Aljazeera.net. 

Mantan Perwira Angkatan Darat Prancis Kolonel (Purn) Alain Corvais :

Masa depan “Israel’ segera berakhir. Setelah opini dunia mendukung ‘Israel’ kini berbalik tuntutan mendirikan Palestina menjadi tidak tertahankan@amansouraja pic.twitter.com/mFFoDjf1AS

— Hidayatullah.com (@hidcom) December 21, 2023

Tidak hanya itu, ia juga menambahkan, akhir dari masa depan ‘Israel’ sudah sangat dekat, karena jelas bahwa setelah opini publik dunia beralih dari mendukung ‘Israel’ menjadi mendukung Palestina, tuntutan untuk mendirikan negara Palestina menjadi tidak tertahankan untuk ditunda.

“Dan bahwa negara Palestina ini tidak bisa hidup berdampingan dengan Negara ‘Israel’. Hidup berdampingan antara dua negara di tanah ini sekarang benar-benar mustahil,” ujarnya.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

“Tidak hanya itu, namun akhir dari hal ini sudah sangat dekat, karena jelas bahwa setelah opini publik dunia beralih dari mendukung ‘Israel’ menjadi mendukung Palestina, tuntutan untuk mendirikan negara Palestina menjadi tidak tertahankan untuk ditunda, dan bahwa negara Palestina ini tidak bisa hidup berdampingan dengan Negara ‘Israel’. “Hidup berdampingan antara dua negara di tanah ini sekarang benar-benar mustahil,” katanya dalam sebuah video yang dipublikasikan di platform TikTok awal November lalu.

Korviz mengatakan, dalam setiap propaganda sejak awal, ‘Israel’ telah mencoba menampilkan Hamas sebagai gerakan teroris. Namun secara fakta justru sebaliknya, teror ‘Israel’ sudah berlangsung lebih 75 tahun.

“Saya tidak ingin kembali ke rinciannya, tapi saya katakan ini adalah kebalikan dari fakta karena para teroris adalah orang ‘Israel’, dan ini telah menjadi praktik mereka sejak tahun 1947,” kata dia.

“Kami mengetahui detail perilaku dan perlakuan mereka sejak mereka menetap di tanah yang diberikan PBB. Mereka tidak berhenti memaksakan kendali mereka, menindas dan membunuh orang-orang Palestina,”  kata Korviz.

“Sebagai seorang spesialis dalam pemikiran geopolitik, saya mengatakan bahwa perlawanan heroik rakyat Palestina terhadap rezim fasis Nazi ‘Israel’ adalah sebuah katalis yang akan memungkinkan terjadinya konflik di seluruh dunia, “ ujar Korviz.

“Dengan agresi baru ini, kita akan masuk ke dalam konflik yang baru ini, dunia multipolar yang akan mengakhiri dunia yang dikuasai Amerika Serikat dan Zionis di Tel Aviv.”

Lebih jauh Korviz mengecam dominasi narasi penjajah ‘Israel’ dan Amerika dalam agresinya saat ini di semua media Eropa, dengan mengatakan; “Jika dunia Barat saat ini menyedihkan, itu karena dunia Barat telah diduduki dan dikendalikan oleh kekuatan Zionis dan Amerika selama beberapa waktu,” ujarnya.

Ia aya yakin bahwa perjuangan rakyat Palestina hari ini untuk menghilangkan ketidakadilan yang telah mereka alami selama 75 tahun adalah faktor mendasar yang akan mendorong masyarakat tertindas lainnya, untuk keluar dari pemerintahan yang dibentuk oleh elit teknokratis yang kaya dengan miliaran dolar dan mengendalikan semua media.

“Sampai-sampai pada tingkat di mana saluran-saluran Prancis dan Eropa lainnya mulai mengulangi satu kalimat, yaitu bahwa ‘Israel’ memiliki hak untuk membela diri,” kata dia.

Dia menekankan, masyarakat harus menghadapi ketidakadilan yang dilakukan oleh media dan pemerintah Eropa, yang memutarbalikkan kebenaran demi kepentingan Amerika dan ‘Israel’.

“Saya tidak hanya takut, namun saya tahu bahwa ‘Israel’, dengan perilakunya sejak tahun 1948, dapat mencapai tujuan titik kehancuran total yang diharapkan, dan mereka tidak akan berhenti, terlepas dari reaksi internasional,” kata dia.

Ia mengakhiri pidatonya dengan mengatakan; “Amerika Serikat kehilangan kendali atas dunia, dan mereka mengetahui hal ini, dan mereka akan berusaha keras untuk mempertahankan kendali mereka, dan begitu pula ‘Israel’ di Palestina,” tutupnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Agresi IsraelAlain CorvaisHeadlineisraelKemerdekaan PalestinaPerwira Angkatan Darat Prancisserangan gazaZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Agresi ‘Israel’ Hari ke-75: 20.000 Warga Gaza Syahid
Tulisan selanjutnya “Ndasmu” dan Etika Politik dalam Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?