Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Mesir akan Gabung Afsel Gugat ‘Israel’ di Mahkamah Internasional

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 13 Mei 2024 17:27 5:27 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 13 Mei 2024 07:00
Bagikan
Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ)
Bagikan

Hidayatullah.com – Mesir akan bergabung dengan gugatan genosida yang dilayangkan oleh Afrika Selatan terhadap ‘Israel’ di Mahkamah Internasional (ICJ).

Daftar isi
  • ‘Hantaman diplomatik’
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan bahwa langkah ini diambil “mengingat meningkatnya keparahan dan cakupan serangan Israel terhadap warga sipil Palestina di Gaza dan penargetan sistematis terhadap warga sipil serta penghancuran infrastruktur di jalur tersebut.”

“Tindakan-tindakan ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional, hukum kemanusiaan, dan Konvensi Jenewa Keempat tahun 1949 tentang perlindungan warga sipil selama masa perang,” kata kementerian lansir Anadolu (12/05).

Mesir meminta ‘Israel’, negara pendudukan, untuk mematuhi kewajibannya dan menerapkan langkah-langkah sementara yang diminta oleh ICJ untuk memastikan penyediaan bantuan kemanusiaan di Gaza.

Tak hanya itu, Mesir juga menuntut Dewan Keamanan PBB dan para pemangku kepentingan untuk segera melakukan intervensi guna mencapai gencatan senjata di Gaza, menghentikan operasi militer di Rafah dan memberikan perlindungan bagi warga sipil Palestina.

Baca Juga

Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI

Lebih dari 35.000 warga Palestina telah syahid dan lebih dari 76.600 lainnya terluka dalam serangan brutal Israel di Jalur Gaza sejak serangan Hamas 7 Oktober lalu yang menewaskan hampir 1.200 orang.

Baca juga: Pakar Hukum Kecewa, Keputusan ICJ Soal Israel Tak Ada  Perintah Gencatan Senjata

Pekan lalu, kelompok perlawanan Palestina Hamas menerima proposal yang diajukan oleh Mesir dan Qatar untuk gencatan senjata di Gaza.

Namun entitas Zionis ‘Israel’ mengatakan bahwa tawaran gencatan senjata yang diterima oleh Hamas tidak memenuhi tuntutan utama mereka dan memutuskan untuk melanjutkan operasi di Rafah, yang merupakan rumah bagi lebih dari 1,5 juta pengungsi, untuk memberikan “tekanan militer terhadap Hamas dengan tujuan untuk mencapai kemajuan dalam membebaskan para sandera dan tujuan-tujuan perang lainnya.”

Lebih dari tujuh bulan setelah agresi ‘Israel’, sebagian besar wilayah Gaza terbaring dalam reruntuhan di tengah-tengah blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan.

Sebuah putusan sementara dari pengadilan yang berbasis di Den Haag pada bulan Januari mengatakan bahwa “masuk akal” bahwa ‘Israel’ melakukan genosida di Gaza, dan memerintahkan untuk menghentikan tindakan tersebut dan mengambil langkah-langkah untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

Afrika Selatan pada hari Jumat meminta ICJ untuk memerintahkan ‘Israel’ untuk menarik diri dari Rafah sebagai bagian dari langkah-langkah darurat tambahan atas perang tersebut.

Mesir akan bergabung dengan Turki dan Kolombia yang secara resmi meminta untuk bergabung dalam kasus melawan ‘Israel’. Bulan ini, Turki mengatakan akan bergabung dalam kasus ini setelah negara Amerika Selatan tersebut meminta ICJ bulan lalu untuk mengizinkannya bergabung untuk memastikan “keselamatan dan, tentu saja, eksistensi rakyat Palestina”.*

‘Hantaman diplomatik’

Alon Liel, mantan direktur Kementerian Luar Negeri ‘Israel’, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa langkah Mesir merupakan “pukulan diplomatik yang luar biasa bagi Israel”.

“Mesir adalah landasan posisi kami di Timur Tengah,” katanya. Hubungan yang dimiliki Israel di Timur Tengah dan Afrika Utara saat ini, termasuk dengan Yordania, Uni Emirat Arab, dan Maroko, adalah “hasil dari apa yang dilakukan Mesir 40 tahun yang lalu”, katanya, mengacu pada perjanjian damai 1979 antara kedua negara.

“Dengan bergabungnya Mesir dengan Afrika Selatan di Den Haag, ini merupakan pukulan diplomatik yang nyata. Israel harus menanggapinya dengan sangat serius.

“Israel harus … mendengarkan dunia – tidak hanya pada opini publik Israel yang meminta untuk membalas dendam.

“Kita harus melihat secara keseluruhan dalam gambaran yang lebih luas, dalam keamanan jangka panjang Israel, tidak hanya dalam beberapa minggu ke depan di Gaza.”

Perkembangan hukum terbaru ini terjadi ketika ‘Israel’ terlibat dalam pertempuran baru dengan Hamas di Gaza utara dan memerintahkan puluhan ribu orang lagi untuk mengungsi dari kota Rafah di selatan, yang terletak di dekat perbatasan Gaza dengan Mesir.*

Baca juga: Hamas Beberkan Isi Proposal Gencatan Senjata dengan Mediator Qatar dan Mesir

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosida GazaICJisraelmahkamah internasionalMesir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gary Lineker Mantan Pemain Timnas Inggris Gary Lineker Menolak Diam terhadap Genosida Israel
Tulisan selanjutnya Putin Ganti Menteri Pertahanan Rusia dengan Pakar Ekonomi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Berita
8 Juni 2026 12:15
Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan

13 Juni 2026 09:49
Berita

Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an

12 Juni 2026 21:40
Berita

China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

12 Juni 2026 21:12
Berita

Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz

11 Juni 2026 18:23
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?