Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Filipina Tangkap Pendeta yang Diburu Amerika Tersangka Perdagangan Seks Anak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 September 2024 11:11 11:11 am
Ama Farah
Dipublikasikan 9 September 2024 11:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Filipina mengatakan pihaknya pada hari Ahad (8/9/2024) telah menangkap seorang pendeta yang dicari aparat Amerika Serikat dalam kasus perdagangan seks anak, dua pekan setelah perburuan besar-besaran polisi terhadap orang yang mendeklarasikan dirinya sebagai “Anak Tuhan yang Ditunjuk”.

Apollo Quiboloy, yang memiliki hubungan dekat dengan mantan presiden Filipina Rodrigo Duterte, adalah pendiri gereja Kerajaan Yesus Kristus (KOJC) yang berbasis di Filipina yang mengklaim memiliki jutaan anggota.

Quiboloy didakwa oleh Departemen Kehakiman AS pada tahun 2021 dengan tuduhan perdagangan seks terhadap anak perempuan dan wanita berusia antara 12 dan 25 tahun, yang bekerja sebagai asisten pribadi, atau “pastoral” dan diduga diminta untuk berhubungan seks dengannya.

Quiboloy dan empat anggota sekte lainnya ditempatkan di dalam tahanan di lingkungan gereja itu di kota Davao setelah perundingan antara perwakilannya dan polisi serta militer, kata juru bicara Kepolisian Filipina Kolonel Jean Fajardo kepada awak media.

“Siang ini mereka menegosiasikan penyerahan diri secara damai setelah kami memberi mereka ultimatum 24 jam,” kata Fajardo hati Ahad seperti dilansir AFP.

Baca Juga

Kantor Perdana Menteri Pemerintah Kurdistan Diserang Drone
HUT ke-81 RI, MUI: Mari Jaga Moral Bangsa dari Penyimpangan Seksual
Haedar Nashir: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Menjadi Agenda Utama
Turki dan Saudi Perkuat Kerjasama Energi, Usai Sepakati Pakta Pertahanan Makkah
22 Persen Yahudi ‘Israel’ Dukung Usir Warga Palestina ke Luar Negeri

Empat jam kemudian Quiboloy keempat anggota sekte tersebut diterbangkan dengan pesawat militer ke Manila, di mana mereka ditahan dan akan disidangkan dalam kasus pelecehan terhadap anak, pelecehan seksual dan perdagangan manusia, imbuh Fajardo.

Menteri Dalam Negeri Benjamin Abalos pada Ahad pagi mengumumkan penangkapan Quiboloy di laman Facebook resminya.

Quiboloy juga dicari oleh aparat AS karena terlibat penyelundupan uang tunai dalam jumlah besar dan skema yang membawa sejumlah anggota gereja ke Amerika Serikat menggunakan visa yang diperoleh lewat cara tipu-tipu.

Mereka kemudian dipaksa untuk menggalang donasi untuk kegiatan amal palsu gereja, mengumpulkan dana yang justru dipakai untuk membiayai operasional gereja dan gaya hidup mewah para pemimpinnya, menurut US Federal Bureau of Investigation (FBI).

Tidak diketahui apakah Amerika Serikat telah meminta ekstradisi Quiboloy, yang berusia setidaknya 74 tahun menurut FBI.

Selama berbulan-bulan pelariannya menghindari aparat hukum, Quiboloy menuntut jaminan tertulis dari Manila bahwa dia tidak akan menjadi subyek “extraordinary rendition” sebagai syarat penyerahan dirinya.

Istilah  “extraordinary rendition” merujuk pada praktik yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat terhadap tersangka terorisme, yaitu mengirimnya ke negara lain untuk dilakukan pemenjaraan dan interogasi.

Sekitar 2.000 personel kepolisian dikerahkan ke markas KOJC seluas 30 hektar di Davao pada tanggal 24 Agustus untuk mengeksekusi surat perintah penangkapan terhadap Quiboloy.

“Ini merupakan kerja keras bersama dari semua pihak yang terlibat,” kata Brigadir Jenderal Nicolas Torre, kepala kepolisian daerah yang memimpin penangkapan, dalam konferensi pers yang digelar untuk mengonfirmasi penangkapan Quiboloy.

Beberapa menit setelah penangkapan Quiboloy diumumkan, SMNI, sebuah stasiun televisi Filipina yang dikelola oleh sekte tersebut, mengunggah foto di laman Facebook yang menampakkan para anggota gereja sedang memeluk polisi berseragam. Foto tersebut disertai narasi yang mengatakan bahwa para misionaris KOJC mengamalkan ajaran Pastor Apollo Quiboloy untuk tidak hanya mencintai tetangga tetapi juga musuh.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatApollo Quiboloygerejapendeta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Arabia Tuan Rumah Olimpiade AI Internasional Pertama di Dunia
Tulisan selanjutnya PM Anwar Bilang BRICS Penting untuk Melepaskan Ketergantungan terhadap Dolar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kantor Perdana Menteri Pemerintah Kurdistan Diserang Drone

Berita
17 Agustus 2026 16:26
Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus
Lawan Polisi, Aktivis Akar Rumput Amerika Merusak Kamera Pengawas Flock Satu Per Satu
Muhammadiyah Dorong Media AfiliasiMu Terhubung dalam Satu Ekosistem Digital
Serangan Misil Houthi Tewaskan 3 ABK Kapal Komersial di Selat Bab al-Mandeb, Satu Korban WN Indonesia

Terbaru

  • Kantor Perdana Menteri Pemerintah Kurdistan Diserang Drone
  • HUT ke-81 RI, MUI: Mari Jaga Moral Bangsa dari Penyimpangan Seksual
  • Haedar Nashir: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Menjadi Agenda Utama
  • Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
  • Turki dan Saudi Perkuat Kerjasama Energi, Usai Sepakati Pakta Pertahanan Makkah
  • 22 Persen Yahudi ‘Israel’ Dukung Usir Warga Palestina ke Luar Negeri
  • Iran Hadiahi Rp480 Juta Warganya yang Berhasil Tangkap atau Bunuh Tentara AS
  • Perang Iran Dongkrak Penjualan Truk Listrik China
  • Qatar Bantah Menahan Pilot Iran
  • Tidak Becus Tandai Kecurangan NTU Hentikan Penggunaan Detektor AI

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Iran Hadiahi Rp480 Juta Warganya yang Berhasil Tangkap atau Bunuh Tentara AS

17 Agustus 2026 05:00
Berita

Perang Iran Dongkrak Penjualan Truk Listrik China

16 Agustus 2026 16:49
Kementerian Luar Negeri Qatar
Berita

Qatar Bantah Menahan Pilot Iran

16 Agustus 2026 16:07
Berita

Tidak Becus Tandai Kecurangan NTU Hentikan Penggunaan Detektor AI

16 Agustus 2026 14:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?