Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Anggotanya Banyak Dibunuh Kala Ebrahim Raisi Menjadi Pejabat, Kelompok MEK Pantau Suksesi di Iran

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Mei 2024 22:48 10:48 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Mei 2024 19:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kematian Presiden Ebrahim Raisi dalam kecelakaan helikopter baru-baru ini merupakan pukulan besar bagi suksesi kepemimpinan di Iran, kata kelompok eksil Mojahedin-e-Khalq (MEK) yang anggotanya banyak dibunuh semasa Raisi menduduki jabatan.

MEK dan sayap politiknya Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI) sejak lama tidak menyukai Raisi, menudingnya terlibat dalam eksekusi massal 1988 atas ribuan anggotanya dan para disiden lain saat masih menjabat sebagai jaksa.

Kematian Raisi merupakan pukulan besar bagi pemimpin spiritual tertinggi Syiah Iran Ali Khamenei dan seluruh rezim, yang dikenal dengan eksekusi dan pembantaian massalnya, kata pemimpin NCRI Maryam Rajavi dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Senin (20/5/2024).

“Hal ini akan memicu serangkaian aksi balasan dan krisis dalam tirani teokratis, yang akan mendorong para pembangkangan para pemuda,” katanya, seperti dilansir AFP.

MEK menuding Raisi, yang menjabat sebagai wakil kepala Kejaksaan Teheran di akhir tahun 1980-an, memainkan peran penting dalam eksekusi ribuan tahanan politik, kebanyakan tersangka anggota kelompok oposisi.

Baca Juga

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

NCRI mengatakan sekitar 30.000 tahanan dibantai pada masa itu.

Raisi kala itu merupakan anggota dari apa yang disebut kalangan oposisi sebagai “Komite Kematian”, yang mengirim para tahanan ke tiang gantungan dan tempat-tempat eksekusi tanpa melalui prosedur hukum semestinya.

MEK pada tahun 1979 mendukung revolusi yang dipimpin oleh pemimpin spiritual tertinggi Syiah Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini, yang menggulingkan kekuasaan shah Iran, tetapi kemudian berubah menjadi oposisi dan dituding oleh rezim Syiah sebagai pelaku banyak serangan mematikan yang mengguncang Iran pada awal 1980-an.

Sejak itu para anggota MEK mengasingkan diri menjadi eksil di berbagai negara.

MEK tidak banyak mendapatkan dukungan utuh dari kalangan diaspora Iran, tetapi didukung oleh sejumlah tokoh dan bekas pejabat tinggi Amerika Serikat dan Eropa.

Raisi, yang oleh sebagian media Iran digadang-gadang sebagai pengganti Ayatollah Ali Khamenei, membantah terlibat dalam pembantaian 1988, tetapi membela keputusan untuk melanjutkan eksekusi para penentang rezim.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ebrahim Raisiiransyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Iran Ibrahim Raisi OKI Riyadh Ebrahim Raisi Meninggal dalam Kecelakaan Heli, Siapa Presiden Iran Selanjutnya?
Tulisan selanjutnya Lima Hari Berkabung untuk Presiden Ebrahim Raisi Sebagian Rakyat Iran Justru Bergembira

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?