Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dana Dipangkas Amerika Anak Malnutrisi Afghanistan Terancam Berumur Pendek

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 April 2025 16:57 4:57 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 April 2025 16:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Di sebuah pusat perawatan malnutrisi di Kabul, ibu kota Afghanistan, suara jerit tangis anak-anak terdengar nyaring sementara pasien yang berdatangan terpaksa ditolak disebabkan pekerja medis banyak yang diberhentikan akibat pemangkasan dana bantuan oleh Amerika Serikat.

Banyak anak yang seharusnya datang ke tempat itu tidak akan mendapatkan perawatan sekarang, kata Cobi Rietveld, direktur negara untuk organisasi non-pemerintah Action Against Hunger (ACF), yang mengelola klinik di Kabul tersebut yang sepenuhnya didanai oleh Washington.

“Apabila mereka tidak mendapatkan perawatan, risiko kematiannya sangat tinggi,” kata wanita itu kepada AFP (16/4/2025).

Tanpa pendanaan baru, boneka-boneka binatang, mainan, dan botol susu bayi disingkirkan dan apotek dikunci ketika pasien terakhir pergi pada bulan Maret.

“Ketika pasien malnutrisi datang ke klinik kami, sangat sulit bagi para staf untuk menjelaskan situasinya kepada mereka dan memberi tahu bahwa mereka harus pergi ke tempat lain untuk mendapatkan perawatan yang tepat,” kata Farid Ahmad Barakzai, kepala dokter di klinik itu.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Setelah empat dekade perang dan krisis, Afghanistan menghadapi krisis kemanusiaan terbesar kedua di dunia, setelah Sudan yang dilanda perang, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Rata-rata, 65 anak penderita malnutrisi akut berat dengan komplikasi dirawat di klinik itu setiap bulan.

Mereka tinggal di sana selama beberapa hari bersama ibunya bukan hanya untuk diberi makan tetapi juga untuk mencegah mereka tidak jatuh sakit lebih parah.

“Setiap infeksi yang bisa diderita seorang anak, anak yang kekurangan gizi juga akan mengalaminya dan ditambah dengan peningkatan risiko kematian,” kata Rietveld.

“Sangat menyakitkan” bagi para staf, karena harus menyelesaikan hari-hari terakhir kerja mereka, dan karena mereka terpaksa mengirim pasien ke tempat lain di mana mereka tidak akan memperoleh perawatan khusus seperti yang ada di klinik itu, imbuh Rietveld.

Malnutrisi anak di Afghanistan, di mana 45 persen penduduknya berusia di bawah 14 tahun, merupakan salah satu tantangan paling signifikan karena mempengaruhi seluruh generasi dalam jangka panjang.

Sekitar 3,5 juta anak di bawah usia lima tahun menderita kekurangan gizi akut dan negara ini memiliki salah satu kasus stunting tertinggi di dunia, menurut PBB.

Orang dewasa juga terdampak, dengan 15 juta warga Afghanistan saat ini mengalami kerawanan pangan, termasuk 3,1 juta orang yang sudah berada di ambang kelaparan parah.

Pekan lalu, World Food Programme (WFP) mengatakan Amerika Serikat telah mengakhiri pendanaan untuk program-programnya di Afghanistan, setelah juga melakukan pemotongan dana ke negara-negara lain.

“Ini adalah sebuah negara yang melalui begitu banyak goncangan,” kata Edwin Ceniza Salvador, perwakilan World Health Organization (WHO) di Afghanistan, kepada AFP.

“Jadi dengan sistem yang rapuh, bahkan perawatan dasar seperti skrining pun tidak ada,” katanya.

Krisis pendanaan juga menyebabkan banyaknya PHK di sektor kemanusiaan di Afghanistan, yang tingkat penganggurannya mencapai 12,2 persen pada tahun 2024 menurut Bank Dunia.

Sejak pemangkasan anggaran AS, ACF terpaksa memberhentikan sekitar 150 dari 900 stafnya.

“Ada banyak orang yang menangis di kantor saya,” kata Rietveld. “Kami mendengarkan, kami menawarkan dukungan, tapi kami tidak dapat memberikan mereka pekerjaan.”

Paling terkena dampak dari PHK ini adalah kaum wanita, yang merupakan mayoritas dari 40 staf di pusat gizi anak ACF dan menghadapi pembatasan ketat yang diberlakukan oleh otoritas Taliban yang kembali berkuasa sejak 2021.

“Bagi kebanyakan dari kami, pusat kesehatan ini satu-satunya tempat kami bisa bekerja,” kata perawat berusia 27 tahun Wazhma Noorzai. “Sekarang, kami bahkan kehilangan itu.”

Untuk menggantikan sumber dana yang selama ini berasal dari AS, yang mencapai 30 persen dari anggaran ACF di Afghanistan, organisasi itu “sedang dalam proses menulis proposal” dan “berdiskusi dengan para donor”, kata Rietveld.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanAmerika Serikatmalnutrisi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bekas Presiden Peru dan Istrinya Dihukum Penjara karena Korupsi
Tulisan selanjutnya Dokter di Berlin Renggut Nyawa Belasan Pasien karena Gairah untuk Membunuh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?