Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Masih Ditawan di Gaza, Sejumlah Sandera ‘Israel’ Dapat Kewarganegaraan Jerman dan Hungaria

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 15 Januari 2024 11:07 11:07 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 14 Januari 2024 05:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Jerman dan Hungaria telah memberikan kewarganegaraan kepada sejumlah sandera “Israel” yang masih ditawan di Gaza sebagai upaya untuk memfasilitasi pembebasan mereka, menurut sebuah laporan di media setempat pada hari Rabu.

Beberapa sandera berkewarganegaraan Eropa yang ditawan oleh Hamas telah dibebaskan, kata The Jerusalem Post, meskipun tidak menyebutkan kapan hal ini terjadi atau jumlah orang yang diberikan paspor.

Sandera-sandera lain yang berkewarganegaraan Eropa masih ditahan di Gaza, sementara mereka yang baru saja diberikan kewarganegaraan Jerman atau Hungaria sudah memiliki keluarga dari kedua negara tersebut. Berlin dan Budapest dilaporkan telah menolak untuk mengomentari masalah ini.

Kewarganegaraan ganda dapat berperan dalam upaya pembebasan sandera dan evakuasi di daerah konflik, seperti Gaza, dengan kekuatan asing yang bekerja untuk memastikan perlindungan warga negara mereka.

Sejak 7 Oktober, sekitar 110 warga “Israel” dan warga negara asing telah dibebaskan dengan imbalan setidaknya 240 tahanan wanita dan anak Palestina, di tengah gencatan senjata sementara yang dimediasi oleh Qatar pada akhir November hingga awal Desember tahun lalu.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Lebih dari 23.000 warga Palestina – mayoritas anak-anak dan perempuan – telah syahid dalam serangan “Israel” ke Gaza, dan Oxfam mengatakan bahwa angka kematian setiap harinya lebih tinggi daripada konflik lainnya di abad ke-21.

Sekitar 136 orang masih disandera di Gaza oleh Hamas dan faksi perlawanan Palestina lainnya, sementara penjajah “Israel” terus menahan lebih dari 7.000 tahanan politik Palestina dalam kondisi yang sangat buruk – termasuk 2.000 orang yang berada dalam tahanan administratif.

Baca juga: Agresi Hari ke-95: Al-Qassam Gagalkan Pasukan Khusus ‘Israel’ dalam Misi Penyelamatan Tawanan  

Gaza telah menjadi sasaran serangan bom dan pengepungan militer “Israel” brutal selama lebih dari tiga bulan. Rumah-rumah, rumah sakit, sekolah, dan tempat-tempat ibadah telah menjadi sasaran serangan tentara Israel, yang menuai kecaman dari berbagai pemerintah dan kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Kelaparan dan mewabahnya penyakit juga memperburuk jumlah kematian dan penderitaan di wilayah tersebut. Masyarakat dunia menyebut entitas penjajah “Israel” melakukan kejahatan perang dan genosida, dan Afrika Selatan telah mengajukan kasus ini ke Mahkamah Internasional (ICJ).

Selama serangan tiga bulan yang berdarah di Gaza, beberapa tawanan “Israel” telah dibunuh oleh pasukan “Israel” sendiri, sehingga memicu tuduhan “pengabaian” dan seruan agar Netanyahu mengundurkan diri karena penanganannya terhadap situasi penyanderaan.

Baca juga: Pesan Tawanan Hamas ke Netanyahu: “Kamu Bunuh Anak-Istriku, Bawa Mereka Pulang!

Pada akhir Oktober tahun lalu, Anti-Defamation League (ADL) yang berbasis di Amerika Serikat (AS) mengajukan tuntutan agar AS, Jerman, dan Austria memberikan kewarganegaraan kepada para tawanan “Israel” untuk membantu pembebasan mereka.

ADL sering menuduh kelompok-kelompok dan individu-individu pro hak-hak sipil Palestina sebagai antisemitisme setelah mereka berbicara menentang perang dan pengepungan “Israel” di Gaza.

Jerman dan Hungaria mendapat kecaman karena mengambil sikap pro-Israel meskipun ada banyak korban jiwa dan kehancuran di Gaza.

Berlin telah berulang kali membungkan suara-suara pro-Palestina di negara tersebut dan telah menawarkan dukungan militer kepada “Israel”, sementara Budapest memberikan suara menentang Resolusi PBB yang menuntut gencatan senjata pada bulan November.*

Baca juga: Tawanan “Israel” yang Dibebaskan Hamas: “Mereka Memperlakukan Wanita Bak Ratu”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:EropaHAMASisraelJalur GazaKewarganegaraanKonflik Palestina-IsraelpalestinaPerang Palestina-Israeltawanan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Adila Hassim Adila Hassim, Pengacara Muslim yang Wakili Afrika Selatan di ICJ
Tulisan selanjutnya Sudah 380 Masjid Dihancurkan ‘Israel’ di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?