Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Perwira Menengah Militer Jerman Anggota Partai AfD Mata-mata Rusia Dibui

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Mei 2024 08:10 8:10 am
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Mei 2024 08:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang perwira militer Jerman (Bundeswehr) dijatuhi hukuman penjara tiga setengah tahun karena membagikan informasi militer kepada Rusia.

Kantor Jaksa Agung Jerman mengatakan orang tersebut membagikan informasi yang diperoleh dari aktivitasnya profesionalnya kepada dinas intelijen Rusia.

Pria berusia 54 tahun yang hanya diidentifikasi sebagai Thomas H itu mengakui perbuatannya dalam persidangan awal pada bulan April. Dia mengakui sebagian besar dakwaan dan mengakui tindakannya merupakan suatu kesalahan.

Pengadilan Tinggi Regional Düsseldorf kemudian menyatakannya bersalah melakukan spionase, lansir DW hari Senin (27/5/2024).

Informasi yang dibagikan Thomas H kepada Rusia adalah apa yang didapatkannya dari pekerjaannya sebagai seorang personel unit pengadaan barang/jasa Bundeswehr berpangkat kapten.

Baca Juga

Menjaga Fitrah Anak Sebagai Investasi Peradaban Masa Depan
Kelompok Militan dan Ekstremis Malaysia Manfaatkan Roblox untuk Rekrutmen
Lindungi Konsumen, Pemerintah Musnahkan Ratusan Ton Bahan Pakan Ternak Terkontaminasi Porcine
Din Syamsuddin: Pendidikan Islam Harus Kembali Menjadi Motor Kebangkitan Peradaban
Kemendikdasmen Dorong Anak Kembali Aktif Bermain, Kurangi Ketergantungan pada Gawai

Dia ditangkap di kota Koblenz pada bulan Agustus 2023 setelah mendatangi Konsulat Rusia di Bonn dan Kedutaan Besar Rusia di Berlin dan menawarkan kepada mereka informasi yang dimilikinya.

Jaksa menuduhnya memotret dokumen pelatihan lama terkait sistem amunisi dan teknologi pesawat terbang, kemudian memasukkan materi itu melalui kotak surat di Konsulat Rusia di Bonn.

Dia juga mendatangi Kedutaan Besar Rusia di Berlin dan menawarkan mereka informasi.

Thomas H mengatakan kekhawatiran akan terjadinya perang nuklir dalam perang di Ukraina yang mendorongnya melakukan tindakan tersebut.

Dia khawatir keputusan Jerman untuk mengirimkan sistem persenjataan berat ke Ukraina akan menyeret negara itu ke dalam konflik. Dengan memberikan informasi kepada Rusia, dia berharap akan mendapatkan peringatan dini tentang kemungkinan perang nuklir dan untuk memastikan keluarganya aman dan selamat.

Menurut data pemerintah, Berlin telah memasok alat perang bernilai sekitar €6,6 miliar ke Ukraina pada 2022 and 2023. Ini termasuk 40 tank Leopard 1 dan 100 kendaraan tempur infantri.

Pria itu mengklaim kelelahan akibat beban kerja yang berlebih membuat dirinya tidak dapat berpikir jernih.

Pengacaranya mengatakan dia termakan propaganda pro-Rusia yang dilihatnya di TikTok dan Telegram pada masa itu. Kliennya juga bergabung dengan partai rasis kanan-jauh AfD.

“Itu merupakan kecerobohan terbesar yang pernah saya buat dalam hidup,” katanya dalam pernyataan penutup di persidangan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jerman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menlu Saudi: ‘Israel’ Tak Bisa Eksis Tanpa Negara Palestina
Tulisan selanjutnya Korban Longsor di Papua Nugini Dikhawatirkan Lebih dari 2.000 Jiwa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Jadi Kepala Biro Politik, Khalil Al-Hayya Umumkan 6 Prioritas Hamas
MUI Siapkan RUU Pencegahan dan Penanggulangan LGBTQ, Akan Dibahas di KUII VIII 2026
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

Terbaru

  • Menjaga Fitrah Anak Sebagai Investasi Peradaban Masa Depan
  • Kelompok Militan dan Ekstremis Malaysia Manfaatkan Roblox untuk Rekrutmen
  • Lindungi Konsumen, Pemerintah Musnahkan Ratusan Ton Bahan Pakan Ternak Terkontaminasi Porcine
  • Din Syamsuddin: Pendidikan Islam Harus Kembali Menjadi Motor Kebangkitan Peradaban
  • Kemendikdasmen Dorong Anak Kembali Aktif Bermain, Kurangi Ketergantungan pada Gawai
  • MUI Apresiasi Menko Yusril atas Ruang Dialog Strategis antara Pemerintah dan Ormas Islam
  • Indonesia dan Australia Resmikan Kemitraan KITA SEHAT untuk Perkuat Sistem Kesehatan Nasional
  • AS dan Arab Saudi Sepakati Kerja Sama Nuklir, Apa Isinya?
  • Jadi Kepala Biro Politik, Khalil Al-Hayya Umumkan 6 Prioritas Hamas
  • MNF 2026: Membela Palestina adalah Hak Kita!

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

MUI Apresiasi Menko Yusril atas Ruang Dialog Strategis antara Pemerintah dan Ormas Islam

23 Juli 2026 19:00
Berita

Indonesia dan Australia Resmikan Kemitraan KITA SEHAT untuk Perkuat Sistem Kesehatan Nasional

23 Juli 2026 18:20
Berita

AS dan Arab Saudi Sepakati Kerja Sama Nuklir, Apa Isinya?

23 Juli 2026 16:20
Berita

MNF 2026: Membela Palestina adalah Hak Kita!

23 Juli 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?