Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Trem Tertua di India Pensiun setelah 150 Tahun Warga Kolkata Protes

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 September 2024 02:30 2:30 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 September 2024 13:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Berdiri di tengah guyuran hujan di Shyam Bazar, Koushik Das bergabung dengan 500 warga Kolkata lainnya yang berusaha menyelamatkan bagian ikonik dari warisan kota tersebut: trem tertua di India yang masih beroperasi meskipun sudah berumur 150 tahun.

Diperkenalkan pada tahun 1873, pada masa pemerintahan penjajahan Inggris, ketika Kolkata menjadi pusat pemerintahan kolonial, trem tersebut awalnya ditarik oleh kuda dan kemudian diubah menggunakan tenaga uap. Trem mulai menggunakan tenaga listrik pada tahun 1900.

Dari Kolkata, trem kemudian diperkenalkan ke kota-kota besar India lainnya, seperti Patna, Chennai, dan Mumbai, tetapi hanya di ibu kota Benggala Barat itu trem masih beroperasi sampai saat ini.

“Tidak ada satu pun tempat di India yang memiliki layanan trem kecuali di Kolkata, dan kami ingin melestarikan dan menyelamatkannya,” kata Das kepada Arab News. 

“Kami tidak akan mengizinkan trem berhenti di Kolkata. Trem akan tetap menjadi warisan kami.”

Baca Juga

22 Persen Yahudi ‘Israel’ Dukung Usir Warga Palestina ke Luar Negeri
Iran Hadiahi Rp480 Juta Warganya yang Berhasil Tangkap atau Bunuh Tentara AS
Perang Iran Dongkrak Penjualan Truk Listrik China
Qatar Bantah Menahan Pilot Iran
Tidak Becus Tandai Kecurangan NTU Hentikan Penggunaan Detektor AI

Aksi protes hari Kamis (26/9/2024) yang Das ikuti merupakan reaksi atas pengumuman pekan lalu yang disampaikan Snehasis Chakraborty, menteri transportasi negara bagian, bahwa trem akan disingkirkan dari jalan-jalan Kolkata untuk mengurangi kemacetan di kota itu.

Bagi Das dan para pengguna trem lainnya yang bergerak lewat kampanye “Selamatkan Warisan Budaya, Selamatkan Trem” di media sosial, pengumuman itu merupakan pukulan telak, seakan-akan ada pihak yang “berusaha merenggut” identitas dirinya.

“Trem adalah identitas Benggala… Kami akan melancarkan protes yang lebih luas,” kata mahasiswa jurusan jurnalisme berusia 20 tahun itu.

“Kami ingin trem beroperasi di semua rute. Trem ini layak secara ekonomi bagi masyarakat dan ramah lingkungan,” tegas Das.

“Di balik keindahan puitisnya, kita tidak dapat mengabaikan kegunaan trem sebagai sistem transportasi massal yang hijau dan ramah lingkungan,” kata Sreeparna Sen, seorang bankir dan blogger.

“Kolkata beruntung memiliki jaringan trem yang rumit dan menakjubkan, yang apabila digunakan secara taktis, akan menyelesaikan masalah transportasi dan mengurangi polusi. Untuk setiap alasan yang masuk akal, trem harus dilestarikan,” kata Sen.

Dalam upaya terakhir, para pengunjuk rasa telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Kolkata terhadap keputusan penghentian layanan trem dan saat ini sedang menunggu keputusannya. Sampai keputusannya keluar, pemerintah negara bagian juga tidak dapat melanjutkan pembongkaran rel yang tersisa.

“Ini adalah moda transportasi yang ramah lingkungan dan terjangkau. Trem adalah kebanggaan Kolkata,” kata Tarun Patra, seorang mahasiswa yang terlibat dalam kampanye “Selamatkan Warisan Budaya, Selamatkan Trem”.

“Kami sedang menunggu putusan pengadilan tinggi terkait masalah ini. Kami ingin aspirasi kami sampai ke pengadilan tinggi, dan pengadilan harus mengetahui sentimen masyarakat.”

