Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Diskon Palsu Dua Supermarket Terbesar Australia Digugat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 September 2024 21:21 9:21 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 September 2024 21:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Lembaga konsumen Australia menggugat dua jaringan supermarket terbesar di negara itu, dengan tuduhan mereka memberikan diskon palsu harga ratusan barang yang dijualnya.

Australian Competition and Consumer Commission (ACCC) mengklaim jaringan supermarket Coles dan Woolworths melanggar UU perlindungan konsumen dengan menaikkan sementara harga sebelum menurunkannya sehingga harga menjadi sama atau lebih tinggi dari harga semula.

Kedua supermarket besar itu, yang menguasai dua pertiga pasar Australia, mendapat sorotan tajam tahun lalu menyusul dugaan penipuan harga dan praktik anti persaingan usaha.

Pimpinan ACCC Gina Cass-Gottlieb mengatakan Coles dan Woolworths selama bertahun-tahun memasarkan promosi  ‘Prices Dropped’ dan ‘Down Down’ di mana masyarakat mengira mereka mendapatkan potongan harga padahal pada kenyataannya “seringkali diskon itu hanyalah ilusi”.

Hasil investigasi, yang dipicu banyaknya pengaduan yang masuk dan hasil pemantauan ACCC sendiri, mendapati Woolworths mengelabui pelanggan tentang harga sekitar 266 produk selama 20 bulan, dan Coles untuk 245 produk kurun 15 bulan. Produknya meliputi berbagai jenis mulai dari makanan hewan peliharaan, plester luka Band-Aid dan obat kumur, hingga makanan favorit masyarakat Australia seperti biskuit Tim Tam Arnott, Keju Bega, dan sereal Kellogg.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

ACCC memperkirakan kedua perusahaan tersebut “menjual puluhan juta” produk yang terdampak dan “memperoleh pendapatan signifikan dari penjualan tersebut”.

“Banyak konsumen mengandalkan diskon supaya anggaran belanja mencukupi kebutuhan, terutama di masa tekanan biaya hidup seperti saat ini,” kata Cass-Gottlieb.

“Sangat penting bagi konsumen Australia untuk dapat mengandalkan keakuratan harga dan berbagai klaim diskon.”

ACCC meminta Pengadilan Federal Australia untuk menjatuhkan sanksi yang “berat” kepada kedua perusahaan tersebut, dan memerintahkan mereka untuk menambah program pengiriman makanan amal mereka.

Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan dugaan tindakan itu, jika terbukti benar, “sama sekali tidak dapat diterima” karena bertentangan dengan semangat bangsa Australia. “Masyarakat tidak boleh diperlakukan seperti orang bodoh,” ujarnya, dalam konferensi pers seperti dilansir BBC Senin (23/9/2024).

Di tengah meningkatnya sorotan terhadap supermarket, pemerintah meminta supaya dilakukan peninjauan terhadap legislasi yang ada sekarang yaitu Food and Grocery Code of Conduct.

Hasil peninjauan tersebut merekomendasikan pemberlakuan kode etik yang lebih tegas dan bersifat wajib di bawah pengawasan oleh ACCC, sehingga lembaga itu dapat melindungi pemasok sekaligus konsumen.

Kode baru tersebut akan menetapkan standar bagi perusahaan yang berurusan dengan pihak pemasok barang – yang saat ini mengklaim bahwa mereka diperas secara tidak adil – dan mengatur sanksi denda besar jika ditemukan adanya pelanggaran.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Australiadiskonsupermarket
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Makin Banyak Orang Barat Tak Punya Teman
Tulisan selanjutnya Mobil autopilot AS akan Larang Mobil Autopilot Gunakan Teknologi China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?