Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Masjid Turki Pertama di London Sepi Jamaah Minim Donasi Terancam Dijual

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Maret 2024 20:19 8:19 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Maret 2024 23:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Terletak di antara kedai-kedai kebab, penjual makanan khas Karibia dan gedung apartemen baru nan mentereng di Dalston, timur laut London, berdiri sebuah masjid yang pertama dibangun di Inggris oleh komunitas Turki. Meskipun bangunannya masih berdiri tegak, masjid itu sepi jamaah dan minim donasi sehingga sulit untuk bertahan.

Orang muda perlahan tapi pasti tidak lagi mengunjungi masjid di daerah Dalston itu, sehingga pemiliknya mungkin terpaksa menerima tawaran developer untuk menjualnya.

“Tagihan kami naik tiga kali lipat, biaya untuk pemeliharaan gedung melonjak dan kami tidak mengumpulkan cukup donasi,” kata Erkin Güney, 59, pengelola dan pemilik Masjid Ramadan yang juga dikenal sebagai Shacklewell Lane Mosque.

Dia mengatakan masjid itu kemungkinan terpaksa ditutup pada bulan Ramadhan tahun depan, lansir The Guardian Kamis (21/3/2024).

Biaya bulanan mencapai sekitar £4.000. “Kami mendapatkan sekitar £200 sampai £300 sepekan apabila kami beruntung,” kata Güney. Dia baru-baru ini mendapatkan tagihan listrik £17.000.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Ketika jurnalis The Guardian mengunjungi masjid itu hari Jumat pekan lalu, pengurusan pemakaman sedang berlangsung. Itu merupakan sumber pendapatan utama masjid, sementara tambahannya berasal dari donasi yang belakangan menurun tajam. Kematian seorang jamaah tidak hanya memukul komunitas dan keluarga si mayat, tetapi juga biasanya berarti hilangnya donatur masjid.

Güney merupakan pemilik tanah di mana masjid itu berdiri. Dia mengatakan masjid terancam tutup dalam waktu setahun dan terpaksa menerima tawaran developer. Sepuluh tahun silam tanahnya ditawar £13 juta dan belakang ini £18 juta. 

“Mereka ingin merobohkannya dan menggantinya dengan bangunan rumah susun. Tragis,” ujar Güney.

Apabila tanahnya dijual ke developer, bangunan masjid yang sekarang akan dirobohkan, dan apabila masjid akan dibuat lagi di sana maka akan berada di bagian lantai bawah bersama jajaran toko dan kedai, sementara rumah tempat tinggal berada di lantai atas. 

“Energinya tidak akan sama,” kata Güney.

Bangunan tempat masjid itu pertama kali dibangun pada tahun 1903 dan awalnya merupakan sinagoge yang dipakai oleh komunitas Yahudi.

Pada tahun 1970-an, bangunan tersebut ditelantarkan dan kemudian diambil alih oleh ayah Erkin, Ramadan Güney, yang mengubahnya menjadi masjid pertama komunitas Turki di Inggris. Pada masa itu masjid makmur dan ramai jamaah. “Tidak ada masalah finansial kala itu,” kata Erkin Güney.

Beberapa tahun belakangan, jamaah dari komunitas Turki-Siprus yang biasanya mengunjungi masjid itu ada yang “wafat, pindah atau tidak dapat berkunjung ke sini,” kata Güney.

Krisis biaya hidup dan tingginya sewa rumah di kawasan Dalston membuat banyak orang pindah ke daerah lain yang lebih terjangkau.

“Banyak warga yang pindah karena mereka tidak sanggup hidup di daerah ini. Mereka pindah karena mereka tidak sanggup untuk bertahan. Kami kehilangan komunitas kami,” kata Güney.

Generasi keturunan Turki-Siprus tidak mengunjungi masjid karena mereka sudah terkena “westernisasi” dan terlepas dari akar budaya moyangnya, papar Güney, seraya menambahkan bahwa pihaknya kerap mengimbau agar para pemuda datang untuk meramaikan masjid.

Berkurangnya jamaah kemungkinan juga disebabkan bermunculannya masjid baru. Sekitar 10 masjid didirikan di daerah itu sejak Masjid Ramadan dibuka.

“Apabila 100 orang memberikan £5 atau £10 sebulan, maka itu akan mengurangi beban,” kata Güney.

Dia juga mengumpulkan uang untuk memperbaiki kerusakan pada bangunan historis itu. Belum lama ini sebuah kaca jendela yang pecah di bagian atap masjid membutuhkan dana perbaikan lebih dari £2.000.

“Saya tidak berada di sini untuk uang, kalau iya, saya pasti sudah menjual bangunan ini dan pergi. Ini masjid dan tidak selayaknya dijual, tidak boleh diusik. Ini tempat suci,” tegas pria keturunan Turki itu.

Güney mengambil alih pengelolaan masjid itu sekitar 12 tahun silam. Sebelum itu, dia memiliki sebuah kelab malam.

“Suatu hari saya berkata, ‘Saya tidak mau melakukan bisnis ini lagi’ dan saya tutup pintunya,” cerita Güney.

Dia dibantu oleh Michael, yang disebutnya sebagai “pemuda Kristen yang baik”, yang selalu mengikutinya. “Dia sudah beralih dari John McVicar ke Gandhi.”

Sound system yang dulu dipakai di kelab malam Güney sekarang ditempatkan di masjid. Sesekali diletakkan di bagian atap untuk menggemakan kumandang azan. “Saya bukan seperti ketua pengurus masjid pada umumnya,” kata Güney.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:LondonmasjidTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Buktikan Rasulullah Begitu Dekat di NādiSeera, Ngaji Sirah Dihibur Komika Abdur Arsyad
Tulisan selanjutnya Khutbah Jumat: Cara Berpuasa yang Sempurna

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?