Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

100.000 Korban Pembunuhan Diduga Ditanam di Kuburan massal Suriah

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 Desember 2024 12:07 12:07 pm
Ahmad
Dipublikasikan 18 Desember 2024 12:15
Bagikan
Poster bergambar orang hilang dipasang di dinding monumen di Lapangan al-Marjeh, Damaskus, ibu kota Suriah, pada 16 Desember 2024. - Foto EPA-EFE
Bagikan

Hidayatullah.com—Kepala organisasi advokasi Suriah yang berbasis di Amerika Serikat (AS) Mouaz Moustafa pada Senin (16/12/2024) mengatakan sebuah kuburan massal di luar Damaskus ditemukan berisi sedikitnya 100.000 jenazah yang dibunuh oleh rezim keji Bashar al-Assad.

Ketika diwawancarai melalui telepon pada tanggal 16 Desember, Mouaz Moustafa mengklaim bahwa kuburan di al Qutayfah, 40 kilometer sebelah utara ibukota Suriah, adalah satu dari lima kuburan serupa.

“Seratus ribu adalah perkiraan paling konservatif” dari jumlah jenazah yang dikuburkan di lokasi tersebut, kata Moustafa, ketua Komite Tanggap Darurat Suriah.

Dia yakin jumlah kuburan massal tersebut lebih banyak dibandingkan lima kuburan massal yang telah teridentifikasi.

Menurutnya, selain warga Suriah, korban yang dikuburkan di kuburan tersebut antara lain warga Amerika, Inggris, dan warga negara asing lainnya.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Reuters tidak dapat mengkonfirmasi klaim Moustafa.

Ratusan ribu warga Suriah telah terbunuh sejak tahun 2011, ketika tindakan keras rezim keji al-Assad terhadap protes terhadap pemerintahannya meningkat menjadi perang saudara skala penuh.

Assad dan ayahnya, yang juga mantan presiden, Hafez, dituduh oleh rakyat Suriah, kelompok hak asasi manusia dan pemerintah lainnya melakukan pembunuhan di luar proses hukum, termasuk eksekusi massal di sistem penjara yang terkenal kejam di negara tersebut.

Assad telah berulang kali membantah terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan menggambarkan para pengkritiknya sebagai ekstremis.

Duta Besar Suriah untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Koussay Aldahhak, tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Dia mengambil alih peran tersebut pada bulan Januari – ketika Assad masih berkuasa – namun mengatakan kepada wartawan pekan lalu bahwa dia sedang menunggu instruksi dari pemerintah baru dan akan “terus membela dan bekerja untuk rakyat Suriah”.

Moustafa tiba di Suriah setelah Assad melarikan diri ke Rusia saat terjadi serangan mendadak oleh kelompok oposisi, yang mengakhiri kekuasaannya selama lebih dari 50 tahun.

Dia berbicara kepada Reuters setelah dia diwawancarai di lokasi di al Qutayfah oleh Channel 4 News Inggris untuk laporan tentang dugaan kuburan massal di sana.

Dia mengatakan cabang intelijen angkatan udara Suriah “bertanggung jawab atas jenazah yang dibawa keluar dari rumah sakit militer”.

“Mayat dikumpulkan setelah mereka disiksa sampai mati di berbagai cabang intelijen dan kemudian dikirim ke kuburan massal,” katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bashar al-AssadKuburan Massalpembunuhan massalRevolusi Suriahsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Suriah yang Kembali Pulang ‘Rentan’ terhadap Ranjau Darat
Tulisan selanjutnya Sudah 5 juta Kontan Judi Online Dihapus selama 7 Tahun Ini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?