Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dokter di Berlin Renggut Nyawa Belasan Pasien karena Gairah untuk Membunuh

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 April 2025 17:52 5:52 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 April 2025 17:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pihak kejaksaan, hari Rabu (16/4/2025), mengatakan bahwa mereka menjerat seorang dokter di Berlin, ibu kota Jerman, dengan tuduhan membunuh 15 pasien, karena semata gairah untuk membunuh.

Dokter pria berusia 40-an tahun itu dituduh telah membunuh 12 wanita dan 3 pria antara September 2021 dan Juli 2024 dengan menggunakan oplosan obat penenang.

Kejaksaan Berlin mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dokter tersebut diduga “memberikan obat bius dan pelemas otot kepada pasiennya… tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka.”

Obat pelemas otot itu melumpuhkan otot-otot pernafasan, yang menyebabkan henti nafas dan kematian dalam hitungan menit pada pasien.

Para korban, yang semuanya pada saat itu sedang dalam perawatan paliatif, berusia antara 25 dan 94 tahun, lansir AFP.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Pasien paliatif adalah pasien yang mendapatkan perawatan untuk mengurangi penderitaan dan meningkatkan kualitas hidup, terutama pada kondisi penyakit yang tidak dapat disembuhkan atau dalam stadium lanjut.

Dalam lima kesempatan, jaksa menuduh tersangka sengaja melakukan aksi pembakaran di tempat perawatan mereka untuk menutupi jejak pembunuhan.

Pada satu kesempatan, tersangka pernah membunuh dua pasien pada hari yang sama. Pada pagi hari tanggal 8 Juli 2024, dia diduga membunuh seorang pria berusia 75 tahun di rumahnya di distrik Kreuzberg, Berlin bagian tengah. Beberapa jam kemudian dia diduga menewaskan seorang wanita berusia 76 tahun di distrik Neukoelln yang lokasinya berdekatan dengan lokasi pembunuhan pertama. Tersangka diduga berusaha membakar tempat kejadian perkara tetapi gagal karena api tidak menyala. “Ketika dia menyadari hal ini, dia memberi tahu seorang kerabat wanita tersebut, dengan mengaku bahwa ia sedang berdiri di depan apartemen pasien wanita itu dan tidak ada seorang pun yang menanggapi panggilannya,” kata jaksa.

Pada kesempatan lain, tersangka dituduh sengaja memberi tahu layanan darurat “karena takut ketahuan”. Tersangka berbohong mengklaim sudah melakukan upaya resusitasi terhadap korban berusia 56 tahun itu, yang awalnya diselamatkan oleh tim penyelamat tetapi meninggal tiga hari kemudian di rumah sakit.

Sejak ditangkap pertama kali pada bulan Agustus 2024, daftar tuduhan pembunuhan yang dilakukan oleh dokter itu terus bertambah.

Dokter itu awalnya ditahan karena dugaan pembunuhan tidak disengaja berkaitan dengan empat kematian.

Kemudian pada bulan November pihak kejaksaan mengatakan bahwa mereka menangani keempat kasus itu sebagai pembunuhan. Kala itu aparat kejaksaan mengatakan bahwa tersangka tampaknya tidak memiliki motif untuk membunuh kecuali semata-mata terdorong untuk melakukannya.

Tersangka tidak memiliki motif lain kecuali “gairah untuk membunuh”, kata mereka.

Sejauh ini korbannya 15 pasien yang mengalami kematian mencurigakan.

Tim penyidik khusus telah mengidentifikasi total 395 kasus mencurigakan yang perlu diperiksa ulang berkaitan dengan tuduhan terhadap dokter tersebut. Dalam 95 kasus, kecurigaan awal telah dikonfirmasi dan proses hukum telah dimulai. Sebanyak 75 kasus lainnya masih dalam tahap asesmen.

Selama penyelidikan berlangsung, 12 penggalian telah dilakukan, lima di antaranya terkait dengan korban yang tercantum dalam dakwaan. Lima pembongkaran kubur lainnya direncanakan akan segera dilaksanakan.

Kasus ini mencuat setelah sebelumnya seorang perawat pria didakwa membunuh 26 pasien paliatif dengan oplosan obat penenang dan penghilang rasa sakit berdosis tinggi. Kasus perawat ini disidangkan di kota Aachen mulai bulan Maret. Terdakwa diduga melakukan aksinya untuk mengurangi beban pekerjaan waktu jaga malam dan menganggap dirinya sebagai “master of life and death”.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BerlindokterJerman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dana Dipangkas Amerika Anak Malnutrisi Afghanistan Terancam Berumur Pendek
Tulisan selanjutnya Greenday Palestina Jadi Headliner, Green Day Suarakan Dukungan untuk Anak-Anak Palestina di Coachella

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?