Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Google Pecat Insinyur yang Tolak Bangun Teknologi Mendukung Genosida Palestina

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 Maret 2024 15:25 3:25 pm
Ahmad
Dipublikasikan 13 Maret 2024 15:40
Bagikan
Seorang insinyur Google yang melakukan aksi protes pada Barak Regev
Bagikan

Hidayatullah.com—Google telah memecat seorang insinyur yang melakukan protes dukungan perusaan itu pada ‘Israel’, saat pidato utama perusahaan di New York City, menurut sebuah laporan yang diterbitkan Jumat.

Pria ini, sebelumnya melakukan aksi protes kepada Direktur Pelaksana Google ‘Israel’ Barak Regev di acara konferensi teknologi di New York.

Pria yang memakai baju oranye dan mengidentifikasi dirinya sebagai insinyur di divisi Cloud Google berdiri dan mengatakan bahwa dirinya menolak membuat teknologi untuk genosida.

“Saya menolak untuk membuat teknologi yang akan dipergunakan untuk genosida dan apartheid,” katanya sembari dipersilakan untuk keluar dari ruangan oleh petugas.

Seorang juru bicara Google mengatakan kepada kanal berita CNBC bahwa karyawan tersebut sudah dipecat karena “mengganggu acara resmi yang disponsori perusahaan.”

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

“Perilaku ini tidak baik, apa pun masalahnya, dan karyawan tersebut dipecat karena melanggar kebijakan kami,” kata juru bicara tersebut tanpa merinci kebijakan mana yang dilanggar oleh mantan karyawan tersebut.

“Project Nimbus” telah lama dikecam oleh para pendukung pro-Palestina, termasuk mereka yang berada di jajaran Google sendiri. Ini mencakup kontrak lebih dari $1 miliar antara Google dan Amazon, serta pemerintah dan militer ‘Israel’, untuk menyediakan layanan komputasi awan kepada Tel Aviv.

Surat terbuka tahun 2021 dari karyawan Google dan Amazon yang diterbitkan di Guardian mengecam kontrak tersebut, dengan mengatakan bahwa kontrak tersebut “akan membuat diskriminasi dan pengusiran sistematis yang dilakukan oleh militer dan pemerintah ‘Israel’ menjadi lebih kejam dan mematikan bagi warga Palestina.”

“Teknologi ini memungkinkan pengawasan lebih lanjut dan pengumpulan data yang melanggar hukum mengenai warga Palestina, dan memfasilitasi perluasan pemukiman ilegal ‘Israel’ di tanah Palestina,” kata surat itu, yang ditandatangani oleh 90 pekerja di Google dan lebih dari 300 pekerja di Amazon pada saat itu.

“Kami tidak bisa melihat ke arah lain, karena produk yang kami buat digunakan untuk mengabaikan hak-hak dasar warga Palestina, memaksa warga Palestina keluar dari rumah mereka dan menyerang warga Palestina di Jalur Gaza,” tambahnya.

Suara-suara tersebut tampaknya tumbuh di dalam perusahaan di tengah perang yang sedang berlangsung di ‘Israel’ di Gaza.

Minggu ini, lebih dari 600 karyawan Google menulis surat internal kepada pimpinan pemasaran Google yang menuntut perusahaan teknologi tersebut membatalkan sponsornya pada forum “Mind the Tech” tempat Regev berbicara, menurut situs web berita Wired yang berfokus pada teknologi.

Pertemuan tersebut merupakan acara yang dimaksudkan untuk menyoroti kemajuan dalam industri teknologi ‘Israel’.

“Mohon menarik diri dari “Mind the Tech”, menyampaikan permintaan maaf, dan mendukung Googler serta pelanggan yang putus asa atas banyaknya korban jiwa di Gaza; kami membutuhkan Google untuk berbuat lebih baik,” kata surat itu.

‘Israel’ telah melancarkan agresi terhadap Gaza sejak  yang telah menewaskan lebih dari 30.800 orang dan melukai hampir 73.000 lainnya di Gaza di tengah kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok.

Penjajah ‘Israel’ juga menerapkan blokade yang melumpuhkan wilayah kantong Palestina, menyebabkan penduduknya, khususnya penduduk Gaza utara, berada di ambang kelaparan.

Sekitar 85% warga Gaza terpaksa mengungsi akibat serangan ‘Israel’ di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60% infrastruktur di wilayah kantong tersebut rusak atau hancur, menurut PBB.

Penjajah ditetapkan Mahkamah Internasional telah melakukan genosida, yang dalam keputusan sementara pada bulan Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Barak RegevCloud Googlegenosida PalestinagoogleHeadlineProject Nimbus
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ditolak Rakyat Haiti Tak Didukung AS dan Negara Tetangga PM Ariel Henry Mundur
Tulisan selanjutnya Masjidil Haram Dilengkapi 25.000 Karpet Baru selama Bulan Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?