Selama beberapa tahun terakhir, jaringan trem Kolkata perlahan-lahan menghilang. Hanya dua rute yang masih beroperasi dari 37 rute pada tahun 2011. Pada saat yang sama, lintasannya menyusut dari 61 km menjadi hanya 12 km, menurut data Asosiasi Pengguna Trem Kolkata. Jumlah penumpang juga turun – sepuluh kali lipat dari jumlah saat ini 7.000.

Dr. Debasish Bhattacharyya,  seorang ahli biokimia dan pendiri asosiasi itu, sudah berupaya menghidupkan kembali moda transportasi warisan sejarah tersebut selama delapan tahun terakhir.

“Warga Kolkata sudah akrab dengan trem selama 151 tahun terakhir. Kota ini tumbuh di sepanjang rel sehingga warga dapat mencapai titik mana pun dengan menggunakan trem. Oleh karena penggunaan yang ekstrem dari masyarakat, trem telah merambah semua aspek kehidupan dan budaya masyarakat Bengali,” paparnya kepada Arab News.

“Kami tidak melihat trem sekedar sebagai alat transportasi, melainkan bagian dari jiwa kami. Kami mewarisi aset ini dari para leluhur kami. Jadi, trem adalah warisan kota yang hidup. Trem juga merupakan ciri khas kota ini.”

Pemerintah negara bagian berencana untuk hanya mengoperasikan satu rute pendek: dari Esplanade di jantung kota, melewati beberapa monumen penting. Rutenya akan berakhir di Maidan, taman kota terbesar di Kolkata, yang menawarkan pengalaman nostalgia, yang menurut Menteri Transportasi negara bagian Benggala Barat akan menjadi “perjalanan yang menyenangkan dan kendaraan ramah lingkungan.”

Sistem trem Kolkata bertahan puluhan tahun lebih lama dibandingkan sistem trem lainnya di India. Di Mumbai dan Delhi, trem berhenti beroperasi pada tahun 1960-an. Di Chennai trem dipensiunkan pada awal tahun 1950-an.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IndiaKolkatatrem
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Viral Sapi ‘Ditembak Kepala’, RPH: Penyembelihan Sesuai Syariah
Tulisan selanjutnya Gerakan Boikot Produk ‘Israel’ Perlu Ditingkatkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Muhammadiyah Dorong Media AfiliasiMu Terhubung dalam Satu Ekosistem Digital

Berita
13 Agustus 2026 19:00
Ratusan Orang Kurdi Suriah Kembali ke Kampungnya Setelah Bertahun-tahun Mengungsi
Banyak Peluncuran Satelit Eropa Terancam Kekurangan Roket
Helikopter Tempur Apache Jatuh di Texas Dua Prajurit Amerika Tewas
Bertemu Medikdasmen, MUI Dorong Budaya Hidup Halal Masuk Lingkungan Sekolah

Terbaru

  • 22 Persen Yahudi ‘Israel’ Dukung Usir Warga Palestina ke Luar Negeri
  • Iran Hadiahi Rp480 Juta Warganya yang Berhasil Tangkap atau Bunuh Tentara AS
  • Perang Iran Dongkrak Penjualan Truk Listrik China
  • Qatar Bantah Menahan Pilot Iran
  • Tidak Becus Tandai Kecurangan NTU Hentikan Penggunaan Detektor AI
  • Pakai Toilet Umum Kaum Hawa Disuruh Bayar Kaum Adam Gratis, Wanita Austria Ini Menggugat
  • Banyak Peluncuran Satelit Eropa Terancam Kekurangan Roket
  • Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India
  • PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
  • Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Pakai Toilet Umum Kaum Hawa Disuruh Bayar Kaum Adam Gratis, Wanita Austria Ini Menggugat

16 Agustus 2026 10:55
Berita

Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India

16 Agustus 2026 09:46
Berita

PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa

15 Agustus 2026 17:19
Berita

Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus

15 Agustus 2026 16:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?