Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aktivis Uighur Jerman Serukan Penyelidikan Atas Kekerasan di Xinjiang

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 2 Mei 2013 17:08 5:08 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 2 Mei 2013 17:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Satu organisasi Uighur yang berbasis di Jerman menyerukan penyelidikan independen atas kekerasan yang terjadi di wilayah Xinjiang, China. Mereka mengatakan, China telah secara konsisten gagal memberikan bukti yang meyakinkan atas tuduhan terorisme, kecuali merupakan cara untuk membenarkan menggunakan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat.

” Kongres Uighur Dunia mendesak masyarakat internasional untuk melakukan tekanan pada China guna agar Beijing menghentikan menerapkan pola yang sama atas informasi hitam, penahanan sewenang-wenang, dan penghilangan paksa setelah setiap kejadian di wilayah ini,” kata pernyataan dari kelompok tersebut, diberitakan The Huffington Post, Kamis (2/5/2013).

Berada berbatasan dengan Asia Tengah, Afghanistan dan Pakistan, kekerasan di Xinjiang terjadi berulang kali antara etnis Muslim Turki, Uighur, dengan pihak otoritas dan pendatang Han. China telah memberlakukan aturan ketat pada kehidupan beragama etnis Uighur, termasuk pembatasan aktivitas anak-anak dan pegawai pemerintah dari masjid, memendekan jenggot bagi para pemuda, dan melarang pemakaian cadar oleh perempuan.

Populasi Uighur Xinjiang asli yang merupakan etnis Muslim Turki secara budaya, agama, dan bahasa berbeda dari China yang mayoritas etnis Han. Banyak Uighur mengklaim, mereka sedang terpinggirkan dan tertindas oleh imigrasi Han dan aturan tangan besi oleh Beijing.

Atas peristiwa yang terjadi pekan lalu yang menewaskan 25 orang, para penyelidik China tidak menemukan hubungan dengan pihak asing. Pernyataan ini agak berbeda dengan pernyataan-pernyataan di masa lalu yang selalu menyebut kekerasan di Xinjiang diatur di luar negeri.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Penyelidikan atas kekerasan pada 23 April itu, para teroris tidak memiliki hubungan dengan pasukan asing,” kata juru bicara pemerintah Xinjiang, Hou Hanmin, seperti dikutip oleh surat kabar milik negara, Kamis (2/5/2013).

China mengatakan, para penyerang, 25 di antaranya telah terbunuh dan ditangkap, terinspirasi oleh propaganda jihad dan sedang merencanakan serangan besar, sebelum akhirnya terungkap oleh pegawai pemerintah setempat di kota Selibuya, sekitar 3.300 kilometer barat Beijing .

Pernyataan Hou itu memberi gambaran sedang tumbuhnya gerakan teroris yang terinspirasi oleh panggilan perang suci Islam, tetapi tidak terhubung langsung ke atau bertindak di bawah perintah separatis yang berbasis di luar negeri atau kelompok-kelompok pemberontak.

China selama ini selalu mengkaitkan kekerasan Xinjiang dengan gerakan jihad global dan aktivis Uighur di luar negeri. Dalam kerusuhan Juli 2009 di ibukota Urumqi yang menewaskan hampir 200 orang, disebutkan digerakkan oleh Rebiya Kadeer, aktivis kelompok etnis Uighur asli Xinjiang yang berbasis di AS. Kadeer membantah keterkaitan dengan kerusuhan itu, yang paling berdarah di Xinjiang dalam satu dekade.

Dalam kerusuhan minggu lalu, polisi menyebutkam kerusuhan dilakukan oleh kelompok pengajian al-Quran dan pelajaran-pelajaran tentang slogan jihad. Hal ini menjadikan pembenaran untuk aturan ketat pada Islam di Xinjiang.

Sekelompok orang pada saat itu menewaskan 19 polisi dan pekerja masyarakat, setelah bahan pembuatan bom yang dimiliki mereka ditemukan. Mereka kemudian menyerang kantor-kantor pemerintah daerah dan kantor polisi.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tidak Membantu Kedzaliman, Meski dengan Tinta
Tulisan selanjutnya Presiden Bolivia Usir USAID Keluar dari Negaranya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?