Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Lima Hari Berkabung untuk Presiden Ebrahim Raisi Sebagian Rakyat Iran Justru Bergembira

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Mei 2024 21:45 9:45 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Mei 2024 21:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemimpin tertinggi Syiah Iran Ayatollah Khamenei hari Senin (20/5/2024) mengumumkan lima hari berkabung untuk meratapi kematian Presiden Ebrahim Raisi, Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian dan beberapa orang lainnya dalam kecelakaan helikopter. Namun, sebagian rakyat Iran justru mengaku bersukacita dan bergembira atas kematian Raisi.

Beberapa jam sebelum kematian Raisi dikonfirmasi oleh media pemerintah, beredar video di platform Telegram yang menunjukkan sejumlah warga menyalakan kembang api sebagai bentuk pernyataan sukacita atas kematian Presiden Iran. Salah satu perayaan dilakukan oleh warga Saqqez, kampung halaman Mahsa Amini – gadis Kurdi yang meninggal dunia setelah mengalami koma akibat luka-luka yang dialaminya saat dalam tahanan setelah ditangkap dengan alasan mengenakan jilbab tidak sesuai aturan saat berkunjung ke Teheran.

Kematian Mahsa Amini pada 16 September 2022 menyulut aksi protes anti-pemerintah di berbagai penjuru Iran selama berbulan-bulan. Selama aksi protes berlangsung, petugas keamanan menangkap lebih dari 19.000 pengunjuk rasa, dan sedikitnya 500 orang terbunuh – termasuk 60 anak-anak. Sampai saat ini penangkapan terhadap perempuan yang tidak berhijab dengan benar menurut aparat dan pengunjuk rasa masih berlangsung.

Namun, warga Iran yang berbicara kepada The Guardian menolak untuk meratapi kematian seorang pria yang menurut mereka bertanggung jawab atas ratusan kematian selama kurun empat dekade karir politiknya.

“Roh Raisi tidak akan dapat beristirahat dengan tenang karena dia membunuh saudara lelaki saya dan anak-anak negeri saya. Dia adalah seorang pembunuh yang memerintahkan pembunuhan begitu banyak anak. Roh saudara saya akan tenang hanya apabila orang-orang seperti dirinya (Raisi) diseret ke pengadilan,” kata seorang anggota keluarga dari seorang remaja yang mati di tangan kebrutalan aparat Iran saat menghadapi unjuk rasa memprotes kematian Mahsa Amini.

Baca Juga

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Salah satu warga yang dibunuh aparat dalam aksi protes adalah Minoo Majidi, wanita berusia 62 tahun yang ditembak dari jarak dekat oleh aparat dengan 160 butir pelor mengenai tubuhnya.

Anak-anak perempuan Minoo Majidi membagikan rekaman video yang menampakkan warga bersorak-sorai karena gembira mendengar helikopter yang ditumpangi Raisi dinyatakan hilang.

“Kami bergembira karena mereka adalah para pembunuh. Raisi memerintahkan pembunuhan ibuku dan menterinya menampik para syuhada kami. Saya tahu bergembira atas kematian seseorang itu tidak baik, tetapi mereka bukan manusia. Selamat kepada para keluarga korban dan rakyat Iran. Zan, Zendegi, Azadi [Wanita, Kehidupan, Kemerdekaan],” kata Mahsa, salah satu Minoo Majidi, seraya menyerukan teriakan yang biasa diutarakan para demonstran.

Seorang demonstran berusia 30 tahun dari Teheran berkata, “Kehidupan di Iran mengajarkan kami bahwa adakalanya orang bisa bergembira atas kematian orang lain. Kematian itu menyakitkan, tetapi saya senang. Kami telah kehilangan negeri kami dan semoga, kami akan mendapatkannya kembali.”

Seorang reporter berbasis di Teheran berkata, “Banyak agen militer ditempatkan di jalan-jalan dan bahkan di lapangan kecil sejak semalam (Ahad malam, red). Polisi berulang kali mengeluarkan peringatan bahwa orang yang bergembira atas kematian Presiden akan dipidanakan.”

Reporter itu juga melaporkan bahwa sebagian masyarakat tampak menyalakan kembang api, dan mereka yang berada di jalan raya membunyikan klakson kendaraannya sebagai bentuk solidaritas kepada warga yang merayakan kematian Presiden Ebrahim Raisi, yang menemui ajalnya setelah helikopter yang ditumpanginya bersama Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian dan beberapa orang lain kecelakaan di kawasan pegunungan dekat perbatasan dengan Azerbaijan hari Ahad (19/5/2024).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ebrahim Raisiiran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggotanya Banyak Dibunuh Kala Ebrahim Raisi Menjadi Pejabat, Kelompok MEK Pantau Suksesi di Iran
Tulisan selanjutnya Saudi Gelar Peragaan Pakaian Renang untuk Pertama Kali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?