Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kejahatan Islamofobia dan Ujaran Kebencian Meningkat Pesat di Eropa

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 September 2024 21:59 9:59 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 September 2024 22:10
Bagikan
Sebuah grafiti anti-Islam di Jerman
Bagikan

Hidayatullah.com—Ujaran kebencian terhadap kaum muslim dan warga berlatar migran meningkat tajam di Jerman setelah serangan pisau akhir Agustus lalu oleh seorang pencari suaka asal Suriah di Solingen.

Sesaat sebelum Pemilu negara bagian di Sachsen dan Thüringen, Ahad (1/9/2024), partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman, AfD, menyerang kebijakan imigrasi pemerintah federal sebagai biang keladi di balik meningkatnya kriminalitas warga asing.

Alhasil, perolehan suara partai-partai koalisi pemerintah anjlok, sementara AfD dan partai populis kiri Aliansi Sahra Wagenknecht, BSW, bertengger di posisi teratas.

Seiring dengan insiden teror di Solingen dan Pemilu di Jerman Timur, ujaran kebencian dan hasutan terhadap minoritas muslim meningkat pesat. Fenomena ini tidak hanya menjamur di Jerman.

Namun juga di negara-negara Eropa lainnya dan, seperti di Southport di Inggris, telah menyebabkan kerusuhan rasial oleh kelompok ekstremis sayap kanan.

Baca Juga

Turki dan Saudi Perkuat Kerjasama Energi, Usai Sepakati Pakta Pertahanan Makkah
22 Persen Yahudi ‘Israel’ Dukung Usir Warga Palestina ke Luar Negeri
Iran Hadiahi Rp480 Juta Warganya yang Berhasil Tangkap atau Bunuh Tentara AS
Perang Iran Dongkrak Penjualan Truk Listrik China
Qatar Bantah Menahan Pilot Iran

Islamofobia meningkat di seluruh Eropa

Di kota Toledo, Spanyol, kasus penikaman seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun pada Agustus lalu memicu gelombang hasutan terhadap imigran muslim dari Afrika Utara. Padahal, pelakunya adalah seorang warga Spanyol berusia 20 tahun.

Pola penyebaran kampanye disinformasi terhadap Muslim dan migran di Eropa seringkali mengikuti pola tertentu, kata Lorena Martinez, kepala tim editorial Eropa di organisasi pengecekan fakta “Logically Facts” dalam sebuah wawancara dengan DW.

“Mereka memulai dengan berita terkini dan membombardir audiens dengan konten yang dirancang untuk mengarahkan mereka ke jalur spekulasi dengan kesimpulan yang tak terelakkan bahwa kaum muslim dan migran merupakan ancaman nyata bagi Eropa.”

Betapa kebencian di media sosial bisa berimbas ke kehidupan nyata, terlihat jelas di Southport, Inggris.

Setelah serangan pisau pada akhir Juli lalu yang menewaskan tiga remaja perempuan, spekulasi tersiar bahwa pelakunya adalah seorang migran Muslim. Berdasarkan informasi polisi, pelaku lahir di Cardiff, Wales, dari orang tua berkewarganegaraan Rwanda.

Laporan palsu tentang asal usul dan agama pelaku memicu kerusuhan serius yang dilakukan kelompok ekstremis sayap kanan di Inggris dan Irlandia Utara.

Ekstremis sayap kanan, influencer, dan troll online semakin memicu kerusuhan dengan membagikan gambar yang terkadang dimanipulasi.

Salah satu unggahan tersebut, misalnya, mengklaim bahwa “lobi multikultural” telah menyebabkan petugas polisi mencium kaki para imam di London. Namun, setelah diperiksa lebih dekat, detail pada gambar mengungkap jejak teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Meski demikian, banyak pengguna yang membagikan gambar tersebut. “Jika negara terus melindungi Islam dari warga negaranya dan bukannya melindungi warga negaranya dari Islamisme, akan ada kerusuhan dan kekerasan di seluruh Eropa,” tulis sebuah tweet di platform X dari sebuah akun di Jerman.

