Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Uang 5 Ribu Sulit Didapat dan Berdoa Minta Mati, Keluarga ini Kebanjiran Bantuan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Maret 2024 06:01 6:01 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Maret 2024 17:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang wanita Nigeria bernama Shamsiyya Abubakar kebanjiran bantuan dari orang tak dikenal setelah kesulitan hidupnya disorot kamera BBC. Padahal biasanya uang senilai 5 ribu rupiah saja sulit didapat dan dia sempat berdoa minta mati.

Shamsiyya mulai kehilangan semangat hidup seiring dengan kesulitan ekonomi yang dialami keluarganya yang beranggotakan sembilan orang.

Wanita berusia 32 tahun itu terpaksa mengkonsumsi afafata, gabah beras sisa penggilingan padi, yang biasanya dibuang atau dijadikan pakan ternak karena terlalu keras untuk dimakan manusia.

Ibu muda yang masih memiliki bayi baru lahir itu mengatakan kepada BBC Pidgin bagaimana kesulitan hidup membuat pikirannya dipenuhi hal-hal buruk dan kelam.

“Terkadang saya berkata kepada diri sendiri: ‘Daripada hidup seperti ini, bukankah lebih baik saya mati?’,” katanya dalam bahasa Hausa saat diwawancarai BBC Pidgin. 

Baca Juga

Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026
Muhammadiyah Tawarkan Pendampingan Hukum untuk Kasus di Ponpes Hamalatul Qur’an
Auditor Halal sebagai Mata Rantai Kebaikan dalam Pengabdian

Kesulitan hidup serupa sebenarnya saat ini banyak dialami oleh rakyat Nigeria.

Namun, sejak wawancara tersebut ditayangkan hari Selasa (27/2/2024), banyak orang tak dikenal mengirimkan bantuan beras dan uang ke rumah Shamsiyya.

Bantuan tidak terduga itu telah mengubah hidupnya, kata Shamsiyya saat diwawancarai untuk kedua kali oleh BBC.

“Saya tidak pernah melihat uang sebanyak itu dalam hidup saya… Saya sangat bersyukur,” ujar wanita berhijab itu.

“Saya mendapatkan uang tunai dari sejumlah orang, sementara lainnya membawakan beras bagus dan tepung jagung, sehingga kami memiliki bahan makanan berkualitas baik yang cukup untuk dimakan sekarang,” imbuhnya.

Suaminya, Haruna Abubakar, juga menunjukkan sukacita atas rezeki yang diterima keluarganya.

“Pada hari video BBC itu, kami tidak punya apa-apa untuk dimakan. Saya kesulitan untuk mendapatkan uang 500 naira untuk membeli secangkir beras,” kata Haruna. 

Uang 500 naira nilai tukarnya sekitar $0,32 atau setara 5.000 rupiah.

“Hari ini, saya adalah seorang pria yang berbahagia sebab kehidupan kami berubah dan kami memiliki makanan yang cukup.”

Sani Isah, salah satu warga yang membawa bahan makanan ke rumah Abubakar, mengaku menangis mendengar kisah pilu keluarga itu.

“Menurut saya kasus wanita itu patut membuat malu para pemimpin kami. Saya benar-benar menangis menonton videonya. Bagaimana mungkin seseorang berdoa minta mati dan bukannya hidup hanya karena tidak ada makanan?” kata Sani Isah.

“Saya berdoa supaya orang lain yang bernasib seperti wanita ini juga akan mendapatkan bantuan yang mereka perlukan yang akan mengubah hidup mereka,” ujarnya.

Shamsiyya mengaku akan menjadikan sebagian bantuan yang diterimanya untuk modal usaha, yang diharapkan dapat menjadi sumber nafkah bagi keluarganya.

Nigeria, negara Afrika yang cukup banyak memiliki sumber minyak, saat ini sedang mengalami krisis ekonomi paling buruk kurun beberapa generasi, yang menyebabkan kekurangan pangan di mana-mana.

Hari Selasa, ribuan orang turun ke jalan guna memprotes cara pemerintah mengatasi masalah ekonomi.

Tingginya harga beras, yang merupakan bahan pokok bagi masyarakat Nigeria, merupakan sumber frustasi terbesar rakyat. Beras harganya saat ini naik lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Bukan hanya keluarga Abubakar yang terpaksa mengkonsumsi afafata. Sebagian lain yang bernasib lebih buruk bahkan tidak bisa makan sama sekali.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berasnigeria
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bekas Diplomat Karir Amerika Serikat Mengaku Puluhan Tahun Jadi Agen Asing untuk Kuba
Tulisan selanjutnya Eks Senator ini Dorong Kader-kader Umat Bermodal Kuat Terjun ke Politik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’

Berita
2 November 2026 18:02
‘Israel’ Lancarkan Penggerebekan di Seluruh Tepi Barat, Usir 5.000 Warga Palestina
Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika
Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
Parlemen Mesir Restui Dukungan Militer untuk Arab Saudi

Terbaru

  • Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026
  • Muhammadiyah Tawarkan Pendampingan Hukum untuk Kasus di Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Auditor Halal sebagai Mata Rantai Kebaikan dalam Pengabdian
  • LBH Hidayatullah Kecam Penggerebekan Sewenang-Wenang Aparat di Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo
  • Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
  • Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak
  • Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar
  • Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

LBH Hidayatullah Kecam Penggerebekan Sewenang-Wenang Aparat di Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo

2 November 2026 12:29
Berita

Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar

31 Oktober 2026 17:26
Berita

Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris Jelang Penampilan Bersama Pendiri Palestine Action

31 Oktober 2026 10:09
Berita

LPH Hidayatullah Sambangi BPJPH, Bahas Penguatan Regulasi, Kompetensi dan Integritas Auditor

31 Oktober 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?