Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Para Pakar Desak Amerika Serikat Berikan Obat Ebola ke Afrika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Agustus 2014 09:39 9:39 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Agustus 2014 09:39
Bagikan
Pasien Ebola di Uganda sedang dirawat petugas medis.
Bagikan

Hidayatullah.com–Para pakar virus Ebola terkemuka dunia mendesak Amerika Serikat agar obat percobaan dan vaksinnya diberikan kepada orang-orang di Afrika Barat, di mana wabah penyakit mematikan itu saat ini menyebar di tiga negara dan menewaskan 900 orang.

Peter Piot, David Heymann dan Jeremy Farrar –semuanya profesor dan pakar terkemuka soal Ebola– mengatakan bahwa ada beberapa obat antiviral, antibodi monoclonal dan vaksin yang sedang dikaji dan kemungkinan menjadi obat melawan Ebola.

“Pemerintah negara-negara Afrika seharusnya diperbolehkan untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan tentang apakah produk-produk (obat) itu bisa digunakan atau tidak, misalnya untuk melindungi dan merawat pekerja kesehatan yang sangat beresiko tinggi terkena infeksi,” kata mereka dalam sebuah pernyataan bersama.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), satu-satunya lembaga internasional yang memiliki otoritas yang diperlukan untuk memperbolehkan perawatan dengan obat percobaan itu, seharusnya memainkan peran kepemimpinan yang lebih besar, kata mereka.

Dua pekerja medis Amerika yang tergabung dalam Smaritan’s Purse tertular virus Ebola di Liberia dan setelah dirawat dengan obat percobaan bernama ZMapp, dibuat oleh perusahaan biotek swasta asal San Diego Mapp Biopharmaceutical, kondisi mereka relatif membaik.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Direktur London School of Hygiene and Tropical Medicine Peter Piot, Direktur Chatam House Centre on Global Health Security David Heymann dan Direktur Welcome Trust Jeremy Farrar mempertanyakan mengapa Amerika Serikat tidak memberkan Afrika kesempatan yang sama untuk mendapatkan obat tersebut.

Mapp berdalih, ZMapp baru dinyatakan sebagai kandidat obat yang potensial untuk merawat pasien Ebola pada bulan Januari lalu, oleh karena itu saat ini jumlahnya sangat terbatas. Selain itu, menurut Mapp obat itu sangat sulit dibuat.

ZMapp merupakan serum yang terdiri dari tiga antibodi yang dihasilkan dari daun tembakau yang sudah dimodifikasi, yang mana tanaman itu perlu waktu berpekan-pekan untuk tumbuh.

Sementara itu jurubicara WHO di Jenewa kepada Reuters mengatakan bahwa lembaganya tidak akan memberikan rekomendasi untuk obat apapun yang belum melalui proses uji klinis dan belum mendapatkan lisensi sebagaimana mestinya, lansir Aljazeera rabu (6/8/2014).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kejutkan Penjajah, Pejuang Al-Qassam Muncul di Markas Tentara Zionis
Tulisan selanjutnya ACT Salurkan Lagi Paket Pangan ke Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?