Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

(Video) Lansia Muslim Ini Dipukuli Secara Brutal saat Baca Quran dan Alami Tuduhan Palsu

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 7 Maret 2025 16:36 4:36 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 7 Maret 2025 16:34
Bagikan
Seorang lansia Muslim dipukuli secara brutal oleh gerombolan preman di sebuah setelah diteriaki “Pakistan”
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang lansia Muslim dipukuli secara brutal oleh gerombolan preman di sebuah setelah diteriaki “Pakistan” dan mengalami tuduhan palsu ‘melakukan tindakan tidak pantas’.

Lansia bernama Maulana diserang secara brutal di atas kereta atas tuduhan palsu berupa ‘pelecehan’ saat ia sedang mencoba mengumpulkan donasi madrasah yanag dikelolanya.

Gujarat: An elderly Maulana was brutally assaulted and called him Pakistani on a train over allegations of molestation. Two man and a woman misbehaved with the elderly man. They started to beat him mercilessly.#IndianMuslims#Maulana#Gujarat pic.twitter.com/BS7rAFUmGd

— Voice Of Bangladeshi Muslims 🇧🇩 (@VOBMUSLIMs) March 7, 2025

Ia diserang secara brutal oleh sesama penumpang di kereta saat kereta melaju dengan cepat, setelah seorang wanita menuduhnya telah ‘melakukan tindakan yang tidak pantas’.

Sedang membaca Al-Quran

Menurut keluarga korban, saat kejadian, Maulana sedang duduk di kursinya dan membaca Al-Quran.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

“Beberapa pria menaiki kereta saat Maulana sedang naik. Mereka melontarkan komentar-komentar yang merendahkan umat Muslim sambil duduk di sekelilingnya untuk memastikan bahwa ia mendengar komentar-komentar tersebut,” kata keluarganya dikutip muslimmirror.com.

Kemudian seorang wanita menunjuk Maulana dan memanggilnya “orang Pakistan”. Seseorang memintanya untuk mendekati pintu ketika dua pria dan wanita mulai memukulinya tanpa ampun.

Maulana adalah seorang direktur di sebuah madrasah di kota Gangapur, Rajasthan, India. Ia naik kereta  menuju Ankaleshwar untuk mengumpulkan dana bagi madrasahnya.

Dalam video penyerangan brutal tersebut, dua pria dan seorang wanita terlihat bersikap tidak baik terhadap Maulana.

Menurut Maktoob,  insiden itu terjadi pada tanggal 28 Februari di atas kereta api Gujarat Queen Express.

Dalam sebuah video yang baru-baru ini dibagikan secara daring, terlihat dua pria berulang kali menampar dan memukuli meski Maulana telah memohon belas kasihan.

Meskipun tuduhan itu serius, otoritas kereta api belum mengonfirmasi keasliannya.

Video pertama kali diunggah oleh Jitendra Pratap Singh, pendukung setia Perdana Menteri Narendra Modi.

Video tersebut dengan cepat menarik perhatian publik, dan memicu diskusi tentang keselamatan umat Muslim di ruang publik di negara India.

Wasim Akram Tyagi, seorang jurnalis yang dikenal meliput isu-isu sosial-keagamaan, me-retweet video tersebut, yang semakin memperkuat kekhawatiran tentang meningkatnya kekerasan massa dan penargetan komunal terhadap individu Muslim di India.

रेल में यात्रा के दौरान कोई भी नफ़रती जॉम्बी मुसलमान को देखते ही उस पर हमला करने को अपना अधिकार समझ लेता है। ऐसा ही इस वीडियो में हुआ है। एक महिला ने बुजुर्ग पर मन घड़ंत आरोप लगाया, और फिर एक झुंड उस बुजुर्ग पर टूट पड़ा। @AshwiniVaishnaw सख्त एक्शन लीजे।pic.twitter.com/vBUceZ1RRy

— Wasim Akram Tyagi (@WasimAkramTyagi) March 5, 2025

“Setiap ekstremis yang penuh kebencian yang bepergian dengan kereta api menganggap dirinya berhak untuk menyerang seorang Muslim,” tulis  Wasim Akram Tyagi di akun X.

Ini bukan insiden pertama kekerasan Muslim di India. Beberapa hari yang lalu, seorang pria lain dipukuli oleh sesama penumpang karena dituduh mencium seorang penumpang saat ia sedang tidur.

Insiden semacam itu tidak hanya menunjukkan masalah keselamatan di kereta api, tetapi juga tren keadilan publik yang berkembang pesat, di mana individu main hakim sendiri alih-alih menunggu proses hukum yang semestinya.

#Indore

Remember the bangle seller Tasleem Ali alias Goolu or Bhura?

In Aug 2021 in Indore, Tasleem was attacked by R/W Groups for selling bangles in a Hindu locality.

Majority of us have seen his video of assault and how he escaped.

Indore Police lodged the FIR against… pic.twitter.com/l5Jaeg0yvE

— काश/if Kakvi (@KashifKakvi) December 3, 2024

Insiden tersebut juga memiliki kemiripan dengan kasus tahun 2021 ketika Tasleem, seorang penjual gelang Muslim dari Hardoi, Uttar Pradesh dituduh secara keliru melakukan pelecehan terhadap wanita, yang menyebabkan serangan massa yang kejam terhadapnya.

Dia kemudian ditangkap dan didakwa dengan berbagai pelanggaran dan harus menghabiskan 107 hari di Penjara. Namun, dalam proses pengadilan panjang,  hakim membebaskannya, dengan alasan kurangnya bukti.

Meskipun kereta api masih menjadi salah satu moda transportasi termurah di India, penumpang dibiarkan bertanya-tanya apakah mereka aman setelah laporan pelecehan, perampokan, dan kekerasan yang terus-menerus.

Para ahli mengatakan bahwa pihak berwenang harus mengerahkan lebih banyak petugas keamanan di kereta api dan menambahkan lebih banyak kamera pengintai untuk menghindari serangan semacam itu.

Meningkatnya Islamofobia

Kelompok riset yang berbasis di Washington, India Hate Lab (IHL), melaporkan kasus ujaran kebencian anti-muslim di India melonjak pada paruh kedua 2023. Mereka mencatat kenaikan sebesar 62 persen dibandingkan enam bulan pertama tahun ini.

IHL mencatat 668 insiden ujaran kebencian yang menargetkan umat Islam pada 2023, 255 di antaranya terjadi pada paruh pertama tahun ini, sementara 413 lainnya terjadi dalam enam bulan terakhir 2023, seperti dilansir Reuters.

Pengamat HAM menilai, ujaran kebencian dan Islamofobia di India meningkat sejak Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) dibawah pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi terpilih menjadi perdana menteri pada 2014 hingga saat ini.

Organisasi hak asasi manusia internasional, Human Rights Watch (HRW), pernah merilis laporan yang menyoroti penggunaan retorika Islamofobia oleh Narendra Modi selama kampanye pemilu 2024.

Menurut laporan tersebut, dari 173 pidato kampanye yang disampaikan oleh Modi, lebih dari 100 di antaranya mengandung pernyataan yang secara langsung menargetkan umat Muslim dan minoritas lainnya. *

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baca Al-QuranHeadlineislamofobia Indialansiamuslim Indiatuduhan palsu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kedatangan Syeikh Abdurrahman Al Ausy di Masjid Baitul Karim Gedung Dakwah Hidayatullah Disambut Antusias Jamaah
Tulisan selanjutnya 9 Keutamaan Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Berita
16 Oktober 2026 15:36
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?