Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Yahudi Australia Minta Pramugari Qantas yang Pakai Lencana Palestina Dipecat

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 5 Januari 2024 14:59 2:59 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 5 Januari 2024 15:15
Bagikan
Pramugari Qantas memakai lencana bendera Palestina
Bagikan

Hidayatullah.com – Pramugari maskapai penerbangan asal Australia, Qantas, menghadapi kecaman dan seruan untuk dipecat setelah bulan lalu difoto mengenakan lencana bendera Palestina dalam penerbangan dari Melbourne ke Hobart, Tasmania.

Menurut Sky News, para penumpang mengungkapkan ketidakpuasan mereka lantaran kru kabin mengenakan pin lencana bendera Palestina di seragam mereka.

Kepala Eksekutif Asosiasi Yahudi Australia, Robert Gregory, mengkritik lencana tersebut sebagai “memecah belah” dan menyebut penggunaan pin bendera Palestina merupakan aktivisme politik yang tidak memiliki tempat di pesawat.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Ajak Suporter Bentangkan Bendera Palestina di Ajang FIFA Matchday

Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Aktivisme politik tidak seharusnya ada di olahraga, tidak seharusnya ada di teater, dan tidak seharusnya ada di pesawat terbang ketika warga Australia pergi untuk menikmati liburan mereka. Semua warga Australia harus merasa aman saat terbang.”

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

“‘Jika karyawan ditemukan menggunakan peran mereka untuk aktivisme politik sementara penumpang pada dasarnya ditawan di udara, mereka harus diberhentikan. Insiden ini tidak terisolasi dan manajemen Qantas harus menangani aktivisme politik yang memecah belah yang berasal dari staf mereka,” tambahnya.

Harrison Grafanakis, penumpang pesawat mengambil foto awak kabin mengenakan lencana, yang diletakkan tepat di atas label nama mereka, mengaku merasa terintimidasi dengan kehadiran lencana tersebut.

Dia mengatakan, “Jika karyawan ditemukan menggunakan peran mereka untuk aktivisme politik sementara penumpang pada dasarnya ditawan di udara, mereka harus diberhentikan.”

“Insiden ini tidak terisolasi dan manajemen Qantas harus menangani aktivisme politik yang memecah belah yang berasal dari staf mereka.”

Baca juga: Bendera Palestina Berkibar di Konser Band Ska Punk Jerman, Kok Bisa?

Sementara itu, para pengguna media sosial telah mengungkapkan kemarahan mereka atas seruan pemecatan para pramugari dan awak kabin.

“Orang tidak boleh memakai bendera nasional mereka? Negara macam apa ini?” tulis salah satu pengguna X.

“Jika Qantas menyerah pada sampah diktator dan memecat staf yang mendukung Palestina, mereka mungkin juga akan menolak tiket untuk penumpang yang mendukung #PalestinianFreedom karena kami tidak akan terbang dengan mereka,” kata yang lain.

Menanggapi hal tersebut, pihak maskapai mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari ini: “Kami memahami bahwa ada pandangan yang kuat dan berlawanan tentang konflik saat ini, tetapi tidak ada ruang untuk mengekspresikannya oleh karyawan kami di tempat kerja.”

“Lencana yang tidak sah tidak boleh dikenakan oleh karyawan dan kami telah menegaskan hal ini kepada awak pesawat yang terlibat, bersamaan dengan keseriusan masalah ini. Prioritas kami adalah menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghormati bagi para pelanggan dan seluruh karyawan kami,” tambahnya.

Maskapai ini juga menyatakan bahwa mereka akan menegaskan kembali peraturan ini kepada semua karyawan.*

Baca juga: Bersanding dengan Bendera Irlandia, Balai Kota Dublin Kibarkan Bendera Palestina

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AustraliaBendera PalestinaKonflik Palestina-Israelmaskapai penerbanganPramugariQantasyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Intelijen Korea Selatan Bilang Putri Kim Jong-un Diduga Kuat Jadi Penerus Bapaknya
Tulisan selanjutnya Kamus Urban Masukan Kata “Israel” yang Artinya “Diperas” 

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?