Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

188 Anak-Anak Terbunuh Akibat Bahan Peledak Sisa Perang Suriah

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 7 Maret 2025 06:40 6:40 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 7 Maret 2025 08:00
Bagikan
Anak-anak Suriah bermain di sebuah lapangan di kota Jaramana, tenggara Damaskus pada 20 Januari 2019. / AFP
Bagikan

Hidayatullah.com – Sedikitnya 188 anak di Suriah telah terbunuh atau terluka akibat ranjau darat dan bahan peledak sisa perang dalam tiga bulan terakhir – rata-rata dua anak per hari – seiring dengan kembalinya lebih dari satu juta orang ke rumah mereka, menurut laporan Save the Children.

Sejak 8 Desember tahun lalu, ranjau darat dan bahan peledak sisa perang telah menyebabkan setidaknya 628 korban jiwa, lebih dari dua pertiga dari jumlah total korban jiwa sepanjang tahun 2023, kata LSM tersebut. ‘

Anak-anak menyumbang hampir satu dari tiga korban, dengan lebih dari 60 anak terbunuh sejauh ini. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya anak-anak yang kembali ke rumah mereka, membantu merawat lahan pertanian atau mencari makan, dan bermain di luar rumah, terutama karena kondisi cuaca yang terus membaik.

Dalam tiga bulan terakhir masa transisi di Suriah, hampir 1,2 juta orang telah kembali ke rumah mereka di Suriah, termasuk lebih dari 885.000 warga Suriah yang mengungsi, menurut PBB.

“Sebagian besar wilayah Suriah masih penuh dengan ranjau dan sisa-sisa bahan peledak setelah 13 tahun konflik,” jelas Bujar Hoxha, Country Director Save the Children di Suriah.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“Dengan semakin banyaknya keluarga yang kembali ke rumah mereka, terutama di daerah-daerah yang terkena dampak perang, anak-anak akan semakin terpapar dengan tanah yang terkontaminasi. Ketika mereka bermain, berjalan ke sekolah, dan membantu keluarga merawat lahan mereka, risiko tersebut akan semakin meningkat,” imbuhnya.

Save the Children mendesak pemerintah transisi untuk sepenuhnya terlibat dalam semua upaya untuk membersihkan ranjau dan sisa peledak serta segera membuat kebijakan untuk mengurangi resiko tersebut.

LSM ini juga menyerukan kepada para donor internasional untuk mendukung peningkatan dan penyediaan peralatan teknis yang diperlukan untuk menandai dan membersihkan sisa ranjau.

Save the Children termasuk salah satu dari banyak LSM yang bekerja di Suriah sejak tahun 2012 dan mendukung keluarga-keluarga yang mengungsi di Suriah, baik secara langsung maupun melalui mitra-mitra lokal, dengan mendistribusikan paket-paket makanan, air, dan kebutuhan-kebutuhan penting lainnya. Organisasi bantuan ini juga mendukung pusat-pusat penampungan bagi para pengungsi dan saluran bantuan untuk keluarga.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak-anakPerang Suriahranjausuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Buka Pendaftaran I’tikaf di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Tulisan selanjutnya Kedatangan Syeikh Abdurrahman Al Ausy di Masjid Baitul Karim Gedung Dakwah Hidayatullah Disambut Antusias Jamaah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

15 Juli 2026 09:27
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?