Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Menteri Abdul Mu’ti: Pelajar Indonesia Mengalami Learning loss

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Maret 2025 22:41 10:41 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 Maret 2025 22:40
Bagikan
Prof Dr Abdul Mu’thi
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, mengatakan bangsa Indonesia tengah mengalami learning loss yang cukup serius.

Learning loss yang dimaksud adalah kondisi di mana motivasi, kemampuan belajar, dan pencapaian akademis siswa menurun. Menurut Mu’ti, penyebab terjadinya penurunan motivasi belajar ini akibat kekosongan pembelajaran atau pembelajaran daring yang dilakukan selama masa pandemi.

“Selama pandemi, pembelajaran dilakukan secara daring, atau malah tidak ada pembelajaran sama sekali, dan dampaknya masih bisa dirasakan sampai sekarang,” kata Abdul Mukti dalam mengisi kajian Ramadhan Public Lecture (RPL) bertajuk “Pendidikan sebagai Soko Guru Pembangunan Indonesia Emas 2045” di Masjid Kampus UGM,  belum lama ini.

Dikatakan Menteri,  kondisi learning loss ini menjadi tantangan besar bagi Indonesia sekarang ini. Ia menyebutkan bahwa Kemdikbud RI tengah berupaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi di kalangan siswa.

“Kami juga sedang berupaya agar anak-anak yang tidak bisa sekolah dapat terlayani. Salah satu yang akan dikembangkan adalah mendirikan sekolah-sekolah Satu Atap. Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu solusi untuk memberikan layanan pendidikan bagi mereka yang secara geografis sulit dijangkau,” katanya.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Ia juga menyebutkan bahwa Kementerian telah meluncurkan program penanaman karakter bernama “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.”

Program ini dirancang untuk diterapkan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA untuk mencetak Generasi Emas 2045.

Melalui pendekatan berbasis kelas, budaya sekolah, dan kegiatan masyarakat, program ini diintegrasikan dalam kegiatan belajar-mengajar sehari-hari.

“Program ini dimulai dengan kebiasaan bangun pagi. Selain itu, ada kebiasaan berolahraga, kebiasaan makan sehat dan bergizi, kebiasaan gemar belajar, kebiasaan bermasyarakat, serta kebiasaan tidur cepat,” urainya.

Dalam ceramahnya, Abdul Mu’ti menyoroti bahwa salah satu tujuan negara Indonesia adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bangsa akan maju apabila warga negaranya adalah orang-orang yang cerdas, berilmu, dan kompeten. Berdasarkan konstitusi, setiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran yang berkualitas, sehingga pendidikan berkualitas akan melahirkan generasi yang berkualitas pula.

Meski begitu, pendidikan bukan hanya tentang menyalurkan ilmu, tetapi juga tentang bagaimana membentuk generasi yang kuat secara mental, spiritual, dan moral, untuk menghadapi tantangan global di masa depan.

Lebih lanjut, Abdul menyebutkan, selain pendidikan, pentingnya bagi generasi muda membangun jejaring atau network antar masyarakat.

Sebuah perbedaan ini juga menjadi modal dan kekuatan untuk saling memperkuat satu dengan yang lain. Dalam konteks Islam, jejaring ini diletakkan dalam fondasi yang disebut jamaah, yang merupakan simbol kekuatan dalam organisasi yang tertib dan kerja sama yang kuat.

“Untuk itu, diperlukan pendidikan yang berkesinambungan, dimulai dengan menanamkan kebiasaan yang baik sejak dini, sehingga generasi kita memiliki kepribadian yang luhur dan utama sebagai suatu bangsa,” jelasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdul Mu’tiakademiskemampuan belajarLearning lossmotivasipelajar Indonesiasiswa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penangkapan Ekrem Imamoglu, Palestina dan Masa Depan Turki
Tulisan selanjutnya Sebanyak 24.000 Mushaf Al-Quran Disebar ke Seluruh Maluku

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?