Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tawuran Remaja Marak, Orang Tua dan Lingkungan Perlu Terlibat Menangani

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 September 2024 09:18 9:18 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 September 2024 09:35
Bagikan
Remaja dan senjata: Foto: CNNIndonesia
Bagikan

Hidayatullah.com—Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menyatakan keprihatinan mendalam atas penemuan tujuh jenazah yang ditemukan terapung di sungai dalam kondisi tidak bernyawa, yang diduga akibat kasus tawuran remaja.

Irjen Karyoto juga menyoroti bahwa para korban, yang sebagian masih di bawah umur, tidak berasal dari daerah sekitar tempat kejadian, yang berjarak sekitar dua kilometer dari Bantar Gebang.

Pihak Kepolisian Bekasi membenarkan, tujuh mayat yang ditemukan di Kali Bekasi, tepatnya di Jatiasih, Kota Bekasi diduga karena tawuran. “Dugaan tawuran itu dari keterangan salah satu saksi harus kita konfirmasi lagi, seperti apa nanti,” terang Kombes Pol Dani Hamdani Kapolres Metro Bekasi Kota pada Ahad (22/9/2024).

Dilansir dari Antara, Dani mengatakan bahwa ketujuh mayat itu rata-rata sekitar berusia remaja. Tidak ditemukan ada tanda kekerasan pada tubuh mereka. Saat penemuan, dikatakan mayat terpencar dari ujung hingga tengah kali.

Sementara itu, Kapolsek Kembangan, Kompol Moch Taufik Iksan melaporkan, akibat kegiatan tawuran ini, menyebabkan dua anggota polisi mengalami luka usai disiram air keras. Musibah ini terjadi saat anggota polisi itu ketika hendak membubarkan aksi tawuran di kawasan Jalan Joglo Raya Kembangan Jakarta Barat pada Sabtu 21 September 2024 sekira pukul 04.30 WIB.

Baca Juga

Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran

“Ya benar, anggota tim perintis Polda Metro Jaya mengalami luka akibat siraman yang diduga dari air keras saat membubarkan aksi tawuran,” ujar Kompol Taufik dalam keterangan hari Senin 23 September 2024.

Peran orang tua dan semua pihak

Menyoroti masalah ini, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menekankan pentingnya pengawasan dari orang tua terhadap anak-anak mereka, terutama di luar jam-jam malam. Ia menyarankan agar orang tua memanfaatkan teknologi komunikasi untuk selalu mengetahui keberadaan anak-anak mereka.

“Kejadian seperti ini sangat menyedihkan. Saya prihatin karena yang meninggal ini adalah anak-anak, adik-adik kita yang masih sangat muda,” ucapnya.

Pengamat Pendidikan Sumatera Selatan, Dr Suherman mengungkapkan masalah tawuran merupakan masalah klasik yang telah terjadi secara turun temurun, dan perlu melibatkan semua pihak.

Dikutip RRI, Senin (23/9/2024) Suherman menekankan, perlunya peran semua pihak seperti dari Kepolisian, Pol PP, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Badan Narkotika Nsional (BNN) dan masyarakat untuk mensosialisasikan, mengarahkan dan membimbing tentang bahaya tawuran hingga kematian.

Suherman berharap kepada pemimpin yang akan datang dapat membenahi sistem kurikulum jangan memberatkan dan membebani siswa serta memberikan kurikulum yang menyenangkan seperti melakukan belajar diluar setiap week end. Dan juga adanya perhatian dan peran dari orang tua terhadap anak dengan sering melakukan komunikasi dengan anak.

Sementara Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., mengimbau orang tua dan guru untuk membuka ruang dialog dengan anak sebanyak mungkin agar terhindar dari kegiatan negatif misalnya tawuran pelajar.

“Fasilitasi ruang dialog sebanyak mungkin bagi para remaja, baik di rumah maupun sekolah sehingga mereka punya kemampuan memunculkan kesadaran diri dalam mengambil keputusan apapun tanpa mudah terpengaruh, terutama hal-hal negatif,” kata Novi dikutip ANTARA di Jakarta, Senin.

Novi menekankan pentingnya komunikasi antara orang tua dengan anak-anak remaja untuk memahami perasaan, keinginan, serta hasrat yang dimiliki sehingga lebih mudah diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang positif.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlineorang tuatawuranTawuran Pelajartawuran remaja
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Grandmaster Memboikot Olimpiade Catur Bangladesh karena Ada ‘Israel’
Tulisan selanjutnya MUI: Sumbar Darurat LGBT, Gubernur Ajak Generasi Muda Tidak Tersesat Jalan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Kolom

Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat

Kolom
2 Juli 2026 13:30
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji
Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit

Terbaru

  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran
  • Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas
  • Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
  • OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
  • DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas

4 Juli 2026 09:52
Berita

Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”

3 Juli 2026 23:58
Berita

BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan

3 Juli 2026 22:30
Palestina Terkini

OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan

3 Juli 2026 21:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?