Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Efek Anti Arab, Turis Timteng Banjiri Malaysia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Desember 2002 11:34 11:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Desember 2002 11:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Akibat antimen anti-Arab yang terus menguat di Barat, kini para turis Timur Tengah membanjiri Malaysia. Sikap ini sebagai perubahan atas perlakuan pihak Barat yang terus mendiskiriminasikan Islam dan Arab. Ghassan Nasry, warga Saudi yang juga pengusaha realestat kini tidak bingung lagi berpikir ke mana membawa keluarganya berlibur. Ia kini mengesampingkan negara-negara Barat. Pasalnya, sejak peristiwa 11 September 2001, warga Arab di Barat dilecehkan. Ia lantas ingat iklan TV mengenai pariwisata di Malaysia. “Banyak yang bisa dilihat dan dinikmati di Malaysia,” kata Nasry, 32, saat berjalan dengan istri dan 5 anaknya di dekat Menara Kembar Petronas, gedung tertinggi dunia, di Kuala Lumpur. Pantai-pantai alami dan ragam budaya negara berpenduduk mayoritas muslim ini sebetulnya telah lama memikat turis dari negara-negara tetangganya di Asia Tenggara. Kini, Malaysia juga menjadi tujuan bagi warga Timur Tengah (Timteng) yang ingin berlibur dengan tenang, dengan latar belakang Islami yang familiar bagi mereka. “Bila saya kembali ke Jeddah, saya akan bilang teman-teman : Jangan pergi ke tempat di mana Anda tak disambut, datang saja ke Malaysia!” Jumlah warga Timteng yang ke Malaysia naik secara mantap sejak 1990-an. Namun, setelah serangan 11 September di AS, turis Timteng yang ingin menghindari sentimen anti-Arab di Barat, menyerbu Malaysia yang dianggap lebih bersahabat. Malaysia menerima 66.010 turis dari Timteng selama Juni-Agustus 2002 saja. Ini peningkatan 18 persen dari periode yang sama tahun 2001, sehingga menjadikan Timteng sebagai pasar turisme Malaysia yang berkembang pesat. Pariwisata adalah peraih devisa terbesar Malaysia, meraup 6,8 miliar dolar (Rp 61,2 triliun) pada 2001, dengan jumlah turis asing 12,8 juta. Sebagian terbesar turis berasal dari Asia Tenggara, namun turis Timteng kian diburu karena lebih suka belanja dan lebih lama tinggal. Menteri Pariwisata, Seni dan Kebudayaan Malaysia Abdul Kadir Sheikh Fadzir mengatakan Malaysia berharap menerima 250.000 turis dari Timteng pada 2002, lipat dua dari total tahun 2001. Para pelancong -terbesar dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, Suriah, Turki dan Yordania- biasanya singgah pertama kali ke Kuala Lumpur, yang menggabungkan fasilitas kosmopolitan dengan bangunan-bangunan berciri Islam. Dari sana, banyak yang menuju Pulau Langkawi dan Penang yang indah, yang disebut “Mutiara dari Timur”. Lainnya memilih resor puncak bukit yang sejuk seperti Cameron Highlands yang dipenuhi kebun strawbery dan taman bermain. Tak satu pun di Malaysia ingin ketinggalan dari boom bisnis di sektor turisme ini. Hotel dan agen perjalanan berlomba menggenjot promosi di Timteng dan menyediakan kebutuhan turis asal kawasan itu. Suleiman Abdul Rahman, direktur komunikasi grup Hotel Shangri-La Malaysia, mengatakan dua resor pantainya di Penang telah menyediakan kamar-kamar baru untuk menampung para peziarah muslim dan menyewa staf Arab untuk menangani bagian penyambutan khusus bagi tamu Timteng. Hasilnya, 2 resornya di Penang menerima 21.478 tamu Timteng pada Januari-Agustus 2002, naik 44 persen dibanding jumlah tamu selama 8 bulan pertama 2001. Kemenonjolan Malaysia di antara negara-negara muslim didukung oleh kiprahnya di organisasi muslim dunia seperti Organisasi Konferensi Islam beranggotakan 57 negara. Juga oleh ketokohan dan high profile pemimpinnya Mahathir Mohamad. “Kami dengar Malaysia adalah tempat indah dan aman bagi muslim,” kata Nawaf al-Matouq, 28, turis dari Kuwait. “Juga, kami dengar tentang Mahathir. Jadi, kami ingin kunjungi negeri ini.” Meningkat 1600 persen Meningkatnya pelecehan dan teror terhadap kaum Muslim dan Arab di AS setelah serangan WTC 11 September sempat di akui oleh FBI. Menurut FBI. peningkatan kasus kriminalitas itu mencapai tarap mengkhawatirkan. Laporan FBI baru-baru ini menyebutkan bahwa kriminalitas terhadap umat Islam dan orang yang diduga berasal dari Timur Tengah meningkat 1600 % selama satu tahun pasca serangan WTC. Laporan FBI seperti disiarkan oleh AFP, menyebutkan tercatatnya 481 kasus kejahatan anti Muslim dan Arab paska 11 September 2001. Ini artinya, ada peningkatan yang sangat tajam disbanding tahun lalu yang Cuma terjadi 28 kasus. Aksi teror terhadap Muslim di Amerika, bahkan menduduki peringkat kriminal tertinggi dalam kriminalitas bernuansa etnis, selama 11 tahun terakhir. Jubir CAIR -Council on American Islamic Relation-yang berpusat di Washington, Ibrahim Hober, mengatakan bahwa pengakuan pemerintah AS terhadap adanya kriminalitas ini adalah sikap positif. Tapi ia menyayangkan bahwa data yang disebutkan oleh FBI masih sangat lebih sedikit dari yang sebenarnya dan telah ditemukan oleh kaum Muslimin di AS, menurut data dan investigasi CAIR. “Kebanyakan korban sungkan melaporkan tekanan yang mereka alami,” ujarnya. Data adanya teror terhadap warga muslim di AS ini akhirnya bertolak belakang dengan iklan propaganda Kedutaan Besar AS di beberapa media massa di Indonesia. Iklan soal kerukunan beragama yang bertajuk ‘Kesamaan Pandangan Muslim AS ini” semenjak puasa menjadi popaganda terselubung. Seolah-olah menyiratkan bahwa warga muslim AS selalu damai dan aman. (ap/wpd/adw/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anti Amerika Makin Meluas Di Korsel
Tulisan selanjutnya Yahudi Los Angeles Takut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi

Terbaru

  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?