Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bantuan Kemanusiaan yang Diterjunkan dari Udara untuk Gaza Hanyalah ‘Sandiwara’

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 4 Maret 2024 21:42 9:42 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 4 Maret 2024 21:45
Bagikan
Bantuan Kemanusiaan AS
Bagikan

Hidayatullah.com – Amerika Serikat bersama sejumlah negara lain menerjunkan bantuan ke Gaza melalui udara pada tanggal 2 Maret, sebuah upaya yang oleh lembaga-lembaga kemanusiaan sebut sebagai “sandiwara” yang berkontribusi terhadap kekacauan di lapangan dan tidak banyak membantu untuk mencegah kelaparan yang diakibatkan oleh Israel terhadap 2,3 juta warga Palestina.

Komando Pusat AS mengumumkan pada hari Sabtu bahwa pesawat C-130 Angkatan Udara, bekerja sama dengan angkatan udara Yordania, menjatuhkan kantun yang berisi lebih dari 38.000 makanan ke daerah yang terkepung tersebut.

Kantung-kantung tersebut dijatuhkan dengan parasut di atas garis pantai Mediterania yang terkepung untuk memungkinkan “akses sipil ke bantuan penting,” kata Komando Pusat.

Selama sepekan terakhir, Yordania, Mesir, UEA, dan Prancis telah menjatuhkan berton-ton makanan siap saji, popok, dan pasokan penting lainnya.

Namun, menjatuhkan bantuan dari pesawat merupakan cara yang mahal dan tidak efisien untuk mengirimkan bantuan kepada penduduk dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 2 juta orang di Gaza, termasuk ratusan ribu orang yang berada di ambang kelaparan, nilai The Washington Post pada hari Minggu.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Untuk mencegah kelaparan yang diciptakan Israel di Gaza, AS harus menggunakan pengaruhnya untuk memaksa Israel membuka penyeberangan darat untuk konvoi bantuan.

Philippe Lazzarini, kepala UNRWA, badan utama PBB untuk urusan Palestina, menggambarkan serangan udara sebagai “pilihan terakhir, cara yang sangat mahal untuk memberikan bantuan.”

“Saya tidak berpikir bahwa dropping makanan melalui udara di Jalur Gaza seharusnya menjadi jawaban hari ini,” tambah Lazzarini. “Jawaban yang sebenarnya adalah: membuka penyeberangan dan membawa konvoi dan bantuan medis ke Jalur Gaza.”

Janti Soeripto, kepala Save the Children, menyebut serangan udara ke Gaza sebagai “sandiwara” yang memicu kekacauan di lapangan.

“Anda tidak bisa menjamin siapa yang mendapatkannya dan siapa yang tidak,” jelasnya. “Anda tidak bisa menjamin ke mana arahnya. Anda mungkin menempatkan orang-orang dalam bahaya,” termasuk anak-anak yang mengarungi lautan untuk mengambil paket-paket yang berat itu.

Bantuan dari Amerika Serikat ini datang satu hari setelah Israel melepaskan tembakan dan menewaskan lebih dari 100 orang Palestina yang putus asa dan berusaha menerima karung-karung tepung dari salah satu dari sedikit konvoi bantuan yang mencapai Gaza utara.

Electronic Intifada mencatat bahwa “Apa yang dipasarkan sebagai bantuan kebajikan hanyalah sandiwara bantuan kemanusiaan yang tidak melakukan apapun untuk mengakhiri kampanye kelaparan sistematis dan disengaja yang dilancarkan Israel dan sekutu-sekutunya di Amerika dan Eropa, dengan keterlibatan rezim-rezim regional, terhadap warga Palestina.”

Dengan berpartisipasi dalam pengiriman bantuan ini, negara-negara Arab “memberikan perlindungan hubungan masyarakat bagi negara-negara yang secara langsung terlibat dalam genosida Israel terhadap warga Palestina di Gaza,” tambah media tersebut.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby, mengakui bahwa serangan udara tersebut hanya dimaksudkan sebagai pelengkap karena “Anda tidak dapat meniru ukuran dan skala serta cakupan konvoi 20 atau 30 truk.”

Meskipun demikian, Gedung Putih tidak melakukan upaya apapun untuk memaksa Israel mengizinkan lebih banyak konvoi masuk ke Gaza dan terus memasok Tel Aviv dengan senjata untuk kampanyenya yang telah menewaskan lebih dari 30.000 orang Palestina, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak.

Pada saat yang sama, Israel dengan sengaja memastikan bahwa bantuan tidak sampai ke Gaza.

Pada bulan Februari, Menteri Israel Benny Gantz dan Gadi Eisenkot mengusulkan “pengurangan pasokan [bantuan] – sebagai bagian dari tekanan untuk membangun mekanisme lain di Jalur Gaza dan juga sebagai bagian dari langkah untuk mengembalikan para sandera.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatbantuan kemanusiaanBantuan UdaraJalur GazaPerang Palestina-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Tulisan selanjutnya Dibangun dari Bambu, Surau Buluh jadi Ikon Wisata Malaysia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?