Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Protes Kuota Kerja Bangladesh Makan Korban

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Juli 2024 09:25 9:25 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Juli 2024 09:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di Bangladesh dituttup sampai pemberitahuan lebih lanjut setelah enam orang tewas dalam aksi memprotes kebijakan kuota dalam lowongan pekerjaan di pemerintahan yang lebih memprioritaskan anak dari kalangan pro-pemerintah.

Mahasiswa Bangladesh sudah menggelar demonstrasi selama berhari-hari menggugat sistem penerimaan pegawai di pemerintahan yang mendahulukan anak keturunan pahlawan perang, yang ikut berjuang dalam perang kemerdekaan 1971 melepaskan diri dari Pakistan.

Sepertiga dari lowongan kerja di pemerintah diperuntukkan bagi anggota keluarga dari mereka yang dikategorikan sebagai pahlawan perang, sementara wanita, kaum difabel dan minoritas juga mendapatkan porsi meskipun lebih kecil. Para mahasiswa berpendapat bahwa sistem ini diskriminatif dan mereka menginginkan perekrutan berdasarkan merit atau prestasi dan kemampuan. Pekerjaan di lingkungan pemerintahan sangat diminati oleh masyarakat karena menawarkan gaji tinggi.

Beberapa kota, termasuk ibu kota Dhaka, pekan ini menyaksikan bentrokan antara pendukung gerakan anti-kuota dan penentang mereka, khususnya sayap mahasiswa dari partai penguasa saat ini Liga Awami yang dikenal sebagai Bangladesh Chhatra League (BCL).

Kelompok-kelompok mahasiswa itu saling menyerang dengan menggunakan batu, batubata dan tongkat. Polisi bertindak dengan menembakkan gas air mata dan peluru karet guna membubarkan mereka.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

“Kami menyalahkan anggota BCL atas kekerasan tersebut. Mereka membunuh para pengunjuk rasa. Polisi tidak melakukan intervensi untuk menyelamatkan pelajar biasa,” Abdullah Shaleheen Oyon, salah satu koordinator gerakan anti-kuota kepada BBC Rabu (17/7/2024).

Pemerintah menyalahkan kelompok oposisi atas terjadinya kekerasan tersebut.

“Front mahasiswa dari oposisi Jamaat-e-Islami dan Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) telah menyusup ke gerakan anti-kuota ini. Merekalah yang memulai kekerasan,” kata Menteri Hukum Anisul Huq kepada BBC.

Para pengkritik menilai sistem kuota ini secara tidak adil menguntungkan keluarga kelompok pro-pemerintah yang mendukung Perdana Menteri Sheikh Hasina, yang memenangkan pemilu keempat berturut-turut pada bulan Januari. Hasina sendiri merupakan keturunan pendiri negara Bangladesh.

Pada 2018 pemerintahan PM Hasina menangguhkan sistem itu, menyusul protes. Namun, pada awal bulan Juni pengadilan memerintahkan sistem itu diberlakukan kembali, keputusan yang kemudian memicu aksi protes kali ini.

“Perkaranya sudah dijadwalkan akan disidangkan pada 7 Agustus. Mahasiswa diberi kesempatan untuk menyampaikan argumentasinya di pengadilan,” kata Mr Huq.

Mahkamah Agung Bangladesh menangguhkan sistem tersebut pekan lalu, tetapi protes diperkirakan akan terus berlanjut sampai sistem tersebut dihapus secara permanen.

Para pemimpin mahasiswa mengatakan mereka marah dengan komentar Hasina baru-baru ini yang, menurut mereka, menyebut para penentang kuota sebagai razakar – istilah yang digunakan untuk kolaborator pihak Pakistan semasa perang kemerdekaan, dengan kata lain pengkhianat.

Menteri Informasi dan Penyiaran Mohammad Ali Arafat membantah tuduhan bahwa sayap mahasiswa Liga Awami memicu kekerasan.

Dia mengatakan, kerusuhan bermula setelah mahasiswa anti-kuota mengintimidasi warga yang berada di sebuah balai di Dhaka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hijab Prancis Olimpiade Amnesty International: Larangan Hijab di Olimpiade Paris adalah Diskriminasi Gender
Tulisan selanjutnya ‘Israel’ Bentuk Komite Khusus untuk Tangani Gangguan Psikologis pasca Perang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?