Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bekas Diplomat Karir Amerika Serikat Mengaku Puluhan Tahun Jadi Agen Asing untuk Kuba

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Maret 2024 15:14 3:14 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Maret 2024 15:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang bekas diplomat karir Amerika Serikat mengatakan kepada hakim federal bahwa dirinya mengaku bersalah atas dakwaan menjadi agen asing untuk pemerintah komunis Kuba selama puluhan tahun.

Dengan pengakuannya itu Manuel Rocha terancam dihukum penjara dalam waktu yang lama.

Pihak jaksa dan pengacara pembela Rocha mengisyaratkan adanya kesepakatan keringanan hukuman, tetapi mereka tidak mengungkapkannya secara terbuka di pengadilan hari Kamis (29/2/2024).

Bekas diplomat berusia 73 tahun itu akan dihadirkan kembali di persidangan pada 12 April, ketika hakim diperkirakan akan membacakan hukumannya, lapor Associated Press.

Dalam keadaan tangan dan kakinya dirantai, Rocha dihadapan hakim Beth Bloom memgaku menerima dakwaan. Jaksa, sebagai imbal balik pengakuan bersalah terdakwa, setuju membatalkan 13 dakwaan termasuk penipuan dengan alat komunikasi dan membuat pernyataan palsu.

Baca Juga

Ms Rachel Gandakan Donasi Mackelmore untuk Palestina, Jadi 2 Juta Dolar AS
Saat Harga BBM Naik, Qatar Salurkan 1,3 Juta Liter Bahan Bakar untuk Gaza
MUI Titip Pesan kepada Menkeu Suahasil: Jaga APBN dan Perkuat Ekonomi Syariah
Ucap Salam, Polisi Muslimah Berpangkat Tinggi India Dimutasi
Erdogan akan Maju Pemilihan Presiden 2028

Semasa masih aktif sebagai diplomat, Rocha pernah menjabat sebagai duta besar AS untuk Bolivia, Argentina, Meksiko serta menjadi penanggung jawab kepentingan Gedung Putih dan AS di ibukota Kuba, Havana.

Setelah pensiun dari karirnya sebagai diplomat, Rocha pernah mendapatkan posisi sebagai penasihat khusus untuk komandan pasukan AS di US Southern Command. Belakangan dia menjadi pendukung Donald Trump dan Kuba garis keras.

Peter Lapp, pengawas kontraintelijen FBI terhadap Kuba antara tahun 1998 dan 2005, terbongkarnya kasus ini menunjukkan seberapa besar penetrasi Kuba di seputar kebijakan luar negeri AS.

Umumnya pada kasus-kasus kontraintelijen, terdakwa dijerat dengan tuduhan spionase. Namun, dalam kasus ini Rocha dijerat dengan tuduhan lebih ringan yaitu bertindak sebagai agen asing, yang hukumannya paling berat penjara antara lima sampai sepuluh tahun, sehingga memudahkan pihak jaksa dan Rocha mencapai kesepakatan.

“Ini merupakan langkah win-win untuk kedua belah pihak,” kata Lapo, yang memimpin investigasi kasus Ana Montes, pejabat AS tingkat paling tinggi yang pernah divonis bersalah sebagai mata-mata untuk Kuba. “Fia dapat secepatnya kembali berkumpul bersama keluarga, dan AS segera dapat melakukan asesmen terhadap dampaknya, hal yang tidak dapat dilakukan apabila dia menolak bersikap kooperatif,” kata Lapp 

“Ada hal-hal detil yng hanya bisa didapatkan dari ketersediaan terdakwa,” imbuh Lapp.

Rocha ditangkap oleh FBI di rumahnya di Miami dengan tuduhan “terlibat aktivitas klandestin” untuk kepentingan Kuba sejak setidaknya tahun 1981 – tahun di mulai bekerja di Departemen Luar Negeri AS – termasuk bertemu dengan kaki tangan intelijen Kuba dan memberikan informasi palsu kepada aparat pemerintah AS perihal kontak-kontaknya.

