Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Yordania Siap Perang Jika ‘Israel’ Usir Warga Palestina

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 5 Februari 2025 14:26 2:26 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 5 Februari 2025 15:00
Bagikan
Raja Yordania Abdullah II
Bagikan

Hidayatullah.com – Yordania siap menyatakan perang dengan ‘Israel’ jika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mencoba untuk mengusir paksa warga Palestina ke wilayahnya, menurut Middle East Eye.

Daftar isi
  • Garis merah
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Peringatan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulangkali menyatakan ingin melihat Yordania dan Mesir menampung warga Palestina sebagai bagian dari “pembersihan” Jalur Gaza.

Sumber-sumber terpercaya di Amman dan Yerusalem mengatakan kepada MEE bahwa hal terakhir yang Yordania inginkan adalah perang dan mereka sangat menginginkan solusi damai. Namun mereka bersikeras bahwa Yordania akan menutup perbatasan jika para pengungsi mulai menyeberang ke negara itu.

Jika Israel berusaha untuk membukanya kembali, maka itu akan menjadi “casus belli,” kata salah satu sumber.

Yordania tidak yakin bahwa mereka dapat memenangkan perang dengan ‘Israel’, namun mereka percaya bahwa mereka tidak akan punya pilihan lain selain berperang.

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Yordania sebelumnya telah mengirimkan batalion tambahan ke perbatasan baratnya menyusul pernyataan yang jelas dari Amman bahwa mereka akan melihat setiap upaya untuk memaksa warga Palestina melintasi perbatasan sebagai pelanggaran berat terhadap perjanjian perdamaian tahun 1994 dengan ‘Israel’.

Entitas zionis ‘Israel’ merespons dengan membentuk divisi timur baru untuk menjaga perbatasannya dengan Yordania.

Garis merah

Jika perang terjadi, ‘Israel’ yang unggul secara militer mungkin akan dengan cepat meraih kemenangan konvensional, namun mereka harus menahan wilayah perbatasan padang pasir luas terbuka di sebelah timur.

Perbatasan ‘Israel; dengan Yordania membentang sepanjang 400 km, hampir sepanjang negara itu dan 10 kali lebih panjang dari perbatasan Israel dengan Gaza. Sebagian besar wilayah perbatasan bergunung-gunung, berbatu-batu, dan di beberapa bagian hampir tidak mungkin dijaga oleh polisi.

Hal ini meningkatkan kemungkinan operasi gerilya berkepanjangan seperti yang terjadi di Irak dan Afghaistan. Hal ini hampir pasti akan menarik para pejuang dari Suriah, Irak, Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya. Yordania memiliki perbatasan gurun yang terbuka di sebelah timur.

Selama bertahun-tahun Yordania telah memberikan stabilitas di perbatasan timur Israel – stabilitas yang akan lenyap dalam semalam jika perang pecah.

Hubungan antara kedua negara ini selalu dingin. Pemerintah Yordania tidak merahasiakan kegeramannya atas serangan ke Gaza dan retetan kekejaman pemukim dan pembersihan etnis di Tepi Barat.

Tak lama setelah dimulainya konflik di Gaza pada Oktober 2023, Raja Yordania Abdullah menyatakan: “Mengenai masalah pengungsi yang datang ke Yordania… itu adalah garis merah.”

Namun minggu lalu Trump menyatakan bahwa dia telah berbicara dengan Raja Abdullah dan mengatakan kepadanya: “Saya ingin Anda menerima lebih banyak lagi,” sebagai bagian dari rencana untuk ‘membersihkan’ 1,5 juta orang dari Jalur Gaza.

Dalam pertemuan dengan para pejabat Eropa di Brussels pada hari Rabu, Raja Abdullah menegaskan kembali “pendapat kuat Yordania tentang perlunya mendirikan negara Palestina di tanah mereka dan mendapatkan hak-hak mereka yang sah, sesuai dengan solusi dua negara.”

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi juga mengatakan pada hari Senin bahwa “setiap diskusi tentang tanah air alternatif [untuk Palestina] … ditolak”.

Situasi ini menjadi jauh lebih rumit karena Trump telah memotong bantuan AS ke Yordania, dan ada kekhawatiran bahwa presiden AS akan menjadikan penerimaan Yordania terhadap pengungsi Palestina sebagai syarat pemulihan bantuan.

Masuknya pengungsi akan mengganggu keseimbangan etnis di negara ini. Lebih dari 2 juta warga Yordania terdaftar sebagai pengungsi Palestina. Perkiraan lain menyebutkan angka yang jauh lebih tinggi, bahkan mungkin mencapai mayoritas penduduk.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Donald Trumppalestinayordania
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: Menghafal Itu Menjaga Keaslian Al-Quran dan lebih Berkah  
Tulisan selanjutnya Pemerintahan Trump Mulai Kirim Imigran Ilegal ke Penjara Guantanamo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Berita
3 September 2026 10:23
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?