Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Butuh Tentara, ‘Israel’ Paksa Yahudi Ultra-Ortodoks Ikut Wajib Militer

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 25 Juni 2024 23:19 11:19 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 26 Juni 2024 06:00
Bagikan
Komunitas Yahudi ultra-ortodoks
Bagikan

Hidayatullah.com – Mahkamah Agung ‘Israel’ pada hari Selasa memutuskan bahwa para pria ultra-Ortodoks yang sebelumnya dibebaskan dari wajib militer harus mengikuti wajib militer, yang merupakan pukulan telak bagi koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang sedang berkuasa.

Daftar isi
  • ‘Kurang persiapan’
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Keputusan tersebut juga menyatakan bahwa para pria ultra-Ortodoks yang belajar di seminari-seminari agama, dikenal sebagai yeshiva, tidak dapat lagi didanai pemerintah jika mereka menolak untuk menjalani wajib militer tanpa dibebaskan secara resmi.

Pengecualian wajib militer bagi pria ultra-Ortodoks, yang telah berlangsung selama beberapa dekade, telah memecah belah warga ‘Israel’ sejak masa-masa awal berdirinya negara tersebut.

Anggota komunitas ultra-Ortodoks, atau yang dikenal sebagai Haredim, sangat menentang wajib militer, sementara kaum Yahudi sekuler dan non-Ortodoks mengatakan bahwa pengecualian tersebut melanggar prinsip kesetaraan.

Perdebatan mengenai pengecualian ini berkembang dalam beberapa bulan terakhir di tengah perang ‘Israel’ di Gaza dan Lebanon, yang meningkatkan kebutuhan akan tentara tambahan.

Baca Juga

Dua Nelayan Palestina Alami Luka-Luka usai Perahu Mereka Ditembaki Pasukan ‘Israel’
Gaza Gelar Pemakaman Massal usai 100 Jenazah Korban ‘Israel’ Ditemukan dari Reruntuhan
Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang
Erupsi Anak Krakatau, MUI Ajak Masyarakat Ikhtiar Patuhi Petunjuk Keselamatan
Hari Pertama Sekolah yang Tak Kunjung Usai, Bocah Palestina Syahid Dibom ‘Israel’

“Pada puncak perang yang sulit, beban ketidaksetaraan menjadi lebih dari sebelumnya,” demikian keputusan pengadilan, yang disetujui dengan suara bulat oleh kesembilan hakim.

Dua partai ultra-Ortodoks dalam koalisi Netanyahu yang berkuasa, United Torah Judaism dan Shas, mengecam keputusan tersebut.

“Tidak ada kekuatan di dunia ini yang dapat menghalangi orang-orang Israel untuk mempelajari Taurat dan siapa pun yang pernah mencoba hal ini di masa lalu telah gagal total,” kata Aryeh Deri, kepala partai Shas dan sekutu dekat Netanyahu.

Mengamini kritik ini, United Torah Judaism mengatakan bahwa tidak ada dasar hukum untuk keputusan tersebut.

‘Kurang persiapan’

Para pria ultra-Ortodoks menghadiri seminari khusus yang berfokus pada studi agama, dengan sedikit perhatian pada topik-topik sekuler, termasuk matematika, sains, dan bahasa Inggris. Para kritikus menyatakan bahwa mereka tidak siap untuk bertugas di militer atau memasuki dunia kerja sekuler.

Dengan angka kelahiran yang tinggi, komunitas ultra-Ortodoks merupakan segmen populasi yang tumbuh paling cepat, sekitar 4 persen per tahun.

Setiap tahun, sekitar 13.000 pria ultra-Ortodoks mencapai usia wajib militer 18 tahun, tetapi kurang dari 10 persen yang mendaftar, menurut Komite Kontrol Negara di parlemen ‘Israel’.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosida GazaHeadlinewajib militerYahudi Ultra OrtodoksZionis Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudara Perempuan Ismail Haniyah Usai Anak-anaknya, Ismail Haniyah Kehilangan Saudara Perempuan dalam Serangan ‘Israel
Tulisan selanjutnya Arab Saudi: Banyak Perusahaan Travel Sediakan Pelayanan untuk Haji secara Ilegal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Berita
3 September 2026 09:53
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad

Terbaru

  • Dua Nelayan Palestina Alami Luka-Luka usai Perahu Mereka Ditembaki Pasukan ‘Israel’
  • Gaza Gelar Pemakaman Massal usai 100 Jenazah Korban ‘Israel’ Ditemukan dari Reruntuhan
  • Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang
  • Erupsi Anak Krakatau, MUI Ajak Masyarakat Ikhtiar Patuhi Petunjuk Keselamatan
  • Hari Pertama Sekolah yang Tak Kunjung Usai, Bocah Palestina Syahid Dibom ‘Israel’
  • Delapan Negara Muslim Kompak Kecam Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • ‘Israel’ Kehilangan Ribuan Dokter, Brain Drain Makin Parah
  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Delapan Negara Muslim Kompak Kecam Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

7 September 2026 13:22
Berita

‘Israel’ Kehilangan Ribuan Dokter, Brain Drain Makin Parah

7 September 2026 13:10
Berita

Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals

6 September 2026 14:34
Berita

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko

5 September 2026 17:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?