“Apa yang telah kami lakukan… sangat besar … lebih dari grand slam,” kata Rocha membanggakan hasil kerjanya selama lebih dari 40 tahun kepada agen FBI yang berpura-pura menyamar sebagai agen intelijen Kuba. Pernyataan Rocha itu dan banyak perbicangan lainnya direkam oleh agen FBI yang menyamar tersebut.

 Aparat federal mengaku tidak banyak yang mereka ketahui tentang apa sebenarnya yang dilakukan Rocha untuk Kuba. Para penyelidik di FBI mengatakan asesmen terhadap dampak tindakan Rocha bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Namun, hasil investigasi Associated Press menunjukkan pihak berwenang AS berkali-kali mengabaikan peringatan bahaya akan aktivitas Rocha.

Salah satunya, seorang agen CIA pada tahun 2006 pernah mendapatkan bocoran informasi bahwa Rocha sebenarnya adalah agen ganda.

Jauh sebelum itu, sekitar tahun 1987, CIA mendapatkan informasi bahwa Fidel Castro memiliki “super mole” yang terkubur di dalam pemerintahan AS, dan sejumlah pejabat menduga orang itu adalah Rocha.

Pengakuan bersalah Rocha hari Kamis itu dibuat hanya beberapa jam setelah janda dari seorang disiden Kuba ternama yang tewas dalam kecelakaan misterius memasukkan gugatan hukum yang menuduh Rocha membagikan informasi intelijen ke para pemimpin komunis Kuba yang berujung pada pembunuhan seorang tokoh oposisi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatdiplomatkubaManuel Rocha
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Puasa Ramadhan dan Transformasi Umat
Tulisan selanjutnya Uang 5 Ribu Sulit Didapat dan Berdoa Minta Mati, Keluarga ini Kebanjiran Bantuan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wanita Afghanistan Dideportasi dari Amerika Serikat oleh Pengadilan ‘Alien Terrorist’

Berita
17 September 2026 16:35
MUI Titip Pesan kepada Menkeu Suahasil: Jaga APBN dan Perkuat Ekonomi Syariah
‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi
Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam
Peringatan Hari Kematian Mahsa Amini Pertokoan Tutup, Pasukan Keamanan Iran Bersiaga

Terbaru

  • Ms Rachel Gandakan Donasi Mackelmore untuk Palestina, Jadi 2 Juta Dolar AS
  • Saat Harga BBM Naik, Qatar Salurkan 1,3 Juta Liter Bahan Bakar untuk Gaza
  • MUI Titip Pesan kepada Menkeu Suahasil: Jaga APBN dan Perkuat Ekonomi Syariah
  • Ucap Salam, Polisi Muslimah Berpangkat Tinggi India Dimutasi
  • Erdogan akan Maju Pemilihan Presiden 2028
  • Gerebek Kelab Malam dan Bar Gay, Turki Tangkap 162 Aktivis LGBT
  • 87 Persen Penonton Situs Berita Muslim Inggris Tak Percaya Houthi Menargetkan Mekkah
  • Komisi Eropa Mengajukan RUU Larangan Akses Media Sosial Bagi Anak di Bawah 13 Tahun
  • Bertemu Mahmoud Abbas Presiden Mesir Menolak Pengusiran Warga Palestina dari Jalur Gaza
  • Wanita Afghanistan Dideportasi dari Amerika Serikat oleh Pengadilan ‘Alien Terrorist’

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Gerebek Kelab Malam dan Bar Gay, Turki Tangkap 162 Aktivis LGBT

17 September 2026 21:10
Berita

87 Persen Penonton Situs Berita Muslim Inggris Tak Percaya Houthi Menargetkan Mekkah

17 September 2026 20:49
Berita

Komisi Eropa Mengajukan RUU Larangan Akses Media Sosial Bagi Anak di Bawah 13 Tahun

17 September 2026 17:50
Berita

Bertemu Mahmoud Abbas Presiden Mesir Menolak Pengusiran Warga Palestina dari Jalur Gaza

17 September 2026 16:56
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?