Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Sepuluh Juta Orang Thailand Sakit Akibat Polusi Udara Pada 2023

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Maret 2024 16:27 4:27 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Maret 2024 16:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Lebih dari 10 juta orang di Thailand memgalami sakit yang berkaitan dengan polusi udara pada tahun 2023.

Data dari National Economic and Social Development Council (NESDC) itu dimunculkan di saat kualitas udara Thailand memburuk.

Tindakan pembakaran lahan pertanian dan kebakaran hutan, terutama di bagian utara negeri itu, kerap menimbulkan kabut asap beracun di awal tahun.

Pada permulaan 2024 sudah tampak kenaikan kasus penyakit berkaitan polusi dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari 1,3 juta di sembilan pekan pertama tahun 2023, jumlah orang yang berobat karena sakit berkaitan dengan polisi naik menjadi 1,6 juta pada awal tahun 2024, lansir AFP (6/3/2024). Thailand memiliki jumlah penduduk sekitar 72 juta jiwa.

Baca Juga

Erdogan pembagian vaksin
Erdogan: Pakta Pertahanan Makkah adalah Sinyal Persatuan bagi Dunia Islam
Publik Amerika Lebih Pilih Dukung Palestina daripada ‘Israel’
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara
Norwegia Ancam Penjara 3 Tahun bagi Perusahaan yang Berdagang dengan Permukiman Israel
Teror Bandit Merebak di Nigeria, Enam Imam Diculik

Penyakit yang diderita penduduk antara lain kanker paru-paru, bronchitis, asthma, dan penyakit jantung.

Thailand harus memprioritaskan penanggulangan dampak PM2,5 terhadap kesehatan masyarakat,” kata NESDC.

PM 2,5 merujuk pada tingkat partikel sangatbkecil yang berbahaya – dengan diameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil – yang dapat memasuki aliran darah melalui paru-paru.

Paparan mikro-polutan itu dapat menimbulkan sensasi seperti terbakar dan gatal pada mata dan kulit, serta batuk dan dada terasa sesak.

Gejala-gejala itu kemungkinan lebih berat bagi orang yang sudah memiliki masalah kesehatan pada jantung atau paru-paru.

Beberapa kota di bagian utara sudah terdaftar sebagai daerah dengan udara paling tercemar di dunia. Chiang Mai, Chiang Rai dan Lampang diberi label “tidak sehat” oleh platform pemantau kuali udara IQAir.

Pada Juli 2023, sekitar 1.700 orang di Chiang Mai melayangkan gugatan hukum terhadap bekas perdana menteri Prayut Chan-o-cha dan dua badan pemerintah karena gagal menggunakan kewenangan mereka untuk mengatasi polusi di bagian utara Thailand, yang mereka katakan mengurangi masa hidup mereka sekitar lima tahun.

Pada Januari tahun ini, pengadilan di Chiang Mai menyuruh pemerintah untuk membuat rencana darurat guna menaikkan kualitas udara dalam waktu 90 hari.

Polusi udara merupakan masalah besar bagi Thailand terutama di musim kering, yang biasanya berlangsung dari November sampai Maret. Penyebab utamanya adalah kegiatan pembakaran lahan pertanian tebu dan padi. Petani biasa membakar lahan usai masa panen untuk memudahkan proses tanam selanjutnya.

Awal tahun ini, Perdana Menteri Srettha Thavisin berjanji akan meningkatkan kualitas udara. Para wakil rakyat di parlemen juga mengusulkan pembuatan RUU untuk mengatasi masalah tersebut.

Pekan lalu, negara itu mengumumkan rencana untuk mengerahkan 30 pesawat di seluruh Thailand untuk melakukan pemupukan awan hujan dan meringankan polusi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:polusithailand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki akan Bangun Penjara Khusus Pecandu Narkoba
Tulisan selanjutnya Rawan Aksi Penembakan Personel National Guards Dikerahkan di Kereta New York

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia

Berita
10 September 2026 13:13
Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS
Publik Amerika Lebih Pilih Dukung Palestina daripada ‘Israel’
Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun

Terbaru

  • Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah
  • Erdogan: Pakta Pertahanan Makkah adalah Sinyal Persatuan bagi Dunia Islam
  • Publik Amerika Lebih Pilih Dukung Palestina daripada ‘Israel’
  • Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara
  • Norwegia Ancam Penjara 3 Tahun bagi Perusahaan yang Berdagang dengan Permukiman Israel
  • Teror Bandit Merebak di Nigeria, Enam Imam Diculik
  • 900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat
  • Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam
  • Anwar Ibrahim Serukan BRICS untuk Tolak Penjajahan dan Terorisme ‘Israel’
  • Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat

14 September 2026 21:39
Berita

Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam

14 September 2026 21:09
Anwar Ibrahim Malaysia Hamas
Berita

Anwar Ibrahim Serukan BRICS untuk Tolak Penjajahan dan Terorisme ‘Israel’

14 September 2026 11:39
Berita

Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI

14 September 2026 10:33
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?