Hidayatullah.com – Survei terbaru menemukan bahwa 22 persen warga Yahudi ‘Israel’ mendukung pencaplokan Gaza dan mengusir warganya ke negara lain.
Melansir MEMO pada Ahad (16/08/2026), survei oleh Jewish People Policy Institute (JPPI) juga menemukan bahwa 39 persen warga Yahudi ‘Israel’ mendukung aneksasi seluruh wilayah Tepi Barat, dan 35 persen mendukung pembagian wilayahnya.
Melibatkan 748 responden, baik warga Arab maupun Yahudi. Sementara itu, 21 persen mendukung pembentukan negara Palestina di wilayah berpenduduk mayoritas Arab, dan 14 persen mendukung aneksasi wilayah tersebut ke Yordania.
Beberapa hari setelahnya, militer AS menerbitkan sebuah peta Timur Tengah yang menunjukkan Tepi Barat dan Gaza sebagai bagian dari Israel, sebelum merevisi akibat kritik dari warganet.
Peta yang ditampilkan menyertai laporan CENTCOM terkait kunjungan 10 hari Komandan BRad Cooper ke Timur Tengah.
Media Rusia, Sputnik, mengomentari unggahan tersebut dengan menyatakan bahwa CENTCOM “tampaknya kembali gagal dalam pelajaran geografi, karena mengunggah peta Timur Tengah yang menampilkan Jalur Gaza dan Tepi Barat sebagai wilayah Israel”.
CENTCOM tampaknya telah memperbaiki peta tersebut. Saat pernyataan itu diakses, Tepi Barat yang diduduki ditampilkan terpisah dari Israel, meskipun Gaza tidak ditandai sebagai wilayah terpisah.
Seorang pengguna X menyoroti fakta bahwa Israel merupakan bagian dari cakupan wilayah CENTCOM.
Hal ini terjadi di tengah berlanjutnya perang genosida ‘Israel’ terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata yang didukung AS dan mulai berlaku pada Oktober 2025.
Pasukan ‘Israel’ belum menarik diri dari wilayah-wilayah yang mereka duduki dan terus memperluas wilayah di bawah kendali mereka. Di Tepi Barat yang diduduki, ‘Israel’ berupaya “mengubur gagasan tentang negara Palestina” dengan memperluas permukiman ilegal serta mendukung kekerasan yang dilakukan oleh para pemukim dan militer terhadap warga Palestina—tindakan yang menurut kelompok hak asasi manusia dan warga Palestina bertujuan untuk melakukan pembersihan etnis.*




