Hidayatullah.com – Turki dan Arab Saudi akan memperkuat kerja sama energi terbarukan melalui proyek yang akan menghasilkan 5.000 megawatt listrik, menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Alam, Alparslan Bayraktar. Kabar ini muncul sepekan setelah Arab Saudi, Turki dan Pakistan menandatangani Pakta Pertahanan Mekkah di kerajaan.
Menurutnya, sebelumnya Turki dan Saudi telah menyepakati kerja sama proyek energi terbarukan sebesar 2.000 MW.
“Kami akan meningkatkan kapasitas ini menjadi 5.000 megawatt melalui kesepakatan tambahan 3.000 megawatt di sela-sela Konferensi Iklim PBB di Antalya,” ujar Bayraktar, dikutip Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam pada Sabtu (15/08/2026).
Bayraktar juga menyebut selama 25 tahun kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Turki telah mengembangkan energi dan pertambangannya.
“Turki telah melipatgandakan kapasitas pembangkit listrik terpasangnya hingga empat kali lipat, dari 32.000 megawatt menjadi 126.000 megawatt,” ujarnya.
Bayraktar mengatakan bahwa Turki kini memiliki kapasitas listrik terpasang terbesar ketiga di Eropa, serta tingkat pembangkitan dan konsumsi listrik tertinggi ketiga, setelah Prancis dan Jerman. Ia menambahkan bahwa produksi minyak telah meningkat tiga kali lipat, produksi gas alam meningkat sembilan kali lipat, dan ekspor mineral naik sepuluh kali lipat.
Ia menetapkan kemandirian energi sebagai tujuan utama dalam visi “Abad Turki” (Century of Türkiye).
“Kami memiliki tujuan mendasar: menjadikan Turki mandiri secara energi di era Abad Turki. Dalam artian tertentu, ini adalah tujuan akhir kami,” ujarnya.
Gas alam dan minyak Turki
Bayraktar mengatakan bahwa gas alam, yang pada tahun 2002 hanya tersedia di lima provinsi, kini telah menjangkau seluruh 81 provinsi. Türkiye juga diperkirakan akan menyalurkan gas alam ke wilayah permukiman ke-1.000 tahun ini.
Produksi gas alam domestik dari Laut Hitam diperkirakan akan meningkat dua kali lipat tahun ini dan empat kali lipat pada tahun 2028.
“Pada tahun 2028, kami akan memenuhi kebutuhan gas alam bagi 17 juta rumah tangga menggunakan gas kami sendiri dari Laut Hitam,” ujar Bayraktar.
Terkait produksi minyak di wilayah tenggara Türkiye, Bayraktar menyebutkan bahwa produksi di ladang minyak Gabar telah melampaui 83.000 barel per hari, dengan lebih dari 3.500 orang bekerja di lokasi tersebut, yang sebagian besarnya merupakan penduduk setempat.*