Beberapa tokoh sayap kanan terkenal juga menyerukan agar masyarakat bergabung dalam kerusuhan di Southport dan menyerang masjid. Angka resmi menunjukkan adanya peningkatan kejahatan Islamofobia.

Di Inggris, organisasi Tell Mama, yang mendokumentasikan insiden anti-Muslim di Inggris, mencatat peningkatan kejahatan anti-Muslim sebesar tujuh kali lipat antara tanggal 7 Oktober dan 7 Februari dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hal serupa juga terjadi di Jerman. Pada tahun 2023, jumlah kasus kejahatan bermotifkan Islamofobia meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hampir satu dari sepuluh kejahatan mengandung unsur kekerasan, menurut “Aliansi Melawan Islamofobia dan Muslimfobia” atau CLAIM Jerman.

Gelombang kebencian terutama diamati meninkagt di platorm X dan Telegram. Perubahan kebijakan moderasi dan celotehan radikal multi-miliarder AS Elon Musk dinilai ikut mempermudah pengunggah hasutan.

Musk, misalnya, mengklaim bahwa konflik tidak bisa dihindari jika budaya-budaya yang saling bertentangan berusaha disatukan tanpa adanya asimilasi. Dia membagikan lusinan postingan dari influencer sayap kanan dengan 195,8 juta pengikutnya.

Platform seperti Telegram juga menawarkan ruang bagi agitator sayap kanan untuk menyebarkan kebencian dan ancaman. Setelah pembunuhan di Southport, puluhan ribu pengguna rajin berbagi konten dan komentar yang menyerukan kekerasan dan perundungan, termasuk serangan terhadap masjid.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:antimuslimEropaislamofobisJermanmigran Muslimujaran kebencian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sebut ‘Semua Agama Menuju Tuhan’, Paus Fransiskus Ditegur Para Pendeta
Tulisan selanjutnya Nubuwah Baginda Nabi Muhammad ﷺ

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Masih Tahan Ratusan Syuhada Palestina untuk Dijadikan “Alat Tawar”

Berita
11 Agustus 2026 21:40
22 Persen Yahudi ‘Israel’ Dukung Usir Warga Palestina ke Luar Negeri
CDCC Siapkan Persidangan Kedua MCM Malindo, Bahas Konsep Negara Madani
Erdogan: ‘Israel’ Ingin Hapus Palestina, Mendukung Kemerdekaannya adalah Tanggung Jawab Umat Islam
Bertemu Pimpinan US CENTCOM, PM Ali al-Zaidi Tegaskan Komitmen Mengakhiri Kehadiran Militer Amerika di Iraq

Terbaru

  • Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
  • Turki dan Saudi Perkuat Kerjasama Energi, Usai Sepakati Pakta Pertahanan Makkah
  • 22 Persen Yahudi ‘Israel’ Dukung Usir Warga Palestina ke Luar Negeri
  • Iran Hadiahi Rp480 Juta Warganya yang Berhasil Tangkap atau Bunuh Tentara AS
  • Perang Iran Dongkrak Penjualan Truk Listrik China
  • Qatar Bantah Menahan Pilot Iran
  • Tidak Becus Tandai Kecurangan NTU Hentikan Penggunaan Detektor AI
  • Pakai Toilet Umum Kaum Hawa Disuruh Bayar Kaum Adam Gratis, Wanita Austria Ini Menggugat
  • Banyak Peluncuran Satelit Eropa Terancam Kekurangan Roket
  • Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Tidak Becus Tandai Kecurangan NTU Hentikan Penggunaan Detektor AI

16 Agustus 2026 14:49
Berita

Pakai Toilet Umum Kaum Hawa Disuruh Bayar Kaum Adam Gratis, Wanita Austria Ini Menggugat

16 Agustus 2026 10:55
Berita

Banyak Peluncuran Satelit Eropa Terancam Kekurangan Roket

16 Agustus 2026 10:17
Berita

Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India

16 Agustus 2026 09:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?