Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Seribuan Orang Memprotes “Mega-Kedutaan” China di London

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Februari 2025 17:57 5:57 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Februari 2025 17:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seribuan orang hari Sabtu (8/2/2/25) menyemut di luar sebuah lokasi pembangunan di mana komplek Kedutaan China yang baru yang berukuran mega atau sangat besar rencananya akan didirikan. Para pengunjuk rasa khawatir tempat tersebut akan menjadi tempat “penahanan” para disiden Tiongkok.

Lebih dari 1.000 orang berkumpul di luar Royal Mint Court, bekas pusat pembuatan uang koin Inggris, yang berads tidak jauh dari Tower of London. Tempat itu dalam waktu dekat kemungkinan akan berubah menjadi Kedutaan Besar China, lapor The Guardian.

China membeli bekas pabrik koin itu dan mengajukan permohonan lahan seluas dua hektar tersebut diubah menjadi kedutaan terbesar di Eropa.

Dewan Tower Hamlets yang daerah kerjanya meliputi tempat itu pada 2022 menolak memberikan izin, dengan alasan khawatir akan dampak terhadap kawasan strategis di pusat kota London itu, termasuk dampak unjuk rasa besar-besaran. Pemerintah Inggris yang dikuasai Konservatif kala itu enggan campur tangan dalam masalah tersebut.

Beijing kemudian mengajukan permohonan ulang ketika pemerintahan Inggris jatuh ke tangan Partai Buruh. Tidak tanggung-tanggung, Presiden Xi Jinping langsung mengontak Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Baca Juga

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Jurus yang dipakai China sepertinya jitu. Sejumlah menteri kabinet Inggris menyuarakan dukungannya atas rencana pembangunan kompleks Kedutaan China yang berukuran besar itu. Sementara dewan perwakilan lokal mulai akan membahasnya pekan depan.

Keputusan akhir akan dibuat oleh Angela Rayner, wakil perdana menteri Inggris yang juga menjabat menteri perumahan.

Sejumlah imigran dari berbagai daerah di China mengikuti demonstrasi tersebut.

“Di Hong Kong, kami sudah banyak mengalami masalah dengan China, Partai Komunis, yang mengendalikan kebebasan dan demokrasi serta melawan rakyat Hong Kong,” kata Tai, pria berusia 50 tahun, seorang juru rawat.

Seorang wanita berusia 20 tahun yang mengaku bernama Mitochondria, mengaku khawatir bangunan super besar itu nantinya dipakai untuk menahan para disiden China yang bermukim di Inggris.

Sambil membawa bendera Uyghur berwarna biru dan putih dia berkata, “Pemerintah China memiliki kepentingan imperialis di mana mereka menduduki tanah Turkestan Timur,” kata wanita muda itu.

“Genosida masih terus berlangsung atas orang-orang Uyghur, orang Muslim di Turkestan Timur,” ujarnya.Fred, 29, seorang insinyur, khawatir tempat itu nantinya selain dipakai untuk keperluan diplomatik juga dipakai sebagai pusat detensi dan pusat spionase China.

Sejumlah politisi Inggris ikut ambil bagian dalam aksi protes tersebut, di antaranya Iain Duncan Smith, Tom Tugendhat dan anggota parlemen dari Partai Buruh Blair McDougall.

Tugendhat, yang pernah menjabat sebagai menteri keamanan Inggris, menilai pemberian izin kepada China untuk pendirian gedung kedutaan berukuran raksasa itu merupakan “kesalahan yang sangat besar”.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaLondon
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bicarakan Ancaman Teroris Bos Intelijen Turki Kunjungi Teheran
Tulisan selanjutnya Trump Cabut Security Clearances Joe Biden, Antony Blinken dan Jake Sullivan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?