Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Wanita China Korban Kasus Keracunan 1994 yang Tak Terpecahkan Meninggal Dunia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Desember 2023 23:06 11:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Desember 2023 05:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang wanita China korban kasus keracunan pada 1994 yang terpecahkan sampai saat ini telah meninggal dunia dalam usia 50 tahun.

Zhu Ling merupakan mahasiswi jurusan kimia di Universitas Tsinghua, Beijing, ketika dia keracunan zat kimia yang sangat beracun thallium.

Akibatnya keracunan itu dia mengalami kelumpuhan, hampir buta dan menderita kerusakan otak. Dia harus mendapatkan perawatan dan penjagaan 24 jam dari kedua orangtuanya, lansir BBC Ahad (24/12/2023).

Tidak ada yang menjadi tersangka dalam kasus itu. Teman kuliah dan teman kosnya, Sun Wei, sempat diselidiki oleh polisi pada tahun 1997 tetapi tidak ditetapkan sebagai tersangka karena kurangnya bukti.

Sun lewat media sosial kerap menyatakan dirinya tidak bersalah, dan kemudian mengganti namanya.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Pada akhir 1994, Zhu Ling mulai merasakan sakit di bagian perut dan mengalami kerontokan rambut. Fia jatuh koma beberapa bulan kemudian.

Para dokter yang memeriksanya mendiagnosis dia keracunan thallium, logam lembut yang dapat larut di dalam air dan tidak berbau serta tidak berasa.

Berbagai laporan mengklaim Sun memiliki akses ke logam beracun tersebut, tetapi dia menegaskan bahwa dirinya bukanlah satu-satunya mahasiswa yang bisa mendapatkannya.

Keluarga Zhu Ling dan para pendukungnya menuding Sun memiliki motif untuk membunuh, dia iri dengan kecantikan dan talenta musik serta prestasi akademik teman satu kelas dan satu pondokannya itu

Sun membantah ada permusuhan di antara mereka.

Pada tahun 2013 dikirim petisi berisi permintaan supaya aparat Amerika Serikat memeriksa Sun dan agar wanita itu dideportasi dari negeri Paman Sam, di mana dia tinggal kala itu.

Dalam petisi itu disebut bahwa keluarga Sun memiliki koneksi politik kuat dan dia memiliki motif serta akses untuk mendapatkan logam beracun tersebut.

Gedung Putih menanggapi petisi itu dan mengatakan pihaknya menolak untuk mengomentari permintaan tersebut, tetapi mengatakan keracunan yang dialami Zhu Ling merupakan “tragedi”.

“Tidak seorang pemuda pun pantas menderita seperti yang dialaminya, dan kami memahami kepedihan yang dirasakan orang-orang yang dekat dengannya,” bunyi tanggapan dari Gedung Putih tersebut.

Pada 2013, Biro Keamanan Publik Beijing membela investigasi yang telah dilakukannya, menegaskan bahwa kejadian sudah lama berselang dan terlalu sedikit bukti untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka, sehingga membatasi kemampuan mereka untuk membuka kembali kasus tersebut.

Laporan berbagai media di China berspekulasi bahwa Sun dilindungi dari tuntutan hukum karena dia adalah cucu dari Sun Yueqi, seorang pejabat senior China dan kerabat dari seorang bekas wakil wali kota Beijing.

Sun mengatakan kakeknya sudah tiada ketika dia diperiksa oleh polisi.

Pihak kepolisian sendiri pada 2013 membantah bahwa investigasi kasus itu dipengaruhi oleh pihak lain. 

Mengingat racun thallium tidak berbau dan tidak berasa, tidak tertutup kemungkinan Zhu Ling terpapar racun itu karena lalai dan ceroboh tanpa disadari saat berada di laboratorium.

Keracunan thallium tidak berefek langsung, tetapi dapat menumpuk di dalam tubuh seiring dengan waktu sehingga akhirnya membahayakan dan fatal. Racun memasuki tubuh lewat kulit, saluran pernafasan dan saluran pencernaan. Gejalanya beragam mulai dari perasaan lelah, sakit kepala, gangguan penglihatan, kurang atau kehilangan nafsu makan, rasa sakit di badan, rambut rontok, depresi, halusinasi dan psikosis.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:racunthallium
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelajar Perempuan Menuntut Pembukaan Kembali Universitas di Afghanistan  
Tulisan selanjutnya Arab Saudi Skuter dan Sepeda Arab Saudi Izinkan Skuter dan Sepeda Masuk Tempat Suci di Makkah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?