Hidayatullah.com– Putri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang masih belia, yang beberapa kali tampak mendampinginya menghadiri parade militer dan percobaab rudal, “diduga kuat” akan menjadi pengganti bapaknya, kata dinas intelijen Korea Selatan.
Ini pertama kalinya National Intelligence Service (NIS) mengakui Kim Ju-ae sebagai pewaris Kim Jong-un.
Meskipun demikian, NIS mengatakan pihaknya masih melihat “semua kemungkinan” dalam rencana suksesi Pyongyang, lansir BBC Jumat (5/1/2023).
Kim Ju-ae menjadi pusat perhatian sejak ditampilkan pertama kali ke publik oleh ayahnya pada akhir 2022.
“Berdasarkan analisis komprehensif atas aktivitas publik dan penghormatan yang diberikan kepada Kim Ju-ae sejak kemunculan publik perdananya, untuk saat ini, dia kemungkinan besar yang akan menjadi penggantinya,” kata NIS.
“Namun, kami tetap membuka mata untuk semua kemungkinan karena Kim Jong-un masih tergolong muda, tidak memiliki masalah kesehatan besar, dan masih banyak faktor lainnya,” imbuh NIS.
Kim Ju-ae yang merupakan anak kedua tertua dari Kim Jong-un diyakini usianya sekitar 10 tahun.
Menteri Unifikasi Korea Selatan Kim Yung-ho memberikan penilaian serupa perihal anak perempuan Kim Jong-un itu dalam salah satu konferensi pers bulan lalu.
Menurut Kim Yung-ho, penampakan berkelanjutan putri Kim Jong-un mencerminkan Korea Utara seolah ingin mengatakan kepada dunia bahwa tidak ada masalah terkait suksesi di tengah situasi yang sulit di negaranya.
Para pengamat melihat bagaimana putri Kim itu lebih dipandang sebagai sosok yang “dihormati” daripada “disayangi” di Korea Utara.
Rakyat Korea Utara dicekoki pemahaman bahwa hanya keluarga Kim yang layak memimpin negeri itu disebabkan darah keturunan mereka yang sakral.
Penampakan publik paling terakhir Kim Ju-ae adalah pada bulan Desember 2023 ketika mendampingi ayahnya melihat peluncuran misil balistik interkontinental berbahan bakar padat Hwasong-18, rudal tercanggih yang sejauh ini dimiliki Korea Utara.
Gadis belia itu juga mendampingi ayahnya ketika satelit mata-mata Malligyong-1 diorbitkan pada bulan November tahun lalu. Pyongyang mengklaim Malligyong-1 sanggup mengirimkan citra satelit Gedung Putih dengan kualitas jernih.
Keberadaan tentang anak Kim Jong-un pertama kali diungkap pada 2013, setelah bekas pebasket NBA Dennis Rodman melakukan kunjungan ke Korea Utara.
Rodman mengatakan saat berada di Korea Utara dia bersantai di tepi laut dan “menggendong bayi” Kim.
Pemimpin Korea Utara itu menutup rapat informasi perihal keluarganya. Istri Kim Jong-un, Ri Sol-ju baru diperkenalkan ke publik setelah beberapa tahun mereka menikah.
Sebelum penampakan Kim Ju-ae, saudara perempuan Kim Jong-un, Kim Yo-jong diduga berpotensi menjadi penggantinya.*