Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

‘Israel’ Halangi 11 Dokter Amerika Serikat Meninggalkan Gaza  

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Januari 2025 00:07 12:07 am
Ahmad
Dipublikasikan 30 Januari 2025 22:01
Bagikan
Pihak berwenang Israel telah melarang 11 dokter dan perawat AS meninggalkan Gaza. (Foto milik Rahma, via Zeteo)
Bagikan

Hidayatullah.com—Pihak penjajah ‘Israel’ telah mencegah 11 dokter dan perawat AS keluar Jalur Gaza, meskipun ada perjanjian gencatan senjata antara pejuang Palestina dan ‘Israel’, yang mengakhiri lebih dari 15 bulan serangan tanpa henti di Jalur Gaza.

Tim medis Amerika, yang memasuki Gaza pada 9 Januari tahun lalu, dan dijadwalkan keberangkatan mereka pada 22 Januari.

Namun, pejabat ‘Israel’ memblokir jalan keluar mereka, dengan alasan “insiden” yang tidak disebutkan di pos pemeriksaan keamanan, menurut outlet media independen Zeteo.

Seorang dokter dari kelompok itu menyatakan bahwa satu-satunya peristiwa penting yang mereka ketahui saat itu adalah pasukan ‘Israel’ menembaki warga Palestina yang berusaha kembali ke selatan ke Rafah.

Shehzad Batliwala, salah satu dokter yang terjebak, mengatakan kepada @zeteo_news bahwa banyak dari mereka yang “diperlukan untuk memberikan perawatan kritis kepada warga AS dan lainnya di rumah.”

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Tim tersebut juga diinstruksikan untuk tidak pindah ke Gaza selatan karena apa yang digambarkan oleh otoritas ‘Israel’ sebagai “pertimbangan operasional tertentu.”

Akibatnya, kelompok tersebut dilaporkan masih terdampar di Gaza utara. “Kelompok tersebut, bagian dari organisasi kemanusiaan Rahma, saat ini terjebak di Gaza utara dan juga diberitahu oleh ‘Israel’ bahwa mereka bahkan tidak dapat pindah ke selatan untuk meninggalkan Jalur Gaza ‘karena pertimbangan operasional tertentu yang saat ini sedang dipertimbangkan terkait aktivitas pada hari-hari ini’,” tulis Zeteo.

Zeteo juga mengutip Shehzad Batliwala, salah satu dokter yang terjebak, yang mengatakan bahwa banyak dari mereka yang “diperlukan untuk memberikan perawatan kritis kepada warga AS dan lainnya di rumah.”

Penjajah ‘Israel’ telah memberi tahu kelompok tersebut bahwa mereka mungkin diizinkan untuk pergi pada hari Ahad. Sementara itu, tim medis lain dari organisasi yang sama, Rahma, ditolak masuk ke Gaza, dilaporkan karena “insiden” serupa, yang memaksa mereka kembali ke Yordania.

Pembatasan yang sedang berlangsung terhadap para profesional medis terjadi saat Gaza terus terguncang dari salah satu genosida yang paling terdokumentasi dalam sejarah modern.

Selama 15 bulan, warga Palestina di Gaza mengalami pemboman tanpa henti, pengusiran massal, dan penghancuran, dimana rumah sakit dan fasilitas medis di antara target utama serangan zionis.

Laporan juga menunjukkan bahwa para profesional medis di luar Gaza yang telah berbicara menentang krisis kemanusiaan menghadapi dampak profesional dan pribadi.

Pada bulan November, The Intercept merinci reaksi keras yang dihadapi oleh para pekerja kesehatan AS yang menyuarakan kekhawatiran tentang situasi di Gaza dan Lebanon.

Di antara mereka adalah Dr. Rupa Marya, seorang dokter dan profesor di UCSF, yang telah menjadi sasaran pelecehan daring dan hukuman institusional atas advokasinya.

Unggahan Marya yang menyuarakan kekhawatiran tentang kehadiran militer ‘Israel’ di tempat-tempat profesional menyebabkan dia diberi cuti berbayar, praktik medisnya ditangguhkan, dan akhirnya dilarang dari kampus dan rumah sakit UCSF, meskipun kemudian dipekerjakan kembali untuk pekerjaan klinis.*PC, Myd

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatdoktergencatan senjataisraelJalur Gazaperawat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Sampaikan Tahniah untuk Ahmed al-Sharaa
Tulisan selanjutnya MUI Dukung Muhammadiyah Ambil Langkah Hukum Melawan PIK 2

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?