Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jadi PM Baru Turki, Davutoglu Pakai Menteri-Menteri Bekas Erdogan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2014 18:51 6:51 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Agustus 2014 18:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana menteri baru Turki Ahmet Davutoglu hari Jumat (29/8/2014) mengumumkan jajaran kabinetnya, hanya sehari setelah Recep Tayyip Erdogan dilantik menjadi presiden dan resmi menempati Istana Cankaya.

Erdogan bertemu dengan Davutoglu pada Kamis malam dan menugaskannya membentuk Dewan Menteri baru. Davutoglu menyerahkan daftar para pejabat menterinya kepada Erdogan sebelum Jumat tengah hari (29/8/2014, dan hanya beberapa jam kemudian kantor pers kepresidenan mengumumkan pesetujuannya.

Dalam kabinet Davutoglu hanya ada 4 nama baru.

Pos menteri luar negeri yang dibiarkan kosong sejak Davutoglu diajukan sebagai calon perdana menteri kini diisi oleh Mevlut Cavusoglu yang sebelumnya menjabat sebagai menteri urusan Uni Eropa. Posisi yang ditinggalkan Cavusoglu kemudian diisi oleh Volkan Bozkir, ketua komisi hubungan luar negeri di parlemen.

Wakil perdana menteri Besir Atalay dan Emrullah Isler yang sebelumnya mendampingi Erdogan, pada masa Davutoglu ini diganti oleh Yalcin Akdogan dan Numan Kurtulmus. Atalay adalah tokoh kunci dalam perundingan damai antara pemerintah Turki dengan suku Kurdi, sementera Akdogan yang akan menggantikan tugasnya adalah orang kepercayaan Erdogan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Nama baru yang agak mengejutkan muncul sebagai menteri adalah Nurettin Canikli yang ditugaskan memimpin kementerian pabean dan perdagangan, menggusur Hayati Yazici. Canikli adalah wakil ketua faksi AKP –partainya Erdogan– di parlemen.

Selebihnya adalah para menteri dan pejabat yang sudah bekerja di posnya masing-masing di era akhir pemerintahan Erdogan.

Pemerintahan baru itu harus berkerja dengan agenda padat, di mana hanya ada waktu 9 bulan untuk mempersiapkan pemilihan umum legislatif 2015.

Melihat nyaris tidak ada perubahan jajaran menteri dalam pemerintahan baru Turki, yang dikuasai AKP dan bukan merupakan sebuah pemerintahan koalisi, kelompok oposisi menyebut “pergantian pemerintahan” kali ini sebagai sebuah komedi, lelucon.

“Teater politik dan komedi politik, yang dipentaskan dengan Erdogan sebagai aktor utama, terjadi di depan mata semua orang,” kata Devlet Bahceli, pemimpin partai oposisi Gerakan Nasionalis (MHP) dalam sebuah pernyataannya yang dirilis hari Jumat (29/8/2014), lansir Hurriyet.

Menurut Bahceli susunan kabinet saat ini setiap nama dan posisinya diatur oleh Presiden Erdogan, kepala negara yang bukan kepala pemerintahan.

Wakil ketua partai oposisi utama CHP, Sezgin Tanrikulu juga menyebut kabinet baru itu sebagai “sepenuhnya lelucon.”

“Erdogan memberikan daftarnya kepada Davutoglu. Kemudian Davutoglu mengeluarkan daftar yang diterimanya itu dari sakunya, lalu memberikan kembali ke Erdogan,” kata Tanrikulu.

Beberapa hari sebelum pencalonan dan pengangkatan Davutoglu sebagai perdana menteri, para politisi oposisi menuding kabinet baru yang akan dipimpin Davutoglu menandai era “pemerintahan boneka” di Turki, di mana Davutoglu sebagai “boneka” yang akan “disetir” oleh Erdogan.

Sebagaimana diketahui, selama masa kampanye pemilihan presiden, Erdogan secara terbuka berulangkali menegaskan akan lebih mengaktifkan peran presiden dalam pemerintahan Turki, yang selama ini kendalinya bertumpu di tangan seorang perdana menteri. Erdogan tidak ingin jabatan presiden hanya sekedar jabatan simbolis kepala negara.

Erdogan merupakan presiden ke-12 Turki dan yang pertama dipilih secara langsung oleh rakyat lewat pemilu. Sebelum ini presiden Turki selalu dipilih oleh para politisi di parlemen.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Din Syamsuddin Terpilih Lagi Sebagai Presiden ACRP
Tulisan selanjutnya Ulama Besar yang Menuntut Ilmu Saat Berumur 70 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?