Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

‘Kurang Manis’ Warga Malaysia Diimbau Tidak Banyak Konsumsi Gula

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 April 2024 07:59 7:59 am
Ama Farah
Dipublikasikan 17 April 2024 07:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kementerian Kesehatan Malaysia meluncurkan kampanye ‘Kurang Manis’ guna mendorong masyarakat untuk mengurangi konsumsi gula yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.

Program pemerintah Sugar Reduction Advocacy Plan, yang digagas mantan menteri kesehatan Dr Zaliha Mustafa, bertujuan mengajak masyarakat untuk waspada terhadap bahaya dari mengkonsumsi gula.

Berdasarkan inisiatif ini, sejumlah pedagang makanan-minuman di Putrajaya berkomitmen untuk hanya memasukkan satu sendok teh gula ke dalam satu gelas minuman.

Di kedai Kak Ct Corner di Precinct 8, seorang pedagang bernama Nazarullah mengatakan dia dan koleganya merespon kampanye itu dengan mengurangi penggunaan susu kental dalam minuman mereka.

“Dalam dua setengah liter air kami biasanya menggunakan dua kaleng susu kental manis. Sekarang kami menggunakan satu setengah kaleng. Kami sudah mengurangi gula tetapi tidak bisa lebih dari itu karena pelanggan tidak menyukainya,” kata Nazarullah, seperti dikutip Malay Mail Rabu (17/4/2024).

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

“Tidak ada minuman di Malaysia yang dibuat tanpa gula. Kalau tidak manis, kurang sedap,” kata penjual minuman Jamilah Hasyim saat dimintai pendapatnya perihal kampanye tersebut.

Jamilah, yang biasa berjualan di kawasan Putrajaya Precinct 16, berpendapat perubahan harus dimulai dari rumah, orangtua harus menjadi contoh untuk membiasakan minuman sehat.

Meskipun secara umum banyak pihak mendukung inisiatif itu, tetapi sebagian menilai sosialisasinya masih sangat kurang.

“Saya belum pernah mendengarnya,” kata Mohd Irysham Fadhil, yang menyeruput minuman Milo dalam gelas berukuran besar untuk menggelontor sepiring nasi yang disantapnya, ketika dimintai komentar tentang ‘Kurang Manis’.

“Apabila ada kampanye seperti itu bukankah seharusnya ada di televisi atau internet? Iklan atau semacamnya? Saya ingat dulu jika ada pengumuman masyarakat akan ada banyak video dan iklan kampanye ditayangkan berulang kali setiap hari sampai pesannya melekat di benak masyarakat,” kata pemuda itu.

Siti Nurianti Nura, seorang warga yang mendukung kampanye itu menyampaikan sentimen serupa.

“Seharusnya promosi kampanye itu bisa dilakukan lebih baik,” ujar wanita itu. 

“Saya sangat jarang melihat posternya, sementara di suatu pusat jajanan hanya ada plakat berukuran kecil di pojokan,” imbuhnya.

Alwi Mustafa, 64, pengelola Cafe Godang, menyampaikan pendapat serupa.

“Sekedar spanduk saja tidak cukup,” kata pria itu, seraya menambahkan bahwa video edukasi tentang bahaya konsumsi gula berlebih yang ditayangkan di layar televisi di pusat-pusat jajanan dinilainya sangat efektif.

“Di Malaysia, kita sering bercanda dengan pelanggan, memperingatkan mereka tentang risiko konsumsi gula berlebih, dengan guyonan mereka ‘bisa kehilangan satu kaki’,” kata pemilik kedai itu.

Diabetes saat ini sudah menjadi penyebab utama gagal ginjal di Malaysia.

Tahun lalu saat masih menjabat menteri, Dr Zaliha memperingatkan bahwa biaya perawatan diabetes sudah memberatkan anggaran kesehatan, sehingga perlu diambil tindakan pencegahan. Tahun 2011, biaya perawatan diabetes menelan anggaran RM2,04 miliar dan pada 2017 naik menjadi RM4,38 miliar setahun.

Dia mengatakan konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti pertambahan berat badan dan obesitas, diabetes, gigi busuk dan berbagai penyakit tidak menular lain.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gulaKurang ManisMalaysia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dihajar Hujan Badai Uni Emirat Arab Banjir [Video]
Tulisan selanjutnya Dosa yang Lebih Hebat Daripada Berzina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?