Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Remaja Singapura Alami Gangguan Kesehatan Mental Akibat Penggunaan Media Sosial Berlebihan

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 September 2024 14:18 2:18 pm
Ahmad
Dipublikasikan 25 September 2024 14:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Penggunaan media sosial (Medsos) yang berlebihan merupakan salah satu dari tiga faktor yang terkait dengan gejala kesehatan mental di kalangan remaja, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Institute of Mental Health (IMH).

Kaum muda yang menghabiskan lebih dari tiga jam sehari di media sosial lebih mungkin mengalami gejala depresi, kecemasan dan/atau stres, menurut IMH dan National Healthcare Group (NHG) dalam rilis media bersama pada Kamis (19 September). .

Dua faktor lain yang terkait dengan gejala ini adalah pengalaman cyberbullying dan kekhawatiran sedang hingga berat terhadap bentuk tubuh.

Kecemasan terhadap bentuk tubuh didefinisikan dalam penelitian ini sebagai memiliki citra tubuh negatif dan kekhawatiran berlebihan terhadap bentuk tubuh yang umumnya dikaitkan dengan gangguan makan.

“Sekitar 1 dari 3 anak muda berusia antara 15 dan 35 tahun di Singapura melaporkan gejala depresi, kecemasan, dan/atau stres yang parah atau sangat parah,” kata IMH dan NHG dikutip Channel News Asia (CNA)

Baca Juga

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor
Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat
Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya
Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

“Penting untuk dicatat bahwa gejala kesehatan mental yang parah atau sangat parah yang dilaporkan dalam penelitian ini belum tentu mengindikasikan adanya gangguan mental,” tambah IMH dan NHG.

Hasil penelitian yang dilaporkan tersebut berasal dari temuan kelompok pertama Survei Kesehatan Mental Remaja Nasional yang dimulai pada tahun 2022 untuk menilai kesehatan mental warga Singapura berusia 15 hingga 35 tahun.

Studi tersebut melibatkan wawancara terhadap 2.600 anak muda antara Oktober 2022 dan Juni 2023 dan hasilnya mencerminkan populasi anak muda Singapura, kata IMH dan NHG.

Hal ini dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (MOH), Centre of Excellence for Youth Mental Health dan Saw Swee Hock School of Public Health di National University of Singapore (NUS).

Menurut hasil penelitian, kecemasan adalah masalah kesehatan mental yang paling umum terjadi di kalangan anak muda Singapura, dengan sekitar 27 persen remaja melaporkan gejala yang parah atau sangat parah pada minggu sebelum survei dilakukan.

Gejala kecemasan meliputi perasaan khawatir, gelisah, dan gelisah hampir sepanjang waktu.

Sekitar 1 dari 7 remaja melaporkan mengalami gejala depresi berat atau sangat parah, termasuk perasaan sedih, kesepian, dan kurang minat serta kenikmatan dalam beraktivitas sepanjang waktu.

Tingkat stres yang parah hingga sangat parah dilaporkan oleh 12,9 persen remaja di Singapura. Gejala-gejala ini termasuk tidak bisa rileks atau merasa kesal atau mudah tersinggung sepanjang waktu.

Sekitar 27 persen remaja juga ditemukan menggunakan media sosial secara berlebihan.

Mereka yang melakukan hal tersebut memiliki kemungkinan 1,5, 1,3, dan 1,6 kali lebih besar untuk mengalami gejala depresi, kecemasan, dan stres yang parah atau sangat parah, kata IMH dan NHG.

Orang-orang muda dengan masalah citra tubuh sedang hingga berat memiliki kemungkinan 4,9, 4,3, dan 4,5 kali lebih besar untuk mengalami gejala depresi, kecemasan, dan stres yang parah atau sangat parah.

Korban cyberbullying dua kali lebih mungkin mengalami gejala masalah kesehatan mental ini.

Associate Professor Swapna Verma, ketua dewan medis IMH, menunjukkan bahwa meskipun tidak semua orang yang mengalami gejala depresi atau kecemasan memiliki kondisi klinis, namun berada dalam kondisi seperti itu dalam jangka waktu yang lama dapat berdampak buruk pada kesejahteraan mereka.

“Anak muda saat ini sedang bergelut dengan permasalahan unik yang tidak dialami oleh generasi sebelumnya,” ujarnya.

“Media sosial memaparkan mereka pada perbandingan terus-menerus, sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai citra tubuh.”

Dunia siber juga telah menciptakan pelaku penindasan siber (cyberbullies), yang menambah dimensi baru terhadap pelecehan yang bersifat terus-menerus dan meluas.”

Associate Professor Mythily Subramaniam, asisten ketua dewan medis (penelitian) IMH, mengatakan tiga faktor terkait dapat dikaitkan satu sama lain.

“Jumlah waktu yang dihabiskan anak muda di media sosial juga dapat dikaitkan dengan cyberbullying dan keduanya dapat menyebabkan masalah citra tubuh,” katanya.

“Penelitian kami, seperti penelitian lainnya, menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan merupakan masalah kesehatan masyarakat dan berdampak signifikan terhadap kesehatan mental remaja.

“Ini penting g bagi generasi muda, orang tua, pendidik untuk memperhatikan masalah ini, mengenali tanda-tanda awal stres dan mengembangkn batasan yang sehat, “ ujarnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cyberbullyinggangguan kesehatanHeadlinekesehatan mentalmedia sosialperundunganRemaja Singapura
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Banyak Tenaga Kerja Alami PHK, Pengangguran Melonjak Tajam
Tulisan selanjutnya Haji Adam B.B.; Mantan Jagoan yang Jadi Ulama Terkenal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Iptekes

Satu dari Tiga Orang Belanda Tidak Sadar Dirinya Diabetes

12 Februari 2026 18:16
BeritaIptekes

WHO: Kasus di India dan Bangladesh Risiko Penyebaran Virus Nipah Rendah

12 Februari 2026 15:28
Iptekes

WHO: Daging Olahan Termasuk Sosis dan Bacon Masuk Karsinogen Pemiku Kanker

11 Februari 2026 21:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?