Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Aksi Mendukung Palestina Mengguncang Kampus-Kampus Elit Amerika  

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 April 2024 20:37 8:37 pm
Ahmad
Dipublikasikan 25 April 2024 21:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Protes pro-Palestina yang mengguncang universitas-universitas di Amerika Serikat (AS), menyebar ke lebih banyak kampus-kampus.

Protes terhadap penjajah ‘Israel’ memenuhi jalan-jalan di Brooklyn dan meningkat di universitas-universitas di seluruh Amerika Serikat (AS), ketika para demonstran menuntut diakhirinya korban sipil di Gaza.

Demo di Universitas Columbia di New York menyebabkan puluhan penangkapan dilakukan pekan lalu, setelah otoritas universitas memanggil polisi untuk membubarkan perkemahan mahasiswa.

Protes yang meningkat ini menyusul penangkapan massal terhadap para demonstran di beberapa universitas di Pantai Timur dalam beberapa hari terakhir, dan menunjukkan ketidakpuasan yang semakin mendalam di AS, yang secara historis merupakan sekutu terpenting ‘Israel’, terhadap jalannya perang dengan Hamas.

Protes pro-Palestina telah terjadi setelah Presiden Joe Biden, yang menyatakan dirinya sebagai “Zionis”, selama berbulan-bulan.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Di beberapa kampus, aksi protes baru-baru ini berkembang menjadi perkemahan yang menarik mahasiswa dan dosen dari berbagai latar belakang.

Termasuk agama Yahudi dan Muslim, yang menjadi tempat pengajaran, doa antaragama, dan pertunjukan musik.

Protes besar di jalanan Brooklyn mencapai kebuntuan pada hari Selasa lalu ketika polisi New York mulai menangkap orang-orang dengan tuduhan berperilaku tidak tertib, dan menahan mereka yang menolak untuk bergerak dengan menggunakan tali pengikat.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengkritik penggunaan pasukan polisi untuk membungkam perbedaan pendapat, dan mengatakan bahwa hal itu merusak kebebasan akademis.

“Begitu juga dengan pencemaran nama baik dan membahayakan mahasiswa Yahudi, Muslim dan Palestina yang didasarkan pada komentar-komentar yang menghasut dan mencurigakan yang dibuat oleh beberapa orang tak dikenal dan bertopeng di luar kampus,” terang Afaf Nasher, Direktur eksekutif CAIR di New York, dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters.

Demonstrasi juga pecah di Universitas Southern California pada hari Rabu, dan di Texas, di mana terjadi ketegangan antara mahasiswa dan polisi, dengan lebih dari 20 orang ditangkap.

Ini adalah konfrontasi terbaru antara penegak hukum dan mahasiswa yang marah atas meningkatnya jumlah korban tewas dalam agresi ‘Israel’ yang membunuhi lebih 30 ribu warga Gaza.

Situasi ini mendorong usulan dari seorang pemimpin senior Partai Republik agar Garda Nasional dapat dikerahkan ke kampus untuk menangani masalah ini.

Komentar dari Ketua DPR Mike Johnson kemungkinan besar akan membangkitkan emosi yang kuat di negara di mana pembunuhan mahasiswa tak bersenjata yang dilakukan Garda Nasional pada tahun 1970 yang memprotes perang Vietnam masih segar dalam ingatan publik.

 “Presiden percaya bahwa kebebasan berpendapat, berdebat dan non-diskriminasi di kampus adalah penting,” kata Juru bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre mengatakan Biden mendukung kebebasan berpendapat.

Para pelajar yang berpartisipasi dalam kamp tersebut mengatakan bahwa mereka menyatakan solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza, di mana jumlah korban tewas melebihi 34.200 orang.

Selain itu, mereka mendesak Universitas Columbia dan universitas lain untuk tidak terlibat dengan perusahaan yang memiliki hubungan dengan ‘Israel’. Para pengunjuk rasa, termasuk beberapa mahasiswa Yahudi, menyangkal adanya unsur anti-Semitisme.

Para mahasiswa meneriakkan Palestina Merdeka serta slogan kontroversial ‘dari sungai sampai laut, Palestina akan merdeka’ yang ditafsirkan oleh sebagian orang sebagai seruan kehancuran ‘Israel’.

Universitas Columbia mengatakan menutup kampusnya untuk pengunjung dari luar, meskipun perkuliahan dan kegiatan lainnya tetap dilanjutkan.

Mahasiswa yang melancarkan aksi protes di universitas termasuk di Universitas Yale; Institut Teknologi Massachusetts (MIT); Universitas California, Berkeley; Universitas Michigan dan Universitas Brown.

Akibat aksi ini, perkuliahan dipindahkan secara online dan kegiatan dalam kampus lainnya di California State Polytechnic University dibatalkan.

Lebih dari 130 orang telah ditangkap dalam protes pro-Palestina di Universitas New York, Senin malam lalu. Polisi di Universitas Minnesota dilaporkan menangkap sembilan orang di sebuah rapat umum.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Agresi IsraelAmerika Serikatgazakampus ASPro-Palestinauniversitas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslim Sydney Cemas jadi Sasaran setelah Penikaham Uskup karena Hina Islam
Tulisan selanjutnya ICMI Usulkan 10 Kriteria Calon Gubernur yang Layak Pimpin Aceh  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

15 Juli 2026 09:27
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?