Hidayatullah.com– Kota Lyon di Prancis dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Wali Kota Grégory Doucet telah memutuskan untuk menghapus “Abbé Pierre” dari ruang publik, menyusul sejumlah tuduhan kejahatan seksual yang dilakukan oleh pendeta tersebut.
Lyon, tempat kelahiran Abbé Pierre, akan mengganti nama sebuah plaza yang menyantumkan nama sang pendiri lembaga amal Emmaus itu, lapor AFP.
Keputusan yang dibuat hari Kamis (19/09/2024) itu muncul di tengah pengkajian ulang terhadap berbagai macam penghormatan yang pernah diberikan kepada mendiang Abbé Pierre di seluruh Prancis.
Doucet mengatakan bahwa kota itu ingin melihat Abbé Pierre dihapus dari Fresque des Lyonnais, mural seluas 800 meter persegi yang menggambarkan orang-orang berpengaruh dari Lyon.
Plaza yang terletak di distrik ke-9 kota Lyon itu akan diganti namanya “supaya perkataan para korban, perempuan dan anak-anak, dapat didengar dan dihormati”.
Oleh karena plaza berada di atas properti milik pribadi, maka terserah pemilik tentang perubahannya. Namun, pihak kota mendukung proposal yang diajukan oleh para pemegang hak cipta mural untuk menuliskan keterangan tambahan di dindingnya.
Warga Lyon akan dimintai pendapatnya soal pemberian nama baru untuk plaza tersebut, yang akan diputuskan pada pertemuan dewan kota selanjutnya.
Abbé Pierre Memorial Centre di Esteville, Normandy, tempat dia dulu tinggal selama bertahun-tahun, akan ditutup permanen.
Beberapa kota besar dan kecil yang menggunakan Abbé Pierre sebagai nama jalan atau gedung publik juga sedang mempertimbangkan untuk menggantinya.
Sampai pertengahan September menurut laporan AFP terdapat sekitar 150 jalan atau lokasi yang menggunakan nama Abbé Pierre atau Henri Grouès, nama asli pendeta yang dijuluki sebagai pahlawan kaum miskin itu.
Pada hari Selasa (17/9/2024), patung Abbé Pierre disingkirkan dari desa Norges-la-Ville di Prancis Timur, di mana pusat komunitas Emmaus terbesar kedua berada.
Abbé Pierre, yang meninggal dunia pada tahun 2007, dipuji atas dedikasinya terhadap kaum miskin dan tunawisma. Namun, reputasinya tercemar setelah Emmaus – yang dibentuk Abbé Pierre pada 1949 – mengungkapkan bahwa pendirinya itu dituduh melakukan serangan seksual terhadap sejumlah orang.
Organisasi amal itu sejak mendapatkan laporan bertubi-tubi perihal kejahatan seksual Abbé Pierre kemudian menyatakan berlepas diri darinya, sementara Abbé Pierre Foundation menegaskan akan mengubah nama lembaga mereka.*




