Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

PM Anwar Bilang BRICS Penting untuk Melepaskan Ketergantungan terhadap Dolar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 September 2024 12:01 12:01 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 September 2024 12:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– BRICS merupakan alat penting untuk mengurangi ketergantungan berbagai negara terhadap dolar, kata Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim dalam wawancara dengan RIA Novosti dan RT, seperti dikabarkan kantor berita Sputnik.

“Masalah penggunaan mata uang lokal, yang selama ini sudah kita lakukan dengan China, Indonesia, dan Thailand, kita bicarakan dengan India. Kita masih sangat tergantung dengan dolar, tapi guna mengurangi dampaknya, kita perlu melakukannya,” kata Anwar di sela-sela pertemuan Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia, Jumat (6/9/2024) seperti dilansir Bernama 

Didirikan pada 2009, BRICS awalnya terdiri dari Brazil, Rusia, India, dan Cina. Afrika Selatan kemudian bergabung pada tahun 2010, sementara Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab bergabung sebagai anggota baru pada bulan Januari tahun ini.

BRICS, imbuhnya, penting untuk memperkuat kerja sama antara negara-negara di belahan Bumi bagian selatan (Global South) dan menahan gempuran negara-negara industri kaya.

“Yah, kami sangat menghargai kenyataan bahwa Presiden [Rusia] [Vladimir] Putin secara resmi mengundang saya untuk menghadiri pertemuan Brics di Kazan bulan depan,” ujar Anwar.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

“Kebijakan kami tentu saja untuk memperkuat negara-negara di belahan Bumi bagian selatan. BRICS merupakan kendaraan yang sangat penting untuk memperkuat kolaborasi semacam itu di antara negara-negara di belahan Bumi bagian selatan. Tidak mesti dalam bentuk antagonisme, tetapi paling tidak untuk menahan gempuran negara-negara industri kaya lainnya dan setidaknya mampu menahan tekanan serta bersama-sama membangun kekuatan.”

“Selain itu kita juga harus mengatur diri kita sendiri agar menjadi lebih kuat, agar mampu menahan tekanan yang di luar kendali kita. Jadi, bagi saya, itulah kebijaksanaannya,” kata PM Malaysia itu.

EEF digelar sejak hari Selasa sampai Jumat pekan ini. Acara itu diselenggarakan oleh Far Eastern Federal University di Vladivostok, kota Rusia di pesisir Samudra Pasifik.

Sputnik merupakan mitra informasi resmi EEF 2024, lapor Bernama.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anwar IbrahimBRICSMalaysia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Filipina Tangkap Pendeta yang Diburu Amerika Tersangka Perdagangan Seks Anak
Tulisan selanjutnya Paus Fransiskus Datang Skandal Seks Gejera Katolik Timor-Leste Diangkat Lagi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

2 Juni 2026 18:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?