Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Lebih 300 Juta Anak Menghadapi Pelecehan Seksual Setiap Tahun

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 Mei 2024 12:56 12:56 pm
Ahmad
Dipublikasikan 28 Mei 2024 13:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Lebih dari 300 juta anak setiap tahunnya menjadi korban eksploitasi dan pelecehan seksual online, menurut perkiraan global pertama mengenai hal ini, yang diterbitkan oleh Childlight Global Child Safety Institute, Universitas Edinburgh, hari ini.

Para peneliti di universitas tersebut menemukan bahwa satu dari delapan anak, atau sekitar 302 juta anak muda, menjadi korban perolehan, berbagi, dan paparan gambar atau video seksual tanpa persetujuan dalam 12 bulan terakhir.

Menurut penelitian tersebut juga, terdapat beberapa kasus permintaan serupa, seperti kalimat pornografi yang tidak diinginkan dan permintaan tindakan seksual oleh orang dewasa atau remaja lainnya.

Pelanggaran yang dilakukan termasuk apa yang disebut ‘sextortion’ di mana predator meminta uang dari korban untuk memastikan gambar pribadi tidak dibagikan atau penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat video dan foto palsu.

Masalah ini terjadi di seluruh dunia namun penelitian menunjukkan Amerika Serikat (AS) merupakan wilayah yang berisiko tinggi, dengan satu dari sembilan pria di sana mengakui pernah melakukan pelanggaran daring terhadap anak-anak.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Kepada AFP, Kepala Eksekutif Childlight Global Child Safety Institute, Paul Stanfield, materi kekerasan terhadap anak tersebar luas sehingga organisasi aktivis dan otoritas pengawas menerima rata-rata satu laporan setiap detiknya.

“Ini adalah pandemi kesehatan global yang sudah terlalu lama disembunyikan. Ini terjadi di setiap negara, berkembang pesat dan memerlukan respons global,” ujarnya.

Laporan ini diterbitkan setelah polisi Inggris bulan lalu memperingatkan tentang geng kriminal di Afrika Barat dan Asia Tenggara yang menargetkan remaja Inggris dalam penipuan pemerasan seks online.

Kasus-kasus tersebut, terutama di kalangan remaja laki-laki, sedang meningkat di seluruh dunia, menurut organisasi non-pemerintah dan polisi.

Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA) mengeluarkan peringatan kepada ratusan ribu guru untuk mewaspadai ancaman yang mungkin dihadapi siswa mereka.

Penipu sering kali meniru identitas anak muda lainnya dan menjalin hubungan di media sosial sebelum beralih ke aplikasi perpesanan untuk mendorong korban membagikan gambar intim.

Mereka sering kali memberikan ancaman dalam waktu satu jam setelah melakukan kontak, memeras uang sebanyak mungkin daripada mendapatkan kepuasan seksual, menurut NCA.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakeksploitasi seks. pelecehan seksualHeadlinekekerasan seksseks online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Teroris KKB Terus Berulah, Menuding Warga Mata-mata Aparat  
Tulisan selanjutnya Tindakan ‘Israel’ Serang Pengungsi di Rafah Menuai Kritik global

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?