Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Arsitek Terkenal Pakistan Tolak Penghargaan Rp1,6 Miliar dari ‘Israel’

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 17 Maret 2025 22:42 10:42 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 18 Maret 2025 05:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Arsitek terkenal asal Pakistan, Yasmeen Lari, menolak penghargaan Wolf Prize tahun ini, yang diberikan oleh organisasi nirlaba ‘Israel’, Wolf Foundation.

Daftar isi
  • Siapa Yasmeen Lari?
  • Sederet penghargaan
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Kepada Wolf Foundation, Yasmeen mengatakan ia tidak akan menerima penghargaan tersebut “mengingat genosida yang terus berlanjut di Gaza.”

Wolf Foundation mengumumkan para penerima penghargaan pada 10 Maret. Sehari kemudian, Lari mengucapkan terima kasih kepada juri dan yayasan atas nominasi tersebut, namun menolak penghargaan dan hadiah uang sebesar $100.000, setara Rp1,640 miliar.

Dalam surat penolakannya, Lari menulis: “Meskipun saya sangat berterima kasih atas penghargaan ini, sayangnya, mengingat genosida yang terus berlanjut di Gaza, saya tidak dapat menerima penghargaan dan hadiah uang tersebut, bahkan dari organisasi yang independen dari pemerintah.”

“Semua kekerasan tidak dapat diterima oleh saya dari sisi manapun dalam sebuah konflik dan saya telah menghabiskan sebagian besar hidup saya untuk membantu para pengungsi, walaupun mereka adalah migran, dan sayangnya Gaza sekarang menjadi salah satu situasi terburuk dalam hal pengungsian,” imbuhnya.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Yasmeen Lari telah menerima berbagai penghargaan atas karyanya dan keterlibatannya dalam kegiatan sosial.

Siapa Yasmeen Lari?

Yasmeen Lari merupakan perempuan pertama yang memenuhi syarat sebagai seorang arsitek di Pakistan. Ia terkenal akan keterlibatannya dalam persimpangan antara arsitektur dan keadilan sosial.

Wanita kelahiran 1941 itu pertama kali mengenal arsitektur dari sang ayah, Zafarul Ahsan, seorang petugas Pelayanan Sipil India (ICS) yang mengerjakan proyek-proyek konstruksi besar di Lahore dan kota lain.

Ia kemudian bersekolah di Oxford School of Architecture (sebelumnya bernama Oxford Polytechnic) dan lulus pada tahun 1964.

Bersama suaminya, Yasmeen kemudian kembali ke Pakistan dan membuka firm arsitektur Lari Associates di Karachi, Sindh, Pakistan. Ia menjadi arsitek wanita pertama di Pakistan.

Pada tahun 1969, Lari menjadi Anggota terpilih dari Royal Institute of British Architects (RIBA).

Yasmeen terlibat dalam pembangunan berbagai bangunan penting di Pakistan seperti perumahan seperti Angoori Bagh Housing (ABH) (1978), dan bangunan komersial seperti Taj Mahal Hotel, Karachi pada tahun 1981, Pusat Keuangan dan Perdagangan pada tahun 1989, dan Gedung Minyak Negara Pakistan (markas besar Perusahaan PSO) di Karachi pada tahun 1991.

Lari pensiun pada tahun 2000 dari praktik arsitektur. Namun, ia tetap aktif dalam pelestarian sejarah dengan menjadi penasihat proyek UNESCO, sebagai direktur eksekutif Heritage Foundation Pakistan, dan sebagai ketua Karavan Initiatives.

Sederet penghargaan

Pada tahun 2002, LSM milik Yasmeen menerima U.N. Recognition Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa atas upaya dan hasilnya dalam mempromosikan konservasi budaya dan sejarah.

Pada tahun 2006, Yasmeen dianugerahi Sitara-e-Imtiaz, salah satu penghargaan sipil tertinggi dari Pemerintah Pakistan, sebagai pengakuan atas jasanya pada profesi arsitektur dan pelestarian warisan situs-situs bersejarah di negara tersebut.

Pada tahun 2011, ia menerima “Penghargaan Wanita Hebat Pertama Tahun Ini” dari Pakistan.

Pada tahun 2016, ia menerima Penghargaan Fukuoka untuk Seni & Budaya.

Ia dianugerahi Jane Drew Prize 2020, yang mengangkat profil perempuan dalam arsitektur dan desain.

Pada tahun 2021, Politecnico di Milano menganugerahinya Laurea Magistrale ad Horonem dalam bidang Arsitektur.

Pada tahun 2022, ia diangkat sebagai Profesor Sir Arthur Marshall untuk Desain Berkelanjutan di Departemen Arsitektur di Universitas Cambridge.

Pada bulan Mei 2023, ia menerima gelar Doktor Kehormatan dalam bidang Desain dari Oxford Brooks University, tempat ia lulus pada tahun 1964.

Pada tanggal 27 April 2023, RIBA mengumumkannya sebagai penerima Medali Emas Kerajaan 2023.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arsitekturboikot IsraelHeadlineisraelPakistan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pastor Megachurch Texas Tersangka Pedofilia di Menyerahkan Diri di Oklahoma
Tulisan selanjutnya Seolah Dukung Palestina, Perusahaan Terafiliasi ‘Israel’ Buat Acara Ramadhan di Masjid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?