Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Setelah 50 Tahun Bangladesh Pulihkan Perdagangan Langsung dengan Pakistan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Februari 2025 23:56 11:56 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Februari 2025 23:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Bangladesh memulihkan perdagangan langsung dengan Pakistan untuk pertama kalinya sejak negara itu merdeka pada 1971 atau lebih dari 20 tahun silam.

Perdagangan perdana itu ditandai dengan pengiriman pertama dari total 50.000 ton beras ke Bangladesh yang diberangkatkan dari pelabuhan Port Qasim berdasarkan kesepakatan pemerintah dengan pemerintah, kata para pejabat seperti dilansir Reuters Senin (24/2/2025).

Kesepakatan tersebut merupakan buah dari perbaikan hubungan diplomatik sejak pemerintah di Bangladesh yang dipimpin Muhammad Yunus mengambil peran sebagai perdana menteri, setelah aksi unjuk rasa besar-besaran oleh rakyat yang dimotori mahasiswa memaksa Sheikh Hasina turun dari jabatannya dan melarikan diri ke India.

Sebelumnya dikenal sebagai Pakistan Timur, Bangladesh melepaskan diri dari Pakistan dan menjadi negara merdeka setelah peperangan selama sembilan bulan.

Kesepakatan baru di antara kedua negara bertetangga itu, yang dirampungkan pada awal bulan ini, menyepakati pembelian beras oleh Bangladesh dari Pakistan dengan harga $499 per ton melalui Trading Corporation of Pakistan. Pengiriman akan dilakukan dua tahap, dengan sisa 25.000 ton rencananya akan dikirim pada awal Maret.

Baca Juga

Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Namun, harga itu sebenarnya lebih tinggi daripada beras impor dari Vietnam, yang didapat Bangladesh dengan harga $474,25 per ton.

Pemerintah Bangladesh kesulitan menstabilkan pasar beras, yang mengalami kenaikan harga 15-20% kurun beberapa bulan terakhir, dengan beras kualitas medium dijual seharga sekitar 80 taka ($0,66) per kilogram.

Guna mengendalikan harga, pemerintah Bangladesh mengimpor lebih banyak beras dari pasar internasional, termasuk dengan cara tender, dan menghapus pajak impor.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BangladeshPakistan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menang Pemilu Ketua Partai Kristen Demokrat Persilahkan PM Netanyahu Berkunjung ke Jerman
Tulisan selanjutnya Tidak Bisa Jaga Lidah dan Tangan Menteri Perdagangan New Zealand Mundur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Berita
31 Agustus 2026 21:23
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Uni Eropa Bendera
Berita

Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

5 September 2026 10:14
Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?