Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Nepal di Pegunungan Himalaya Banjir 120 Orang Tewas Puluhan Hilang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 September 2024 22:12 10:12 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 September 2024 21:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Banjir besar dan tanah longsor di Nepal menewaskan lebih dari 120 orang di berbagai daerah di negara yang terletak di Pegunungan Himalaya itu.

Puluhan lainnya masih dinyatakan hilang pada hari Ahad (29/9/2024) setelah dua hari hujan lebat menggenangi lembah di sekitar ibu kota Kathmandu, merendam ribuan rumah.

Meskipun hujan diperkirakan akan terus berlanjut sampai hari Selasa (1/10/2024), ada tanda-tanda mereda pada hari Ahad.

Sebagian warga sudah dapat kembali ke rumah mereka yang dipenuhi lumpur pada hari Ahad, sementara yang lainnya masih terisolasi karena jalan utama penghubung kota-kota dan desa-desa masih terputus.

Sejauh ini, lebih dari 3.000 orang telah diselamatkan menurut juru bicara pemerintah.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Banjir bandang disertai tanah longsor menyebabkan banyak kematian. Lebih dari 60 orang masih hilang, kata pihak berwenang pada hari Ahad.

Lima orang, termasuk seorang wanita hamil dan seorang anak perempuan berusia empat tahun, tewas ketika sebuah rumah ambruk akibat tanah longsor di kota Bhaktapur, di sebelah timur Kathmandu, menurut laporan media pemerintah.

Dua mayat dikeluarkan dari bus yang terkubur tanah longsor di Dhading, sebelah barat Kathmandu. Dua belas orang, termasuk pengemudi, dikabarkan berada di dalam bus malang tersebut.

Enam pemain sepak bola juga tewas akibat tanah longsor di sebuah pusat pelatihan yang dioperasikan oleh Asosiasi Sepak Bola Seluruh Nepal di Makwanpur, di sebelah barat daya ibu kota.

Sejumlah orang lainnya tersapu air bah. Dalam sebuah pemandangan dramatis, empat orang hanyut terbawa arus di Sungai Nakkhu di bagian selatan lembah Kathmandu.

“Selama berjam-jam, mereka terus meminta pertolongan,” kata Jitendra Bhandari, seorang saksi mata, kepada BBC. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa.”

Hari Om Malla kehilangan truknya setelah terendam banjir di Kathmandu.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa air “menyembur” ke dalam kabin truk saat hujan semakin deras pada Jumat malam. 

“Kami melompat keluar, berenang, dan berhasil lolos – tetapi dompet, tas, dan ponsel saya  hanyut di sungai. Saya tidak punya apa-apa sekarang. Kami bermalam di tempat yang dingin.”

Seorang lain, Bishnu Maya Shretha, mengatakan banjir kali ini lebih ekstrem.

“Kami sempat menyelamatkan diri pada banjir sebelumnya, tetapi tidak terjadi apa-apa. Namun kali ini semua rumah terendam banjir,” katanya.

“Saat permukaan air naik, kami harus membongkar atap dan keluar dari sana. Kami melompat dari satu atap ke atap lainnya sampai akhirnya mencapai sebuah rumah beton.”

Juru bicara pemerintah Prithvi Subba Gurung mengatakan kepada media plat merah Nepal Television Corporation bahwa banjir juga telah merusak jaringan pipa air, saluran telepon dan listrik.

Menurut laporan media pemerintah, 10.000 petugas polisi, serta relawan dan tentara, dikerahkan dalam upaya pencarian dan penyelamatan.

Pemerintah Nepal mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu, dan melarang mengemudi di malam hari di kawasan lembah Kathmandu.

Perjalanan udara juga terdampak pada hari Jumat dan Sabtu, banyak penerbangan domestik ditunda atau dibatalkan.

Musim angin muson kerap mengundang banjir dan menyebabkan tanah longsor setiap tahun di Nepal.

Para ilmuwan mengatakan kejadian curah hujan menjadi lebih intens disebabkan perubahan iklim. Atmosfer yang lebih hangat dapat menahan lebih banyak uap air, sementara air laut yang lebih hangat memberikan energi pada sistem badai, sehingga membuatnya menjadi lebih tidak menentu atau lebih sulit diprediksi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemakaman Diiringi Lagu Nazi Bikin Mahasiswa Yahudi di Austria Meradang
Tulisan selanjutnya Tokoh Jama’a Islamiya Terbunuh dalam Serangan Israel di Lembah Bekaa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?